GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Petinggi AFF Ini Bongkar Masa Depan Suram Sepak Bola Indonesia dan Malaysia yang Ketergantungan dengan Pemain Naturalisasi

Mantan petinggi AFF bongkar ketergantungan Indonesia dan Malaysia pada miliarder seperti Erick Thohir dan Tunku Ismail dalam proyek naturalisasi. Apa jadinya jika mereka tak lagi di pucuk kekuasaan?
Rabu, 9 Juli 2025 - 12:39 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir di Kongres
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Jakarta, tvOnenews.com - Program naturalisasi yang kini digencarkan Timnas Indonesia dan Malaysia mendapat sorotan tajam dari mantan Wakil Presiden AFF, Duong Vu Lam

Dia melontarkan kekhawatiran mendalam soal keberlangsungan program tersebut jika tokoh kunci seperti Erick Thohir (PSSI) dan Tunku Ismail (FAM)  tak lagi menjabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Suatu hari nanti, Erick Thohir (Presiden FA Indonesia (PSSI)) dan Tunku Ismail tidak lagi memimpin sepak bola di Indonesia dan Malaysia. Apa yang akan terjadi pada tim nasional?" kata Duong dikutip dari media Vietnam, Dan Tri.

“Pemain yang dinaturalisasi tidak akan datang lagi karena tidak akan ada yang membayar mereka, dan pemain lokal tidak akan memiliki penerus yang tepat. Bagaimana masa depan sepak bola mereka?,” sambungnya.

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Sumber :
  • tvOnenews/Taufik Hidayat

 

Komentar Duong menyentil keras ketergantungan berlebihan pada kekuatan finansial individu elit ketimbang pembangunan akar rumput dan sistem pembinaan berkelanjutan. 

Dia menyebut kebijakan naturalisasi di dua negara tersebut lebih banyak disokong oleh kekayaan pribadi dan jaringan global para elit, bukan strategi jangka panjang federasi.

“Presiden PSSI adalah miliarder Thohir, mantan presiden (dan pemilik) Inter Milan,” kata Duong.

Sementara itu, orang yang mendukung kebijakan naturalisasi Malaysia adalah Tunku Ismail.

Para Pemain Naturalisasi Malaysia
Para Pemain Naturalisasi Malaysia
Sumber :
  • x.com/FAM_Malaysia

 

“Dia seorang pangeran dan pernah bernegosiasi untuk membeli Valencia. Keduanya memiliki kekayaan yang sangat besar dan koneksi yang kuat di dunia sepak bola,” ucap Duong.

Dengan kekuatan finansial dan relasi yang mereka miliki, lanjut Duong, baik Erick Thohir maupun Tunku Ismail mampu membangun tim pencari bakat elite hingga mempercepat proses naturalisasi.

“Mereka bahkan memiliki tim pencari bakat, sekelompok ahli yang sangat terampil dalam mengidentifikasi pemain dari seluruh dunia,” kata Duong.

Ini memungkinkan mereka menemukan pemain yang cocok untuk dinaturalisasi di Indonesia atau Malaysia.

Pada saat yang sama, begitu mereka mengidentifikasi pemain yang cocok, mereka dapat segera memenuhi tuntutan finansial.

“Jadi para pemain setuju untuk bermain untuk Indonesia atau Malaysia,” ucap Duong.

Namun, Duong mewanti-wanti bahwa ketika para sosok sentral ini tak lagi berkuasa, seluruh sistem bisa runtuh.

Kritik itu juga ditambah dengan penilaiannya soal penurunan performa Malaysia, bahkan setelah membantai Vietnam 4-0 di laga Kualifikasi Piala Asia lalu.

“Mereka menggunakan banyak pemain naturalisasi, jadi gaya bermain mereka menyulitkan untuk menemukan kekompakan dalam situasi koordinasi yang kecil,” katanya.

“Lagipula, sebagian besar pemain naturalisasi Malaysia saat ini levelnya tidak terlalu tinggi," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Duong bahkan mengaku lebih menyukai Timnas Malaysia era 2010-2012 di bawah kendali Datuk K. Rajagobal.

“Saya lebih suka tim Malaysia dari tahun 2010 hingga 2012. Semangat juang pemain Malaysia saat itu juga lebih tinggi dibanding sekarang," ucapnya lugas. (fan)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Fans One OK Rock Jangan Sampai Salah, Simak Informasi Penting Soal Konser di Jakarta Berikut

Fans One OK Rock Jangan Sampai Salah, Simak Informasi Penting Soal Konser di Jakarta Berikut

Grup asal Jepang, One Ok Rock kembali menyambanginJakarta untuk bertemu kangen dengan fans Indonesia pada Sabtu (16/5/2026).
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
One Ok Rock Konser di Jakarta Hari Ini, Simak Informasi Penukaran Tiket Berikut

One Ok Rock Konser di Jakarta Hari Ini, Simak Informasi Penukaran Tiket Berikut

Grup musik asal Jepang, One Ok Rock akan kembali menyapa fans Indonesia dalam ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026 Jakarta.
Begini Nasib Josepha Sekarang, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Karena Berani Protes ke Juri LCC Empat Pilar MPR RI

Begini Nasib Josepha Sekarang, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Karena Berani Protes ke Juri LCC Empat Pilar MPR RI

Nama Josepha Alexandra Roxa Potifera atau yang akrab disapa Ocha mendadak viral karena keberaniannya di LCC Empat Pilar MPR RI baru-baru ini.
Detik-detik Menegangkan Penumpang Wanita Jatuh di Stasiun Manggarai Jelang Kedatangan Kereta Api

Detik-detik Menegangkan Penumpang Wanita Jatuh di Stasiun Manggarai Jelang Kedatangan Kereta Api

Seorang penumpang wanita mendadak terjatuh ke rel kereta api saat suasana peron di Stasiun Manggarai Jakarta dipenuhi antrean penumpang, