Mengenal Alberto Aquilani, Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo
- sassuolocalcio.it - Reuters
tvOnenews.com - Klub Jay Idzes, Sassuolo, resmi memulai era baru setelah menunjuk Alberto Aquilani sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/2027.
Keputusan ini tidak hanya menjadi sorotan publik Italia, tetapi juga menarik perhatian penggemar sepak bola Indonesia karena berkaitan langsung dengan masa depan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Kedatangan Aquilani menandai berakhirnya era Fabio Grosso yang memutuskan menerima tantangan baru bersama Fiorentina.
Kini, seluruh pemain Sassuolo, termasuk Jay Idzes, harus kembali membuktikan kualitas mereka di hadapan pelatih baru.
Bagi Idzes, perubahan ini menjadi tantangan sekaligus peluang.
Setelah tampil impresif sepanjang musim lalu, bek berusia 25 tahun itu kini harus beradaptasi dengan filosofi permainan yang akan diterapkan Aquilani.
Siapa Alberto Aquilani?
- sassuolocalcio.it
Nama Alberto Aquilani tentu tidak asing bagi pecinta sepak bola Eropa.
Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, pria berusia 41 tahun itu dikenal sebagai salah satu gelandang berbakat yang pernah dimiliki Italia.
Kariernya melesat bersama AS Roma sebelum kemudian memperkuat sejumlah klub besar Eropa seperti Liverpool, Juventus, AC Milan, Fiorentina, hingga Sporting CP.
Di level internasional, Aquilani mencatatkan 38 penampilan bersama Timnas Italia sepanjang periode 2006 hingga 2014.
Ia juga menjadi bagian dari skuad Italia di ajang Euro 2008, Piala Konfederasi 2013, dan Piala Dunia 2014.
Menariknya, Aquilani juga memiliki hubungan khusus dengan Sassuolo.
Pada paruh kedua musim 2016/2017, ia sempat membela klub berjuluk I Neroverdi tersebut sebelum akhirnya pensiun sebagai pemain.
Kini, hampir satu dekade kemudian, ia kembali ke Sassuolo dengan status yang jauh berbeda: sebagai pelatih kepala.
Meski belum memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih di Serie A, perjalanan Aquilani di dunia kepelatihan cukup menjanjikan.
Ia memulai karier di bangku cadangan sebagai asisten pelatih Fiorentina sebelum dipercaya menangani tim Primavera atau U-19 klub tersebut.
Setelah itu, Aquilani melatih Pisa di Serie B dan kemudian menangani Catanzaro pada musim 2025/2026.
Bersama Catanzaro, ia nyaris menciptakan kejutan besar dengan membawa tim tersebut promosi ke Serie A.
Namun langkah mereka harus terhenti di final play-off setelah kalah dari Monza.
Meski gagal promosi, pencapaian tersebut membuat reputasi Aquilani semakin diperhitungkan di sepak bola Italia.
Setelah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Sassuolo, Aquilani tidak menyembunyikan rasa bahagianya.
Ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan klub yang pernah dibelanya sebagai pemain.
"Merupakan kebahagiaan dan kehormatan bisa kembali ke sini," kata Aquilani, dikutip dari Corriere dello Sport.
"Ada perasaan emosional karena ini adalah tempat yang membuat saya merasa bahagia. Klub ini memberikan nilai-nilai penting yang kini saya yakini masih ada dalam keluarga besar ini, jadi saya sangat senang."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Sassuolo bukan sekadar tempat bekerja bagi Aquilani.
Klub ini memiliki nilai sentimental yang membuatnya semakin termotivasi untuk membawa tim meraih hasil terbaik.
Penunjukan Aquilani juga membuka babak baru bagi Jay Idzes.
Musim lalu, bek Timnas Indonesia itu menjadi salah satu pemain paling penting di skuad Sassuolo.
Ia bahkan tercatat sebagai pemain dengan menit bermain terbanyak di tim.
Sepanjang musim 2025/2026, Idzes mengumpulkan 3.328 menit bermain dan tampil dalam 35 pertandingan Serie A.
Catatan tersebut menunjukkan betapa besar kepercayaan yang diberikan Fabio Grosso kepadanya.
Namun pergantian pelatih membuat seluruh pemain harus memulai dari titik yang sama.
Aquilani akan menilai skuad berdasarkan kebutuhan taktik dan filosofi permainannya sendiri.
Situasi ini membuat Idzes perlu kembali menunjukkan kualitas terbaiknya agar tetap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Sassuolo.
Terlebih saat ini sang pemain masih fokus menjalani pemulihan cedera yang membuatnya absen membela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026.
Jika mampu pulih tepat waktu dan tampil konsisten selama pramusim, peluang Idzes untuk mempertahankan tempatnya di tim inti tetap terbuka lebar.
Salah satu kisah menarik dari kedatangan Aquilani adalah pertemuannya kembali dengan Domenico Berardi.
Saat masih aktif bermain, Aquilani pernah menjadi rekan setim Berardi di Sassuolo. Kini keduanya bertemu kembali dengan status berbeda.
"Bertemu kembali dengannya dalam peran baru ini terasa sedikit aneh karena saya pernah bermain bersamanya dan mengagumi kualitas luar biasanya," ujar Aquilani.
"Berardi telah lama berada di sini dan selalu menjadi pendorong tim menuju target penting. Bagi saya, menjadi pelatihnya adalah sebuah kehormatan," tegasnya.
Kehadiran sosok berpengalaman seperti Berardi diyakini akan membantu Aquilani dalam proses adaptasi bersama Sassuolo.
Musim 2026/2027 akan menjadi pengalaman pertama Aquilani sebagai pelatih kepala di Serie A.
Meski demikian, mantan gelandang Liverpool tersebut mengaku siap menghadapi tekanan dan persaingan ketat di kasta tertinggi sepak bola Italia.
"Ini adalah ambisi bagi kami yang menjalani profesi ini, sama seperti saat saya masih pemain," jelasnya.
"Saya sadar ini liga yang berat, tapi saya siap untuk menghadapi bersama tim dan klub ini."
"Untuk para penggemar, senang bisa bertemu kembali, saya berharap yang terbaik dan saya pastikan kami akan memberikan segala kemampuan agar Sassuolo meraih kepuasan yang layak mereka dapatkan."
Dengan pengalaman sebagai mantan pemain elite dan rekam jejak yang menjanjikan di dunia kepelatihan, Alberto Aquilani membawa harapan baru bagi Sassuolo.
(tsy)
Load more