Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pandit Senior Ini Berani Bongkar Alasan Fakhri Husaini Tolak Tawaran Jadi Asisten Pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Dia Itu Merasa...

Sosok ini akhirnya bongkar isu terkait penolakan Fakhri Husaini yang pernah ditawari langsung oleh Shin Tae-yong untuk menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.
Jumat, 16 Agustus 2024 - 18:58 WIB
Fakhri Husaini tolak tawaran jadi asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Pandit sekaligus wartawan olahraga senior Mahfudin Nigara mengatakan kalau sebenarnya Shin Tae-yong pernah meminta Fakhri Husaini menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.

Namun, saat itu Fakhri Husaini dengan tegas menolak permintaan Shin Tae-yong yang mengajaknya untuk menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, sejak menangani Timnas Indonesia pada akhir 2019 silam, Shin Tae-yong beberapa kali didampingi oleh sejumlah asisten pelatih lokal.

Mulai dari Bima Sakti hingga Nova Arianto yang dalam sejumlah kesempatan kerap terlihat mendampingi Shin Tae-yong saat melatih Timnas Indonesia.

Kedua pelatih lokal Indonesia tersebut diharapkan bisa mengambil ilmu berharga yang dibawa Shin Tae-yong sebagai juru strategi kelas dunia.

Hasilnya, baik Bima Sakti maupun Nova Arianto saat ini telah menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia kelompok umur usai menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong.

Bima Sakti pernah mendapat kesempatan mendampingi Timnas Indonesia di Piala Dunia U17 dan berbagai turnamen kelompok umur lainnya.

tvonenews

Sementara itu, Nova Arianto belum lama ini mengantarkan Timnas Indonesia mencapai semifinal Piala AFF U16 sebelum takluk dari Australia.

Berbeda dari Bima Sakti dan Nova Arianto, pelatih kawakan Fakhri Husaini justru menolak mentah-mentah tawaran dari Shin Tae-yong untuk menjadi asistennya di Timnas Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh wartawan olahraga senior Mahfudin Nigara yang mengatakan kalau nama yang pertama diminta oleh Shin Tae-yong untuk mendampinginya di Timnas Indonesia ialah Fakhri Husaini.

“Saya sedih dengan Fakhri Husaini, karena Shin Tae-yong (saat) pertama kali (datang) yang disebut Fakhri,” ucapnya.

“Saya nih dengan Pak Zainudin Amali, waktu itu saya staf khusus jadi diajak Pak Menpora Pak Amali ketemu Shin Tae-yong. Waktu saya jabat tangan Shin Tae-yong, (dia) nanya Fakhri Husaini,” jelas Mahfudin Nigara.

Mendengar permintaan tersebut, Mahfudin Nigara langsung menyampaikan keinginan Shin Tae-yong ke Ketua Umum PSSI saat itu yakni Mochamad Iriawan atau Iwan Bule.

“Saya ngomong ke Pak Ibul (Iwan Bule) nih minta Fakhri Husaini untuk dijadikan asisten pelatih. (Fakhri Husaini) enggak mau, benar dia menolak,” lanjutnya.

Mahfudin Nigara mengatakan bahwa Fakhri Husaini memang punya alasan tersendiri menolak tawaran Shin Tae-yong menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.

Namun, pandit senior tersebut cukup menyayangkan sikap Fakhri Husaini yang merasa kalau dirinya sejajar dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih.

“Ya dia punya alasan untuk menolak, ya enggak apa-apa juga, enggak ada masalah gitu,” terangnya.

“Tapi maksud saya, ya mungkin Fakhri merasa bahwa dia sejajar dengan Shin Tae-yong itu enggak apa-apa juga itu hak dia untuk merasa seperti itu,” kata Mahfudin Nigara di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

Mahfudin Nigara menambahkan kalau Fakhri Husaini seharusnya bisa melihat kelebihan Shin Tae-yong, sehingga dia bisa mengambil ilmu dari pelatih kelas dunia tersebut.

Fakhri Husaini tolak tawaran jadi asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Fakhri Husaini tolak tawaran jadi asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia (Source: PSSI)

“Tapi faktanya Shin Tae-yong ini kan pelatih kelas dunia, Jerman juara bertahan Piala Dunia kalah sama dia, terus kita mau gimana? Justru itu, jadi menurut saya masa sih lo nggak lihat ada kelebihan Shin Tae-yong?” paparnya.

Di lain sisi, Mahfudin Nigara menjawab berbagai suara yang mengkritik terlalu banyak pemain naturalisasi Timnas Indonesia semenjak ditangani Shin Tae-yong.

Menurutnya, pemain lokal Indonesia dirasa belum siap untuk bersaing dengan negara lainnya di dunia sehingga penggawa naturalisasi bisa menjadi solusi jangka pendek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau pertanyaannya kenapa Shin Tae-yong pakai pemain naturalisasi? Lo tanya dong ke diri kita masing-masing, siap enggak anak-anak kita?” sambungnya.

Shin Tae-yong kini akan bersiap mendampingi Timnas Indonesia untuk melakoni laga pembuka putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan September. (han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendagri Tito Ingatkan Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Ingatkan Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT untuk melihat peluang karier di luar jalur TNI, Polri, dan ASN. 
Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan

Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan

Kementerian Perhubungan memutuskan untuk tidak memublikasikan rute Mass Rapid Transit (MRT) tujuan Tangerang Selatan (Tangsel) guna mengantisipasi maraknya spekulasi lahan. 
Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) sebagai pilar moral dalam sistem birokrasi Indonesia. 
Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga sistem keamanan berbasis masyarakat dapat berjalan optimal dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sulawesi Selatan
Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Kabar gembira untuk warga Bekasi nih, karena tidak lama lagi bisa punya listrik dari hasil olahan sampah. Berikut penjelasannya.
Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Merah Putih. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT