Orang Nomor 1 Sassuolo Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Mendadak Dipuji Habis-habisan
- REUTERS/Alessandro Garofalo
tvOnenews.com - Penampilan impresif Jay Idzes bersama Sassuolo sepanjang musim 2025/2026 terus mendapat sorotan positif.
Bek Timnas Indonesia itu bahkan disebut sebagai salah satu faktor penting di balik solidnya lini pertahanan I Neroverdi musim ini.
Performa konsisten Jay Idzes membuat chairman Sassuolo, Giovanni Carnevali, tak ragu memberikan pujian tinggi kepada pemain keturunan Semarang tersebut.
Didatangkan dari Venezia pada bursa transfer musim panas 2025, Jay Idzes langsung mencatat status sebagai pembelian termahal Sassuolo musim itu.
- instagram.com/sassuolocalcio/
Klub rela mengeluarkan dana sekitar 8 juta euro atau setara Rp163 miliar demi mendapatkan jasa bek berusia 25 tahun tersebut.
Nilai transfer itu sekaligus menunjukkan besarnya kepercayaan manajemen terhadap kualitas Jay Idzes.
Kepercayaan itu pun langsung dibayar lunas oleh sang pemain.
Sepanjang musim Serie A 2025/2026, Jay Idzes tampil dalam 34 pertandingan dan menjadi sosok penting di jantung pertahanan Sassuolo.
Kehadirannya membantu klub promosi itu tampil jauh lebih stabil dibanding perkiraan banyak pihak.
Duet Jay Idzes dengan Tarik Muharemovic disebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Sassuolo menjaga pertahanan tetap kompetitif di Serie A.
"Dia menjalani musim yang luar biasa, kami melakukan investasi penting, seperti yang kami lakukan dengan Fali Cande, dua pemain berkualitas," ujar Giovanni Carnevali dikutip dari Tuttomercato.
Tak hanya itu, Carnevali juga menegaskan bahwa dampak Jay Idzes sangat terasa dalam peningkatan performa defensif tim.
"Idzes banyak membantu untuk memastikan kami menjalani musim yang baik secara defensif," lanjutnya.
Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Hingga pekan ke-37 Serie A, Sassuolo hanya kebobolan 42 gol, catatan yang cukup impresif untuk tim yang baru promosi dari Serie B.
Bahkan, performa Sassuolo musim ini jauh lebih baik dibanding dua tim promosi lainnya, yakni Pisa dan Cremonese, yang masih berkutat di zona degradasi.
Sebaliknya, Sassuolo justru mampu bersaing di papan tengah klasemen Serie A. Saat ini, I Neroverdi menempati posisi ke-11 dengan koleksi 49 poin dari 37 pertandingan.
Mereka bahkan masih memiliki peluang menembus posisi sembilan besar jika mampu mengalahkan Parma pada laga terakhir musim ini sambil menunggu hasil pertandingan rival lainnya.
Load more