News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Sudah WNI, Aturan AFC Buat 2 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tak Bisa Bela Garuda Nusantara di Piala Asia U-20

Meski rampungkan proses naturalisasi dan jadi WNI, aturan AFC buat dua pemain keturunan dari Eropa ini tak bisa bela Timnas Indonesia di ajang Piala Asia U-20.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 2 Februari 2025 - 21:47 WIB
Erick Thohir bersama Tim Geypens dan Dion Markx
Sumber :
  • Instagram/ErickThohir

Jakarta, tvOnenews.com - Meski rampungkan proses naturalisasi dan menjadi WNI, aturan AFC buat dua pemain keturunan dari Eropa ini tak bisa bela Timnas Indonesia di ajang Piala Asia U-20. Ada apa?

Pada bulan Februari 2025 ini, Timnas Indonesia U-20 akan memulai perjuangan mereka di Piala Asia U-20 China dengan menghadapi Iran, Kamis (13/02/2025) mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Tergabung di Grup C, selain berhadapan dengan Iran anak asuh Indra Sjafri tersebut juga akan bertemu Uzbekistan dan Yaman pada babak penyisihan.

Jelang laga perdana tersebut, Timnas Indonesia mendapat kabar baik setelah dua pemain keturunan Eropa dikabarkan bakal merampungkan proses naturalisasi.

Mereka adalah Tim Geypens dan Dion Markx yang kabarnya akan mulai menjalani proses naturalisasi dan sumpah WNI pada 8 Februari 2025 alias pekan depan .

Kabar tersebut bahkan sudah dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo.

Menpora Dito Ariotedjo beberkan satu nama calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia
Menpora Dito Ariotedjo beberkan satu nama calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

 

Akan tetapi meski sudah resmi menjadi WNI, Tim Geypens dan Dion Markx yang masih berusia di bawah 20 tahun dan memenuhi syarat memperkuat Timnas Indonesia U-20 itu, tidak bisa dibawa pelatih Indra Sjafri di ajang Piala Asia U-20 2025 nanti.

Faktor aturan AFC yang membuat dua pemain keturunan tersebut harus absen memperkuat Timnas Indonesia U-20 meski sudah berstatus WNI.

Sebelumnya, Indra Sjafri memang sudah memproyeksikan Tim Geypens dan Dion Markx untuk jadi bagian Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 2025.

Namun sayangnya, proses naturalisasi kedua pemain tersebut tertunda hingga melewati batas akhir pendaftaran pemain ke AFC yakni tanggal 13 Januari 2025.

Pemain FC Emmen, Tim Geypens
Pemain FC Emmen, Tim Geypens
Sumber :
  • Instagram/Tim Geypens

 

"Saya mau menjelaskan, kita sudah mendaftarkan 47 pemain (sementara) karena memang AFC memberi batas waktu tanggal 13 Januari," ujar Indra Sjafri pada Rabu (15/1/2025) lalu.

"Jadi dengan demikian Dion dan Tim tidak saya masukkan ke dalam skuad AFC ini dan mudah-mudahan nanti masuk dalam skuad jika lolos ke Piala Dunia," tambahnya.

Menurut peraturan dari AFC, tiap tim peserta memang wajib mendaftarkan list pemain maksimal 30 hari sebelum pertandingan pertama di penyisihan grup.

Aturan tersebut berada di ayat 25.1 AFC tentang Dokumen Pendaftaran Pemain yang berbunyi:  "Setiap tim peserta harus menyerahkan dokumen pendukung sesuai dengan Pasal 24 Peraturan ini (pendaftaran pemain) melalui AFCAS selambat-lambatnya tiga puluh (30) hari sebelum pertandingan pertamanya,"

Pertandingan perdana Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 2025 sendiri terjadi pada 13 Februari 2025 dengan menghadapi Iran di Shenzhen Youth Football Training. 

Oleh sebab itu, benar ucapan Indra Sjafri bahwa Timnas Indonesia wajib mendaftarkan para pemain yang tampil di Piala Asia U-20 2025 pada tanggal 13 Januari 2025 lalu.

Meski tidak bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 2025, namun kehadiran Tim Geypens dan Dion Markx bisa jadi amunisi tambahan skuad Garuda Nusantara jika lolos Piala Dunia U-20.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, keduanya juga bisa jadi alternatif buat Timnas Indonesia senior yang bakal bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT