Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pujian Khusus Pandit Malaysia Atas Mental Para Pemain Timnas Indonesia di Bawah Shin Tae-yong, Jauh Berbeda dengan ...

Pandit Malaysia, Faiz Gurun dan Keesh Mat Stats memberi pujian khusus atas performa apik dari timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, termasuk mental.
Selasa, 18 Juni 2024 - 12:44 WIB
Pandit malaysia soroti mental pemain timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews / PSSI / tangkapan layar Astro Arena

tvOnenews.com - Dua pandit Malaysia, Faiz Gurun dan Keesh Mat Stats memberikan pujian khusus atas performa apik dari timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong.

Kesuksesan timnas Indonesia di tangan dingin Shin Tae-yong rupanya mendapat perhatian dari pengamat sepak bola asal Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang ini masa untuk kejayaan Indonesia, ada campuran dari beberapa pemain, pemain dari Liga 1 yaitu pemain-pemain seperti Ernando Ari, Rizky Ridho," tutur Faiz Gurun dilansir Youtube Astro Arena.

Dua pandit Malaysia
Pandit malaysia, Faiz Gurun dan Keesh Mat Stats. (tangkapan layar Youtube Astro Arena)

Perpaduan pemain lokal dan pemain naturalisasi nyatanya memberikan performa memukau bagi timnas Indonesia, ditambah dengan racikan taktik ala Shin Tae-yong.

"Nathan Tjoe-A-On, Rafael Struick, dan Justin Hubner," paparnya.

"Jadi ini menyatu pemain-pemain dari asuhan Shin Tae-yong," tambahnya.

Kemudian, Keesh Mat Stats menyatakan kekagumannya terhadap para pemain timnas Indonesia, yang dikenal sangat bagus mentalnya.

"Di Asia Tenggara ini bagiku ada suatu wabah yang akan senantiasa membelenggu pesepakbola, wabah Inferiority complex," tuturnya.

Menurutnya, inferiority complex tersebut bakal selalu membelenggu para pemain Asia Tenggara.

"Karena sebagai sebuah negara, sebagai sebuah kawasan, kita senantiasa dilihat sebagai kawasan yang kecil," terangnya.

"Tak begitu besar, tak begitu penting, walaupun kita ada populasi cukup besar Asia Tenggara khususnya dengan Indonesia kan," paparnya.

Inferiority complex adalah suatu kondisi psikologis saat seseorang merasa tidak memiliki sebuah nilai atau kemampuan yang sebanding dengan orang lain, sehingga merasa rendah diri.

Inferiority complex itu ketika merasa kita cukup kecil, tak begitu bagus, termasuk dalam sepak bola.

Di mana hal itu juga berdampak pada cara kita bermain bola, terutama di pentas tertinggi sepak bola Asia seperti Piala Asia.

Timnas Indonesia
Skuad timnas Indonesia di Piala Asia 2023. (PSSI)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi hal itu berbeda keadaannya kepada skuad timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong di gelaran Piala Asia dan Piala Asia U-23 2024.

"Kalau kita lihat Piala Asia beberapa waktu lalu, dan kejuaraan Piala Asia U-23, ada rasa tak kenal takut dari timnas Indonesia dari cara dia bermain," terangnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT