Rafael Struick Dicoret Patrick Kluivert? Coach Justin Sebut Sosok Ini Lebih Pantas Gantikan: Secara Fisik...
tvOnenews.com - Jelang laga Timnas Indonesia melawan Australia pada 20 Maret 2025 di Allianz Stadium, pelatih baru Patrick Kluivert harus menentukan siapa yang akan masuk dalam skuad.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah lini serang, di mana beberapa nama berpeluang dicoret.
Coach Justin, seorang pundit sepak bola menyebut ada kemungkinan dua pemain diaspora yang akan dicoret dari skuad.
Dalam kanal YouTube Sport77, Coach Justin memberikan prediksinya terkait siapa yang kemungkinan besar tidak akan dimainkan Kluivert.
“Mungkin kalau dicoret dari diaspora itu ada dua opsi menurut gue, Nathan sama Struick karena dua-duanya jarang main,” kata Coach Justin.
Nathan Tjoe-A-On yang berposisi sebagai bek sayap memang mengalami minim menit bermain di klubnya, Swansea.
Begitu pula dengan Rafael Struick, yang walau sering dipanggil ke Timnas Indonesia, masih dianggap belum menunjukkan performa maksimal.
Coach Justin juga memprediksi Patrick Kluivert akan menerapkan dua formasi utama saat melawan Australia.
![]()
“Feeling gue, dia (Patrick Kluivert) akan main dengan 4-3-3 dan 4-3-2-1,” tambahnya.
Dari formasi ini, ada pertanyaan besar mengenai siapa yang akan mengisi posisi striker utama.
Dalam diskusi tersebut, Coach Justin menyebutkan beberapa kandidat utama yang akan dimainkan sebagai striker Timnas Indonesia.
“Pertanyaannya kan sekarang antara Struick, Romeny atau Sananta. Hokky kita sepakat,” ujar Coach Justin.
Namun, jika harus memilih di antara Struick dan Sananta, Coach Justin lebih condong kepada Sananta.
“Gue mending Sananta daripada Struick. Kenapa? Struick ini masih terlalu mentah. Kita lihat di Timnas, enam kali main dia selalu jadi starter, dia sempat cedera, baru cetak satu gol. Secara fisik dia juga ringkih,” jelasnya.
Menurut Coach Justin, sebagai seorang striker, faktor fisik menjadi sangat penting, terutama saat menghadapi tim sekuat Australia yang terkenal memiliki pemain-pemain bertubuh besar dan tangguh dalam duel udara.
“Sananta lebih kuat secara fisik. Kalau dia main di real striker, mending Sananta,” tegasnya.
Ini bukan pertama kalinya Coach Justin mengkritik performa Rafael Struick.
Sebelumnya, dalam kanal YouTube @TSMediaID, ia menyebut bahwa Struick adalah salah satu pemain Timnas Indonesia yang overrated atau dipuji secara berlebihan.
"Kalau gua harus tunjuk satu pemain yang agak overrated, itu Struick," kata Coach Justin dalam wawancaranya.
Alasan utama dari penilaian tersebut adalah performa Struick dalam beberapa pertandingan terakhir, terutama pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Juni 2024.
Menurutnya, Struick kurang bisa menunjukkan permainan terbaiknya sebagai seorang striker.
"Mungkin dia bagus visinya, ya. Kalau lu lihat golnya Thom Haye, Nathan passing ke tengah, Struick ke kiri, Marselino ke kanan, seenggaknya dua pemain ini tarik lawan ruang kosong dia masuk dia shot," jelasnya.
Meskipun memiliki pemahaman taktik yang baik, Struick dinilai masih belum cukup tajam sebagai seorang striker utama Timnas Indonesia.
Coach Justin juga menekankan bahwa seorang striker seharusnya dinilai berdasarkan jumlah gol yang dicetaknya, bukan hanya dari pergerakannya di lapangan.
"Kalau seandainya Marselino sama Struick nggak pinter, mungkin mereka stay, sehingga memberikan lawan untuk menutup. Jadi kan dia keluar," ujarnya.
"Artinya mereka tahu apa yang mereka lakukan, cuma dari seorang striker dinilai dari golnya, dan kita masih nggak punya," tambahnya.
Patrick Kluivert nampak harus mempertimbangkan secara matang pemain yang akan mengisi lini serang Timnas Indonesia saat menghadapi Australia nanti.
Dengan absennya Justin Hubner di lini belakang, sektor depan harus benar-benar dimaksimalkan agar bisa mencetak gol dan membawa Garuda meraih hasil terbaik di Sydney. (adk)
Load more