Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025
- sassuolocalcio.it
tvOnenews.com – Klub Serie A Sassuolo baru saja merilis laporan keuangan mereka untuk tahun 2025. Di balik angka-angka defisit yang tercatat, tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes.
Setelah berhasil promosi dari Serie B ke kasta tertinggi Liga Italia pada musim panas lalu, manajemen Sassuolo sadar bahwa mereka butuh tambahan amunisi kelas wahid.
Langkah berani pun diambil untuk memperkuat skuad asuhan Fabio Grosso, meskipun harus berdampak pada kondisi neraca keuangan klub.
- sassuolocalcio.it
Laporan keuangan menunjukkan bahwa pengeluaran Sassuolo di bursa transfer didominasi oleh perekrutan pemain anyar. Total, Sassuolo menghabiskan 17,515 juta euro (sekitar Rp355 miliar) untuk mendatangkan beberapa pemain kunci.
Sosok bek Timnas Indonesia Jay Idzes tercatat sebagai pengeluaran terbesar klub. Sassuolo memboyong Idzes dari Venezia dengan mahar 7,6 juta euro.
Selain Idzes, berikut daftar investasi Sassuolo lainnya:
- Fali Cande: Didatangkan satu paket dengan Idzes (Total biaya Idzes & Cande mencapai 12,1 juta euro).
- Laurs Skjellerup: Dibeli dari Goteborg dengan harga 3,415 juta euro.
- Tarik Muharemovic: "Pembunuh Timnas Italia" di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini diboyong dari Juventus senilai 2 juta euro.
Sementara itu, pemasukan klub dari penjualan pemain tergolong minim, yakni di bawah 5 juta euro setelah melepas nama-nama seperti Emil Ceide (1,8 juta euro), Uros Racic (2,5 juta euro), dan Andrei Marginean (0,25 juta euro).
- instagram.com/sassuolocalcio/
Aktivitas transfer yang tidak seimbang ini berdampak pada pembukuan klub. Pendapatan total Sassuolo turun dari 102 juta euro menjadi 70,7 juta euro.
Meskipun sponsor utama, Mapei, tetap setia menyuntikkan dana sebesar 23 juta euro, Sassuolo harus menelan kerugian total sebesar 38,7 juta euro.
Namun, bagi manajemen Sassuolo, angka kerugian ini dianggap sebagai konsekuensi logis dari ambisi bertahan dan bersaing di kompetisi seketat Serie A.
Keputusan Sassuolo untuk jor-joran di bursa transfer terbukti membuahkan hasil manis. Berbeda dengan nasib tim promosi yang biasanya harus berjuang keras menghindari degradasi, I Neroverdi justru tampil sangat solid.
Load more