Kylian Mbappe Diduga Ajak Pemain Real Madrid Tak Berikan Guard of Honor untuk Barcelona, Xabi Alonso Kok Nurut?
- Reuters/Hannah Mckay
tvOnenews.com - Real Madrid mengumumkan resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Xabi Alonso setelah kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Walau begitu, sejumlah dugaan muncul terkait penyebab dipecatnya Xabi Alonso dari Real Madrid, salah satunya keretakan hubungan di ruang ganti.
Eskalasi ketegangan ini mencapai puncaknya ketika Xabi Alonso mengalah saat Kylian Mbappe mengajak rekannya agar tak berikan Guard of Honor kepada Barcelona.
Piala Super Spanyol kembali menjadi milik Barcelona setelah mengalahkan Real Madrid di partai final dengan skor 3-2 dalam laga yang dihelat di Jeddah, Senin (12/1).
Brace Raphinha serta gol tunggal Robert Lewandowski untuk Barcelona hanya mampu dibalas oleh Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia dari Real Madrid.
Momen ini sekaligus menjadi de javu bagi Real Madrid yang pada final Piala Super Spanyol 2024 silam juga dikalahkan oleh sang rival abadi Barcelona.
Kekalahan di final atas Barcelona ini bahkan menjadi yang ketiga berturut-turut Real Madrid atas Barcelona sekaligus memperpanjang rekor buruk di El Clasico.
- Instagram @realmadrid
Hasil minor ini lalu berbuntut panjang. Real Madrid memilih untuk mengakhiri kerja samanya dengan sang pelatih Xabi Alonso yang baru bertugas tujuh bulan.
“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih,“ tulis situs resmi Real Madrid.
Adapun sejumlah pihak mengatakan bahwa kekalahan di El Clasico atas Barcelona buka menjadi satu-satunya faktor lengsernya Xabi Alonso dari Real Madrid.
Salah satu hal yang sudah lama digosipkan adalah keretakan di ruang ganti Real Madrid. Konon, Xabi Alonso tak mendapat kepercayaan dari skuad El Real.
Lebih lanjut, hal yang telah lama dikhawatirkan pun terjadi baru-baru ini, tepatnya setelah skuad Real Madrid menerima pengalungan medali.
Ketika itu, Kylian Mbappe memberikan gestur dengan mengajak rekan-rekannya untuk tidak memberikan Guard of Honor kepada Barcelona yang merayakan gelar juara.
Sebagai informasi, Guard of Honor merupakan tradisi di sepak bola Spanyol dengan memberikan penghormatan kepada tim yang keluar sebagai juara.
I have never seen a coach’s authority be undermined like this. Xabi Alonso tells the Madrid players to form a guard of honor but Mbappe calls him back and he obliges like a puppet.
— TK (@TeaKupps) January 12, 2026
No wonder Xabi can’t succeed at Madrid pic.twitter.com/5fAThNYevn
Padahal, sebelumnya pelatih Real Madrid Xabi Alonso yang meminta agar anak asuhnya untuk memberikan Guard of Honor kepada pemain Barcelona.
Namun, dari video yang beredar di media sosial, Kylian Mbappe dari pinggir lapangan mengisyaratkan agar pemain Real Madrid segera masuk ke ruang ganti.
Lebih mengejutkan lagi, Xabi Alonso terlihat menuruti ajakan Kylian Mbappe agar segera meninggalkan lapangan daripada memberikan Guard of Honor.
Salah satu fans Real Madrid pun mengungkapkan bahwa momen ini seperti merendahkan otoritas dari seorang pelatih yang belum pernah terjadi sebelumnya di Los Blancos.
Dia pun tidak terkejut bahwa rumor yang mengatakan jika selama ini Xabi Alonso tidak bisa mendapat kepercayaan di ruang ganti Real Madrid adalah benar.Â
“Saya belum pernah melihat otoritas seorang pelatih direndahkan seperti ini. Xabi Alonso menyuruh para pemain Madrid untuk membentuk barisan kehormatan, tetapi Mbappe memanggilnya kembali dan dia menurut seperti boneka.,Tak heran Xabi tak bisa sukses di Madrid,“ kata seorang fans Real Madrid.
Tak lama setelah video ini viral sekaligus menyudahi El Clasico dengan hasil negatif, Real Madrid dan Xabi Alonso memilih akhiri kerja sama setelah tujuh bulan.
(han)
Load more