GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Baru Pertama Debut, Penampilan Eliano Reijnders Dianggap Kurang Greget Dibanding Jay Idzes, Pengamat Blak-blakan Bilang…

Debut Eliano Reijnders di laga kontra lawan Bahrain dianggap kurang memuaskan. Bahkan performa pemain PEC Zwolle dibandingkan dengan Jay Idzes. Seperti apa?
Rabu, 30 Oktober 2024 - 12:46 WIB
Eliano Reijnders dan Shin Tae-yong
Sumber :
  • Kolase Instagram

tvOnenews.com - Penampilan dua pemain keturunan asal Belanda yang baru bergabung dengan tim nasional Indonesia, Eliano Reijnders dan Mees Hilgers di sorot usai menjalani debut pada laga kontra Bahrain.

Debut mereka membawa ekspektasi tinggi, terutama bagi fans sepak bola Indonesia yang antusias menyambut para pemain naturalisasi sebagai bagian dari skuad Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pengamat sepak bola nasional, Bung Towel, memberikan komentar kritis terhadap performa Eliano Reijnders yang dianggap belum menunjukkan performa maksimal.

Meski dua pemain naturalisasi ini sudah melakoni debutnya bersama timnas, Eliano Reijnders tampaknya belum memberikan kesan yang kuat.

Dalam laga melawan Bahrain, Eliano Reijnders memang dimainkan, meski hanya selama setengah babak.

Pada kesempatan tersebut, Bung Towel menilai performanya masih berada di kategori yang biasa saja.

Hal ini diungkapkan oleh Bung Towel dalam kanal YouTube Sportify Indonesia, di mana ia membandingkan penampilan Eliano dengan pemain naturalisasi lainnya, Jay Idzes dan kiper Maarten Paes.

“Dia waktu itu main setengah babak lawan Bahrain, menurut saya sih B ya, gini loh, pemain bagus itu akan langsung dapat kesan,” kata Bung Towel.

Menurutnya, kesan pertama seorang pemain biasanya sudah dapat menggambarkan potensi dan kualitasnya.

Sayangnya, hal tersebut belum ditunjukkan oleh Eliano Reijnders di laga perdananya.

Bung Towel merasa bahwa Eliano seharusnya bisa lebih menonjol mengingat dia telah dipercaya masuk dalam skuad utama.

Ia menyayangkan bahwa performa yang ditampilkan Reijnders belum sesuai dengan ekspektasi.

Hal ini, lanjutnya, menimbulkan tanda tanya terkait keputusan naturalisasi Eliano Reijnders, apakah benar-benar tepat atau tidak.

Kritikan Bung Towel terhadap Eliano menjadi lebih tajam ketika ia mulai membandingkannya dengan pemain naturalisasi lainnya, seperti Jay Idzes.

Menurut Bung Towel, Jay Idzes berhasil memberikan kesan yang baik meski baru pertama kali bermain untuk timnas Indonesia.

“Kesan pertama begitu menggoda, Jay Idzes, Maarten Paes misalnya. Jadi nggak perlu lama, nggak perlu waktu,” ujarnya.

Bagi Bung Towel, penampilan seorang pemain di pertandingan pertama sangat penting untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan.

Jay Idzes dianggap langsung bisa menyatu dengan permainan tim dan memberikan kontribusi signifikan.

Bung Towel juga mengkritisi proses dan alasan di balik naturalisasi Eliano.

Menurutnya, jika performa Eliano Reijnders belum memenuhi ekspektasi, maka proses perekrutan dan naturalisasi ini perlu dipertanyakan lebih jauh.

“Pertanyaannya Eliano, setengah babak lawan Bahrain, tak dipakai lawan China. Ini kok direkrut, kenapa dinaturalisasi? Pertanyaan dasarnya itu, siapa yang rekomendasi?” tanya Bung Towel.

Ia juga menekankan pentingnya kejelasan dalam proses perekrutan pemain naturalisasi, yang menurutnya harus berdasarkan rekomendasi yang jelas dari pelatih, seperti Shin Tae-yong.

Menurut Bung Towel, jika memang Shin Tae-yong yang merekomendasikan Eliano, seharusnya pelatih asal Korea Selatan tersebut dapat memberikan argumen yang kuat terkait keputusannya.

Seorang pemain baru tentu membutuhkan waktu adaptasi, terlebih jika ini adalah kali pertama mereka bermain di tingkat internasional bersama tim nasional Indonesia.

Adaptasi dengan gaya bermain, atmosfer sepak bola Asia, dan peran dalam tim dapat menjadi tantangan tersendiri bagi pemain yang baru bergabung, termasuk Eliano Reijnders.

Di laga melawan China, keputusan Shin Tae-yong tidak menurunkan Eliano sebagai starter menjadi pertanyaan tersendiri bagi Bung Towel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini dianggap sebagai sinyal bahwa sang pemain masih belum mencapai standar yang diinginkan oleh tim pelatih.

Meski begitu, banyak yang berharap bahwa Eliano Reijnders masih memiliki peluang untuk menunjukkan potensinya di pertandingan Indonesia vs Jepang, November mendatang. (ind/adk)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT