Suara Hati Rahmad Darmawan Jadi Pelatih di Usia Muda, Eks Pelatih Timnas Indonesia itu Pernah Alami Depresi, Siapa Sangka Ternyata ...
- Tangkapan layar Youtube Sport77
"Depresi Coach?" tanya Mamat yang memandu Podcast.
"Iya karena setiap kekalahan itu berbeda banget yang saya rasakan, sampai saya pernah merasakan jatuh di Lampung ketika di tempat tidur, karena rasanya kayak mati sebelah (badan) gitu, mirip orang serangan jantung, kesemutan, kemudian lemas terus sesak," ungkapnya.
RD pun sampai dibawa ke rumah sakit Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.
"Akhirnya bilang (Dokter), kalau ini bukan jantung, depresi, ini stres katanya. Akhirnya dari situlah saya mulai didampingi oleh Psikolog," terangnya.
Walikota Tangerang pada saat itu percaya pada kemampuan Rahmad Darmawan.
"Beliau tahu saya ini punya kemampuan tapi mungkin dari sisi hal yang berbeda saya belum mampu mengatasi kondisi-kondisi, tekanan-tekanan yang saya bisa dapatkan dari hasil apa yang saya peroleh dalam setiap pertandingan," ucap RD.
Rahmad Darmawan. (source:Â ANTARA/IC Senjaya)
Berdasarkan pengalamannya sampai pada satu kesimpulan bahwa melatih itu butuh proses dengan segala hasil kekalahan maupun kemenangan.
"Saya pernah mengalami situasi yang benar-benar saya harus didampingi oleh Psikolog," jelasnya.
Setelah berjalannya waktu, dan dirinya mendapat target sesuai apa yang diinginkan dengan Persikota.
Karena saat itu Persikota berada di papan atas, terakhir di peringkat enam.
"Dan itu prestasi yang luar biasa menurut saya karena kita tim promosi, dan orang sebut kita kan bayi ajaib saat itu, dari Liga 2 Juara, Liga 1 Juara kemudian naik di Divisi Utama dan kita di papan atas," katanya.
Di mana hal itu menjadi pembuktian bagi seorang Rahmad Darmawan, dan turut menghadirkan kepercayaan dirinya sebagai pelatih di tahun-tahun berikutnya.
"Sampai nggak perlu lagi Psikolog, sudah mulai saya bisa mengatasi kondisi itu dan Alhamdulillah sampai dengan hari ini mungkin kalau butuh Psikolog, saya butuh kayak Abang ini untuk ketawa-ketawa," ucapnya berseloroh.
Kala itu, Rahmad mengaku dirinya belum mampu mengatasi tekanan-tekanan ketika belum dapat memberi kemenangan untuk timnya.
"Saya nggak mampu mengatasi kondisi bagaimana ketika kalah, suporter di ujung sana (tribun stadion), dia protes dia teriak-teriak macam-macam lah, Rahmad out, Rahmad ganti dan sebagainya," terangnya.
Load more