DPRD Surabaya Heran, Rumput Lapangan Stadion GBT Belum Penuhi Standar FIFA untuk Jadi Venue Piala Dunia U-20 2023
- antara
Surabaya, Jawa Timur – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) masih memiliki catatan dari FIFA untuk jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. DPRD Surabaya pun mempertanyakan kondisi Stadion GBT.
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya agar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi venue pertandingan Piala Dunia U-20. Namun Stadion GBT masih mendapat catatan dari tim pemantau dari Federation Internationale de Football Association (FIFA).
Federasi sepakbola dunia memberi catatan soal beberapa fasilitas, sarana dan prasarana di sekitar Stadion GBT untuk jadi venue Piala Dunia u-20. FIFA meminta perbaikan akses menuju stadion, masalah bau sampah di sekitar lokasi, hingga kualitas rumput lapangan yang belum memenuhi standar pertandingan internasional.
"Kami harus mengoptimalkan kembali perawatannya, sehingga rumput memiliki kualitas yang standar untuk sepakbola," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati, Minggu (25/09/2022), di Surabaya, Jawa Timur.
"Sesuai dengan yang FIFA harapkan, untuk sepakbola yang paling utama adalah field of play (lapangan permainan). Mudah-mudah ini menjadi peluang yang lebih besar lagi dari kunjungan sebelumnya, untuk Surabaya menjadi salah satu venue Piala Dunia," kata Amir Burhanuddin, Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim.
Perhatian FIFA agar Stadion Gelora Bung Tomo memperbaiki kualitas rumput lapangan mendapat tanggapan dari DPRD Surabaya.
Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya, Agung Prasodjo, mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya telah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah untuk persiapan Piala Dunia U-20 pada 2023.
"Bukankah pembangunannya (GBT) untuk memenuhi standar FIFA? Lalu kenapa saat ini kualitasnya masih dianggap belum memenuhi standar FIFA?" kata Agung Prasodjo, Senin (26/09/2022) di Surabaya.
Menurut Agung, kontraktor pelaksana pembangunan Stadion GBT harus bertanggung jawab, termasuk rumput Stadion Gelora 10 November (GN10) yang jauh dari standar FIFA.
"Saya berharap Pemkot bisa melakukan pembangunan kembali sekitar area lapangan latihan A hingga C sehingga ofisial tidak sibuk memungut bola di selokan samping lapangan latihan," kata Agung.
Lakukan Audit Ulang
Selain itu, kata Agung, pihaknya meminta Pemkot Surabaya untuk melakukan audit ulang pekerjaan kontraktor pelaksana GBT, GN10 dan lapangan THOR menyusul informasi rumput di stadion yang jauh dari standar FIFA
Load more