Catatan Piala Dunia: Brasil Terjebak Ego Sendiri
- fifa
Kado untuk Messi
Mania bola mungkin setuju bahwa Argentina pantas memulangkan Belanda. Kesalahan Tim Orange cuma satu, terlalu gengsi untuk 'mematikan' Lionel Messi.
Piala Dunia Qatar seperti kado terakhir untuk King Leo. "Saya dalam kondisi puncak," kata Messi sebelum bertanding. Dia tidak bohong. Messi masih bintang di atas bintang.
Pada laga di stadion Lusail Iconic itu, Messi mengeluarkan semua sihirnya. Mengancam dengan banyak tendangan dan umpan maut. Dan mempersembahkan dua penalti berkelas.
Semestinya tak perlu adu penalti. Belanda sudah selesai, saat tertinggal dua gol. Tapi tim Tango baik, mau menurunkan tempo dan tekanan, sehingga Belanda cetak dua gol balasan.
Tapi nasib Virgil van Dijk dan kawan-kawan tidak berlanjut. Mental mereka tidak siap menghadapi duel sakral tos-tosan dua belas pas. Belanda mesti ikhlas.
Nah, malam ini hingga subuh, mania bola pasti melek lagi di depan teve. Jam dua dini hari Inggris lawan Prancis. Sebelumnya Portugal versus Maroko. Ini dua big match, fatwanya rugi kalau tidak nonton.
Siapa menang? Saya berharap Inggris, agar marwahnya sebagai negeri sepakbola diakui. Tapi Prancis lebih mayakinkan. Soalnya punya Kylian Mbappe.
Saya juga ingin sekali Maroko menang, agar misteri Piala Dunia terus dikenang. Kalau bertaruh? Sumpah, saya pilih Portugal, Seleccao Das Quinas. Hahhahaa...
- Reva Deddy Utama: Wartawan dan Pemerhati Sepak Bola
Load more