Prediksi Media Luar Negeri soal Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026, Ditangani Patrick Kluivert Ujungnya akan…
- Kolase REUTERS/Go Nakamura & Issei Kato
Di hadapan publik Jepang di Panasonic Stadium, Suita, skuad Garuda kalah telak 0-6.
Jepang tampil dominan dengan lima pencetak gol berbeda, dan hasil ini menahan Indonesia tetap di peringkat keempat Grup C dengan 12 poin, tak mampu mengejar Arab Saudi yang mengoleksi 13 poin.
Meskipun begitu, Voetbal International dari jauh-jauh hari sudah melihat bahwa kekalahan tersebut bukan akhir dari segalanya.
"Jika tidak berhasil di babak ketiga, ada jaring pengaman untuk Kluivert. Dan kemudian ada jaring pengaman lainnya lagi," tulis mereka, menyoroti panjangnya sistem kualifikasi Asia yang memberikan beberapa jalur lolos termasuk babak play-off.
Menurut mereka, kunci keberhasilan Timnas Indonesia terletak pada laga berikutnya di putaran keempat.
Voetbal International bahkan menyatakan, "Hal ini memastikan bahwa periode kualifikasi di Asia dapat berlangsung sangat lama bagi suatu negara. Indonesia sudah memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam hal kualifikasi Piala Dunia."
Hal ini menegaskan bahwa perjalanan Garuda belum selesai, dan peluang masih terbuka, meski sempit.
Patrick Kluivert kini ditantang untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih berpengalaman.
Setelah hanya beberapa bulan menjabat, ia sudah membawa Indonesia melaju ke fase yang belum pernah dicapai dalam beberapa dekade terakhir.
Dengan sisa waktu yang tersedia, publik menanti apakah ia bisa mengantar Indonesia mencetak sejarah lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya.
Suporter dan pecinta sepak bola nasional kini menaruh harapan besar kepada para pemain diaspora seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Ole Romeny untuk terus menjadi motor kemenangan.
Laga-laga di putaran keempat akan menjadi ujian sesungguhnya, di mana lawan-lawan yang dihadapi tentu lebih berat dan berkelas.
Apapun hasil akhirnya, fakta bahwa Timnas Indonesia berhasil menembus babak keempat kualifikasi sudah merupakan pencapaian luar biasa.
Namun, di tangan Patrick Kluivert, publik berharap ujungnya bukan sekedar perjuangan, melainkan sejarah.
(adk/anf)
Load more