News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Tutupi Lagi, Mauro Zilstra Blak-blakan Soal Lambatnya Proses Naturalisasinya ke Timnas Indonesia: Tidak Ada yang Harus Dipercepat dari proses...

Mauro Zilstra mengungkapkan bahwa komunikasi dengan PSSI belum intens akhir-akhir ini. Menurutnnya PSSI saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian naturalisasi
Selasa, 4 Februari 2025 - 17:56 WIB
Tak Mau Tutupi Lagi, Mauro Zilstra Blak-blakan Soal Lambatnya Proses Naturalisasinya ke Timnas Indonesia Tidak Ada yang Harus Dipercepat dari proses...
Sumber :
  • instagram Mauro Zilstra

tvOnenews.com - Mauro Zilstra, pemain keturunan Indonesia yang sedang jalani proses naturalisasi buka suara soal lambatnya proses tersebut.

Mauro Zijlstra, pesepak bola berusia 20 tahun dengan darah Indonesia, saat ini bermain untuk FC Volendam, Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjadi sorotan PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia, khususnya di level U-23. Namun, proses naturalisasinya masih berada pada tahap awal. 

Mauro mengungkapkan bahwa komunikasi dengan PSSI belum intens akhir-akhir ini.

"Beberapa saat ini saya belum banyak kontak dengan Fardy Bachdim," kata Mauro Zijlstra dikutip dari kanal YouTube Yussa Nugraha.

PSSI saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian naturalisasi pemain untuk tim U-20 yang akan berlaga di Piala Asia. Akibatnya, proses naturalisasi Mauro belum menjadi fokus utama.

Mauro juga menyinggung situasi pemain keturunan lainnya, seperti Dion Markx, yang proses naturalisasinya belum rampung. Ia dan Dion tetap berkomunikasi untuk saling berbagi informasi terkait perkembangan masing-masing.

Salah satu alasan lambatnya proses naturalisasi Mauro adalah belum adanya turnamen terjadwal untuk Timnas U-23 dalam waktu dekat. 

Tanpa kompetisi seperti kualifikasi Piala Asia U-23, percepatan proses naturalisasinya dianggap kurang mendesak.

Meskipun demikian, Mauro tetap tenang dan memahami bahwa PSSI memiliki prioritas lain, terutama untuk tim senior atau kelompok usia lainnya. Ia memilih menunggu kabar terbaru tanpa membuat asumsi apapun.

Pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya ini tetap optimis meski belum ada kepastian. Ia meyakini bahwa proses naturalisasi untuk pemain yang diproyeksikan ke tim senior cenderung dipercepat jika ada kebutuhan mendesak. 

Namun, untuk kategori U-23, ia siap menunggu hingga waktunya tiba.

Tak Mau Tutupi Lagi, Mauro Zilstra Blak-blakan Soal Lambatnya Proses Naturalisasinya ke Timnas Indonesia Tidak Ada yang Harus Dipercepat dari proses...
Tak Mau Tutupi Lagi, Mauro Zilstra Blak-blakan Soal Lambatnya Proses Naturalisasinya ke Timnas Indonesia Tidak Ada yang Harus Dipercepat dari proses...
Sumber :
  • Tangakapan layar youtube Yussa

 

"Saya tidak berani mengatakan apapun karena tidak ada turnamen untuk U-23, jadi tidak ada yang harus dipercepat dari prosesku, makanya itu sedikit lama," kata Mauro.

Perjalanan Mauro untuk memperkuat Timnas Indonesia masih menjadi cerita yang dinantikan. Bagi publik sepak bola Tanah Air, langkah PSSI dalam mengelola pemain keturunan seperti Mauro tentu menjadi perhatian besar.

Hingga Januari 2025, proses naturalisasi Mauro Zijlstra belum menunjukkan perkembangan signifikan.

