Sandy Walsh Bukan Orang Pertama, Inilah 5 Pemain Timnas Indonesia yang Bermain di Liga Jepang, Nomor 5 Bikin Sejarah Nama
- Kolase tvOnenews.com / tangkapan Layar Akun X @prompt_fmarinos / Instagram/Irfan Bachdim
tvOnenews.com - Bek andalan Timnas Indonesia, Sandy Walsh resmi bergabung dengan salah satu klub raksasa di Liga Jepang, Yokohama F Marinos.
Kepastian Sandy Walsh berseragam Yokohama F Marinos itu diumumkan langsung dalam instagram resmi klub, pada Minggu (9/2/2025) sore WIB.
"Dengan senang hati kami umumkan bahwa Sandy Walsh telah bergabung dengan kami," bunyi pernyataan resmi Yokohama Marinos.
Sandy Walsh bergabung dengan Yokohama F Marinos dengan durasi kontrak selama 2,5 tahun.
Pemain keturunan Indonesia ini pindah ke Yokohama F Marinos dari klub Liga Belgia, KV Mechelen yang sudah dibelanya selama lima tahun.
Yokohama F Marinos merupakan salah satu klub papan atas di Jepang, pernah menjadi juara J-League sebanyak 5 kali.
Namun pada edisi terakhirnya hanya mampu finis di peringkat ke-9 pada J-League 2024.
Di sisi lain, jauh sebelum Sandy Walsh memilih untuk bermain di Liga Jepang atau J1 League.

- Instagram/@ibachdim
Irfan Bachdim merupakan mantan winger Timnas Indonesia yang pernah menjadi sensasi di Piala AFF 2010.
Ia memiliki karier mentereng di Indonesia hingga dipercaya berseragam Timnas Indonesia.
Namanya makin melambung di publik sepak bola tanah air saat menjadi duet bagi Cristian Gonzales di Piala AFF 2010.
Irfan Bachdim berhasil mencetak gol saat Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 5-1 pada laga perdana fase grup.
Pemilik selebrasi unik itu pernah memutuskan hijrah ke Liga Jepang pada tahun 2014, dia pernah membela dua klub yakni Ventforet Kofu dan Consadole Sapporo.
Di sana Irfan Bachdim jarang mendapat menit bermain dan jarang dimainkan saat di Consadole Sapporo.

- Kolase tvOnenews.com
Pemain Indonesia selanjutnya adalah Stefano Lilipaly, pemain paling subur di Liga 1.
Sebelum kedatangan Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly pernah mencoba peruntungan di Liga Jepang dengan memperkuat Consadole Sapporo satu musim sebelumnya.
Kapten Borneo FC itu hanya bermain dua kali bersama Consadole Sapporo hingga akhirnya kembali ke Belanda dengan membela klub SC Telstar.

- @tokyo_verdy
Bek andalan Timnas Indonesia, Pratama Arhan pernah mencicipi ganas dan betapa kompetitifnya Liga Jepang dengan membela Tokyo Verdy.
Tokyo Verdy, klub kasta kedua Liga Jepang yang membuat gebrakan dengan mendatangkan anak kesayangan Shin Tae-yong, Pratama Arhan pada tahun 2020.
Namun cukup disayangkan, Pratama Arhan jarang mendapatkan menit bermain, sama halnya dengan Irfan Bachdim meski telah tiga musim berada di Tokyo Verdy.
Pratama Arhan kini bermain di Liga Thailand, Bangkok United, suami Azizah Salsha itu menjadi pilihan utama sekaligus bintang klub dan baru-baru ini dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Thai League

- Cerezo Osaka
Justin Hubner merupakan pemain andalan Shin Tae-yong di Piala Asia U-23 2024, dia tampil solid di lini pertahanan.
Justin Hubner pengalaman bermain di Liga Inggris, dengan membela tim muda yakni Wolves U-21.
Kemudian, dia hijrah membela Cerezo Osaka, sebuah klub yang berkompetisi di J1 League.
Tak berakhir baik, Justin Hubner mengungkapkan kekecewaannya di Cerezo Osaka, lantaran tak diberi menit bermain.
Ia pun memutuskan cabut dari Cerezo Osaka, dan menyebut bahwa klub Jepang itu hanya memanfaatkan popularitas.
5. Ricky Yacobi

- Tangkapan layar Youtube Cerita Bola Toplist - Instagram @pratamaarhan8
Ricky Yacobi merupakan striker legendaris Timnas Indonesia yang pernah berkarier di Liga Jepang.
Pada penghujung tahun 1980-an, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara itu sempat direkrut oleh klub raksasa Liga Jepang bernama Matsushita Electric FC.
Matsushita Electric FC merupakan klub yang menjadi cikal bakal Gamba Osaka.
Ricky Yakobi bermain di kompetisi sepak bola semi amatir Japan Soccer League.
Adapun salah satu fakta tentang Ricky Yacobi adalah terjadi perubahan nama saat pulang dari Jepang.
Dia menjelaskan bahwa perubahan namanya tersebut menjadi Ricky Yacobi karena kebiasaan orang Jepang yang kesulitan menyebutkan kata dengan akhiran huruf konsonan mati.
Alhasil dirinya menambahkan huruf vocal, dari Yacob menjadi Yacobi. Ditambahkan 'i'. Itu pun menjadi kebiasaan hingga dibawa saat Ricky sudah balik ke Indonesia.
Dalam karier Timnas Indonesia, Ricky Yacobi pernah mempersembahkan medali emas SEA Games 1987 di cabor sepak bola. (han/ind)
Load more