Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sampai Menitikkan Air Mata, Cerita Shin Tae-yong di Playoff Olimpiade Timnas Indonesia U-23 Lawan Guinea

Timnas Indonesia U-23 yang selangkah lagi menuju Olimpiade justru dikalahkan oleh Guinea dengan skor 1-0 di Stade Pierre Pibarot, Prancis, 9 Mei 2024 silam.
Minggu, 21 Juli 2024 - 09:59 WIB
Sampai Menitikkan Air Mata, Cerita Shin Tae-yong di Playoff Olimpiade Timnas Indonesia U-23 Lawan Guinea
Sumber :
  • PSSI

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memiliki cerita sendiri saat babak playoff Olimpiade antara Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea. 

Saat itu, Timnas Indonesia U-23 yang selangkah lagi menuju Olimpiade justru dikalahkan oleh Guinea dengan skor 1-0 di Stade Pierre Pibarot, Prancis, 9 Mei 2024 silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, Shin Tae-yong gagal mencatatkan sejarah baru dengan membawa Olimpiade setelah Guinea mencetak gol penalti dari Ilaix Moriba. 

tvonenews

Shin Tae-yong geram dengan keputusan wasit asal Prancis, Francois Letexier dalam pertandingan tersebut.

"Jika itu dianggap pelanggaran, pelanggaran terjadi di luar kotak penalti, seharusnya mereka memberikan tendangan bebas di luar garis, bukan penalti," kata Shin Tae-yong dari kanal YouTube Lee Kyung-kyu. 

Shin Tae-yong bahkan mendapatkan kartu merah dan diusir dari lapangan. 

Saat itu, Shin Tae-yong geram dengan keputusan wasit yang menuduh pemainnya menekel pemain Guinea. 

Menurutnya, pemainnya mengejar bola, bukan kaki pemain lawan. Namun wasit sudah meniup peluit bahkan ketika pemainnya baru menyentuh bola. 

"Jadi saya berkata ini tidak benar, saya mengumpat dengan segala macam kata, 'apakah ini (wasit) FIFA?' sambil marah padahal Presiden FIFA juga hadir," kenang Shin Tae-yong. 

Setelah tenang, Shin Tae-yong naik ke tribun penonton dan menitikkan air mata. 

Pelatih berusia 53 tahun ini terharu karena dukungan suporter padanya ketika dia memperjuangkan ketidakadilan  di lapangan. 

"Saat ituu mereka menjadi lebih bersemangat, mereka merasa saya berjuang untuk mereka, jadi saat itu juga, saya merasa frustasi, sangat marah hingga meneteskan air mata," kata Shin Tae-yong. 

Shin Tae-yong
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong mengaku banyak kejanggalan di laga playoff Olimpiade 2024. Dok. PSSI

Shin Tae-yong mengakui banyak kejanggalan dalam playoff Olimpiade tersebut bahkan dari sebelum pertandingan.

Dia bertanya-tanya kenapa pertandingan penting seperti playoff Olimpiade dimainkan di salah satu lapangan tempat pemusatan latihan Timnas Prancis, bukan di stadion yang layak. 

Masalah selanjutnya adalah wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Dimana wasit yang memimpin berasal dari Prancis. 

Bahkan tim yang menang akan berada di Grup A dan satu grup dengan Prancis. 

Bahkan Francois Letexier pun tidak mau berbahasa Inggris dan hanya berbahasa Prancis selama pertandingan berlangsung.

Ini pun menguntungkan Guinea yang mana Prancis menjadi bahasa ibu mereka karena bekas jajahan Prancis. 

"Padahal wasit Prancis itu bukan wasit yang tidak berpengalaman, dia juga wasit Piala Dunia, jadi sejak awal dia sudah memiliki niat itu, tidak seharusnya olahraga seperti itu, seharusnya dengan fair play," kata Shin Tae-yong. 

Shin Tae-yong mengakui pelatih tak asal emosi ketika keputusan wasit dianggap merugikan tim.

Timnas Indonesia memiliki tim analis video yang bisa menjadi bukti bahwa pemain benar-benar tidak melakukan pelanggaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada wasit yang sengaja tidak adil meskipun mereka tidak berniat begitu, mereka bisa membuat kesalahan karena mereka manusia," kata Shin Tae-yong. 

"Tapi kita bisa lihat apakah niat mereka memang sengaja atau tidak, kita bisa tahu," kata Shin Tae-yong. (hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT