News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Disangka, Media Amerika Tiba-Tiba Sebut Timnas Indonesia Layak Dapat Poin saat Lawan Vietnam di Piala AFF 2024: Garuda Bisa Raih Kemenangan yang...

Media Amerika Serikat bernama ESPN menyebut Timnas Indonesia seharusnya layak mendapat poin saat melawan Vietnam di Piala AFF 2024.
Selasa, 17 Desember 2024 - 13:17 WIB
Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2024
Sumber :
  • PSSI

Jakarta, tvOnenews.com  - Media Amerika Serikat bernama ESPN menyebut Timnas Indonesia seharusnya layak mendapat poin saat melawan Vietnam di Piala AFF 2024.

Pertandingan lanjutan Grup B Piala AFF 2024 yang berlangsung di Stadion Viet Tri pada Minggu (15/12/2024) malam WIB itu rupanya masih jadi bahasan media asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Adalah Nguyen Quang Hai yang akhirnya berhasil mengakhiri perlawanan berani Timnas Indonesia untuk memberi Vietnam kemenangan tipis 1-0.

Kapten Vietnam itu awalnya melepas tendangan setengah voli menakjubkan dari jarak 20 yard yang membentur mistar gawang pada menit ke-77.

Nguyen Quang Hai (kanan) jadi pahlawan kemenangan Vietnam atas Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Nguyen Quang Hai (kanan) jadi pahlawan kemenangan Vietnam atas Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Sumber :
  • ANTARA

 

Setelah itu, Quang Hai terus terlibat dalam permainan usai Nguyen Tien Linh gagal mengontrol bola pantul, bola pun justru mengarah ke dirinya.

Messi-nya Vietnam itu tidak membuat kesalahan dalam melepaskan tembakan lagi dengan kaki kirinya yang cukup untuk mengecoh kiper Cahya Supriadi menjadi gol.

Kemenangan itu bisa dibilang pantas bagi Vietnam karena mereka mendominasi jalannya pertandingan, terlebih diperkuat para pemain lebih berpengalaman.

Namun, ESPN justru lebih memuji penampilan Timnas Indonesia yang berani meski sedang tidak tampil dalam skuad dan performa terbaiknya.

Media Amerika Serikat itu takjub dengan skuad Garuda yang mayoritas diperkuat pemain di bawah U-22 karena nyaris menjaga situasi tetap berjalan imbang.

Bahkan, ESPN menyebut bahwa Timnas Indonesia seharusnya layak meraih satu poin krusial dari Vietnam di laga tersebut.

“Hari lain di Kejuaraan ASEAN 2024, susunan pemain Indonesia yang hampir tidak dapat dikenali lagi,” tulis ESPN dalam artikelnya, dikutip tvOnenews.com.

“Namun, meskipun kekurangan personel, pasukan Indonesia hampir bertahan (imbang) pada apa yang mungkin menjadi titik krusial,” tambahnya.

“Mungkin tidak sepenuhnya bertentangan untuk merasa bahwa Indonesia setidaknya pantas mendapatkan satu poin atas usaha berani mereka,” tulisnya lagi.

Saat Rafael Struick masuk menggantikan Rivaldo Pakhpahan dan Pratama Arhan mengikutinya setelah turun minum, Indonesia mulai memberikan lebih banyak peluang.

Bahkan, Victor Dethan nyaris mencetak gol ke gawang Vietnam. Melihat keberanian para pemain muda skuad Garuda itu, ESPN sampai menilai pasukan Shin Tae-yong nyaris mengalahkan Vietnam.

“Dalam apa yang sudah menjadi sebuah turnamen untuk menimba pengalaman, dengan pelatih Indonesia Shin Tae-Yong menyatakan bahwa pemilihan skuadnya adalah dengan mempertimbangkan masa depan, ia tidak ragu untuk sekali lagi menurunkan beberapa talenta yang belum teruji bahkan saat menghadapi salah satu rival berat mereka,” kata ESPN.

“Struick berhasil menembus pertahanan Vietnam beberapa kali dan bahkan memaksa Filip Nguyen melakukan penyelamatan gemilang, sedangkan lemparan jauh khas Arhan membuat tuan rumah khawatir sendiri,” imbuhnya.

“Tiba-tiba saja, Indonesia tampak seperti bisa meraih kemenangan yang mustahil,” tulis media Amerika itu.

Terlepas dari hal itu, kekalahan dari Vietnam membuat Timnas Indonesia turun ke posisi kedua Grup B dengan empat angka, digeser Golden Star dengan enam poin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, skuad Garuda akan melakoni laga terakhir Grup B menjamu Filipina pada 21 Desember 2024 yang menjadi penentu kelolosan ke semifinal.

(yus)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat kepolisian mengusut soal viralnya tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang diduga sebagai sarana untuk promosi minuman keras (miras) di acara musik.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT