News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pedasnya Omongan Pelatih Belanda untuk Timnas Indonesia, Sebut 'Level' Pemain Keturunan Skuad Garuda di Mata Dunia Masih...

Kekalahan telak Timnas Indonesia melawan Australia masih menyisakan sorotan tajam. Pelatih asal Belanda itu pernah sebut Skuad Garuda di level internasional...
Senin, 26 Mei 2025 - 17:25 WIB
Thom Haye dan sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia
Sumber :
  • ANTARA/M Risyal Hidayat

tvOnenews.com - Timnas Indonesia baru saja melewati dua laga krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan hasil yang kontras.

Setelah dibantai Australia 1-5 pada Kamis (20/3/2025), skuad Garuda berhasil bangkit dan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain lewat gol semata wayang Ole Romeny di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (25/3/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kekalahan telak dari Australia masih menyisakan sorotan tajam, terutama terhadap komposisi pemain Timnas Indonesia yang mayoritas diisi oleh pemain keturunan.

Timnas Indonesia vs Australia
Timnas Indonesia vs Australia
Sumber :
  • Istimewa/PSSI

 

Dalam laga kontra Australia, pelatih Patrick Kluivert menurunkan 10 pemain naturalisasi dan hanya satu pemain lokal.

Strategi tersebut rupanya menuai kritik keras dari banyak pihak, termasuk dari pelatih asal Belanda, Robert Maaskant.

Eks pelatih Go Ahead Eagles itu menyindir tajam performa para pemain keturunan Indonesia yang dianggap hanya bersinar di liga domestik, namun melempem saat tampil di level internasional.

Pelatih Belanda, Robert Maaskant da Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Pelatih Belanda, Robert Maaskant da Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Sumber :
  • Instagram Robert Maaskant / Patrick Kluivert

 

"Mereka (pemain keturunan) adalah pemain hebat di Eredivisie, tetapi mereka tidak ada apa-apanya di level internasional. Itu tidak akan berubah dalam semalam. Anda bergantung pada pemain Anda,” sindir Maaskant, dikutip dari Sportnieuuws.

Maaskant menilai publik terlalu tinggi menaruh harapan kepada skuad Merah-Putih hanya karena diperkuat pemain keturunan dari Eropa.

Ia menegaskan bahwa membentuk tim tangguh butuh proses panjang, bukan sekadar hasil naturalisasi.

“Jika Anda memiliki pemain biasa-biasa saja di level internasional, Anda seharusnya tidak berharap punya tim level teratas dalam semalam,” tambahnya.

Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • X @timnasindonesia

 

Meski menang atas Bahrain, tekanan terhadap Timnas Indonesia belum berakhir.

Saat ini, Garuda masih berada di peringkat keempat Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Dua pertandingan hidup-mati menanti mereka pada bulan Juni 2025: menghadapi China dan raksasa Asia, Jepang.

Patrick Kluivert telah memanggil 32 pemain untuk menghadapi dua laga pamungkas tersebut, termasuk wajah-wajah baru seperti Stefano Lilipaly serta duet Sayuri bersaudara.

Daftar 32 Pemain Timnas Indonesia untuk Lawan China dan Jepang
Daftar 32 Pemain Timnas Indonesia untuk Lawan China dan Jepang
Sumber :
  • tvonenews.com - Taufik Hidayat

 

Kehadiran mereka diharapkan mampu menambah kedalaman skuad dan opsi taktik bagi Kluivert.

Jika Indonesia mampu mencuri poin dari dua laga tersisa, peluang untuk melaju ke putaran keempat akan terbuka lebar. Namun, jika gagal, harapan untuk tampil di Piala Dunia 2026 pun pupus di tengah jalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini seluruh beban ada di pundak Kluivert dan para pemainnya. Juni 2025 akan menjadi bulan penentuan.

Apakah skuad Garuda mampu membungkam kritik dan membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level elite Asia? Atau justru sindiran Maaskant terbukti benar adanya? Kita tunggu aksi Garuda di Juni mendatang! (asl)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.
Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT