Meski Kebobolan 3 Gol Sekaligus, Nadeo Arga Tetap Yakin Bakal Masuk Skuad Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Penjaga gawang Borneo FC Nadeo Arga Winata optimistis bisa masuk ke dalam skuad timnas Indonesia era pelatih Patrick Kluivert, meski kebobolan tiga gol sekaligus saat berhadapan dengan Malut United.
Nadeo menegaskan akan berjuang untuk dapat menembus Piala Dunia tahun 2026 bersama skuad Timnas Indonesia.
"Saya tentu sangat optimistis dengan kerja saya di lapangan. Saya selalu berusaha menunjukkan penampilan yang terbaik. Semua pemain di Liga 1 pasti ingin menunjukkan penampilan terbaik di klub dan proyeksi ke timnas yang sedang berjuang menembus Piala Dunia," kata Nadeo dilansir Rabu (12/2/2025).
Dia menyatakan, meskipun gawangnya kebobolon 0-3, tetapi itu tidak memupus harapan untuk terus menunjukkan kualitas bisa masuk di timnas nanti.
Apalagi dia tahu, dua asisten pelatih timnas Indonesia, Denny Landzaat dan Alex Pastoor sedang mengunjungi Kota Ternate untuk memantau langsung sejumlah pemain dalam laga Malut United vs Borneo FC yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Senin (10/2) malam.
Dia mengakui telah bertemu dengan kedua Asisten Pelatih Timnas tersebut, karena menginap di hotel yang sama saat di Ternate.
"Saya juga senang bisa dilihat langsung oleh asisten pelatih timnas. Kami juga sempat ngobrol di hotel tadi pagi. Saya rasa mereka cukup fair, yang bisa menentukan masuk atau tidaknya ke timnya ya mereka. Tugas kami sebagai pemain yaitu menunjukkan penampilan sebaik mungkin. Mereka juga pasti tidak hanya melihat dari tiga golnya, tapi penampilan secara keseluruhan," katanya.
Dirinya menambahkan, sebenarnya menghadapi tuan rumah Malut United, mereka tampil menyerang dalam periode waktu yang lebih lama daripada 10 menit akhir.
"Masalahnya, tidak ada gol ketika kami punya peluang. Tim dengan banyak penguasaan bola akan berpeluang lebih besar untuk menang. Kebanyakan tim yang kami hadapi sejauh ini selalu lebih bertahan dengan compact, lebih menunggu untuk serangan balik. Ketika unggul, selalu mencoba menurunkan tempo permainan ," ujarnya.
"Berbeda dengan ketika kami tampil di kompetisi internasional. Anda bisa melihat statistik, soal intensitas dan jumlah passing yang bisa kita buat di laga tersebut. Sangat berbeda selama kami bermain di Liga 1 ini.
Load more