PSSI lebih memfokuskan upaya mereka pada pemain-pemain yang diproyeksikan untuk tim senior dan U-20. Mauro menyadari bahwa tanpa adanya turnamen untuk U-23, percepatan proses naturalisasinya tidak menjadi prioritas.

Meskipun demikian, Mauro tetap berkomitmen untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Ia terus memantau perkembangan dan menunggu kesempatan untuk bergabung dengan skuad Garuda.

Publik sepak bola Indonesia berharap PSSI dapat segera menyelesaikan proses naturalisasi Mauro, mengingat potensinya untuk memperkuat lini depan Timnas U-23. 

Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan proses tersebut akan rampung.

Dengan sikap sabar dan optimis, Mauro menantikan momen di mana ia dapat mengenakan seragam Merah Putih dan memberikan kontribusi nyata bagi sepak bola Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan Mauro Zijlstra menuju naturalisasi masih panjang, namun semangatnya untuk membela Timnas Indonesia tetap membara. 

Semoga proses ini dapat segera diselesaikan, sehingga talenta muda seperti Mauro dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tim SAR Gabungan Evakuasi Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Ular Sumut

Tim SAR Gabungan Evakuasi Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Ular Sumut

Kantor SAR Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan mengevakuasi seorang remaja perempuan yang hanyut di Sungai Ular, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Sum
Paris Memanas Jelang French Open 2026, Tim Bulu Tangkis Indonesia Waspada

Paris Memanas Jelang French Open 2026, Tim Bulu Tangkis Indonesia Waspada

Tim bulu tangkis Indonesia meningkatkan kewaspadaan jelang tampil di French Open 2026. Pasalnya saat ini situasi dan kondisi keamanan Paris, Prancis tengah memanas akibat demonstrasi dan sejumlah kericuhan massal.
Inter Milan Ulangi Rekor Poin Terbaik, Kutukan Gagal Scudetto Kini Menghantui Skuad Chivu

Inter Milan Ulangi Rekor Poin Terbaik, Kutukan Gagal Scudetto Kini Menghantui Skuad Chivu

Inter Milan mengawali musim 2026-2027 dengan catatan impresif di Serie A. Nerazzurri mengoleksi 19 poin dari tujuh pertandingan pertama.
Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Kabar duka menyelimuti dunia militer, mantan KSAD Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo meninggal, pada Senin (19/10/2026). Subagyo HS meninggal di usia 80 tahun. 
Profil dan Jejak Karier KSAD Subagyo HS yang Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Profil dan Jejak Karier KSAD Subagyo HS yang Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sekaligus tokoh militer senior, Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026), di usia 80 tahun.
Emas Batangan 4,2 Kg Disembunyikan di Celana Dalam, Dua WN Tiongkok Diamankan di Bandara YIA

Emas Batangan 4,2 Kg Disembunyikan di Celana Dalam, Dua WN Tiongkok Diamankan di Bandara YIA

Upaya membawa emas batangan kurang lebih seberat 4,2 kilogram (kg) ke luar negeri melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Yogyakarta.

Trending

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Remaja 15 tahun korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut mobil pajero di Mampang Prapatan, Minggu (18/10/2026) diantar ratusan pelayat ke pemakaman.
Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update ranking BWF usai Denmark Open 2026. Sejumlah posisi pebulu tangkis Indonesia melesat, namun ada beberapa andalan tanah air yang turun peringkat seperti Jonatan Christie.
Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang meninggal dunia usai tertimpa salib saat pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador.
Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Kabar duka menyelimuti dunia militer, mantan KSAD Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo meninggal, pada Senin (19/10/2026). Subagyo HS meninggal di usia 80 tahun. 
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Hal yang tak kalah menarik perhatian adalah sosok terduga tersangka dalam insiden mengerikan tersebut. Diketahui, bahwa terduga pelaku baru berusia 26 tahun.
Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis yang terus berkembang membutuhkan sistem operasional yang adaptif. Kenali tanda sistem perlu diperbarui melalui integrasi data, ERP, dashboard, dan otomasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT