Nasib Sadis Branko Ivankovic Seusai Dipecat Sebagai Pelatih China, Media Nasional Singgung Langkah Timnas Indonesia Rekrut Patrick Kluivert
- Kolase tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Branko Ivankovic menerima nasib buruk seusai dipecat dari Timnas China, seusai serangkaian hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Media China, New.QQ melaporkan pemecatan Branko Ivankovic dipicu kekalahan 0-1 dari Timnas Indonesia pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C.
"Setelah serangkaian hasil mengecewakan dalam Kualifikasi Piala Dunia, pelatih kepala tim nasional sepak bola China, Branko Ivankovic, resmi meninggalkan jabatannya," tulis mereka dilansir Minggu (15/6/2025).
New.QQ menukil laporan Beijing Youth Daily Sports soal tidak ada kompensasi atas pemutusan kontrak Branko Ivankovic.
Ivankovic menangani tim nasional dalam 14 pertandingan, tetapi hanya mampu mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan delapan kekalahan.
Salah satu hasil yang paling disorot adalah kekalahan 1-2 dari Arab Saudi di kandang sendiri, serta pertandingan debutnya yang berakhir imbang 2-2 kontra Singapura setelah sempat unggul dua gol.
Catatan ini memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai performa tim tidak semata disebabkan oleh kualitas pemain, melainkan juga kepemimpinan dari pinggir lapangan.
“Jika saat itu yang memimpin adalah Jia Xiuquan atau Cheng Yaodong, kita mungkin tidak akan mengatakan semua ini karena pemainnya buruk. Tak peduli siapa pelatihnya,” tulis salah satu ulasan di media lokal yang mencerminkan kekecewaan publik terhadap kepemimpinan Ivan.
Di sisi lain, kondisi para rival di grup seperti Arab Saudi dan Australia juga disebut sedang menurun.
Pengamat menilai bahwa dengan pelatih yang lebih tepat, peluang China untuk bersaing memperebutkan tiket play-off sebenarnya masih terbuka.
Dalam lanskap sepak bola internasional yang dinamis, pergantian pelatih di tengah jalan bukanlah hal asing.
Indonesia, Australia, dan Arab Saudi tercatat melakukan perubahan komando teknis selama babak kualifikasi.
Timnas Indonesia diketahui memecat Shin Tae-yong pada Januari 2025, dengan mengganti pelatih asal Belanda Patrick Kluivert.
“Jika mereka bisa mengganti pelatih, mengapa kita tidak?” menjadi pertanyaan yang mencuat dari banyak kalangan.
Komentar sinis pun turut muncul, salah satunya dari Li Lei yang dalam wawancara dengan CCTV menyebut, “Mungkin kita perlu membuat film dokumenter untuk merangkum 14 pertandingan yang dipimpin Ivan.”
Pernyataan ini dinilai menyindir betapa timpangnya strategi dan pendekatan taktis yang dibawa pelatih berusia 71 tahun asal Korasia tersebut.
Banyak pihak meyakini bahwa jika keputusan untuk berpisah dengan Ivan diambil lebih awal, terutama setelah kekalahan telak 0-7 dari Jepang, peluang China untuk melangkah lebih jauh di babak kualifikasi belum tentu tertutup.
Kini, dengan posisi tim nasional yang tak lagi memiliki harapan melaju, publik menanti langkah strategis apa yang akan diambil asosiasi untuk menata ulang tim demi masa depan yang lebih cerah.(lgn)
Load more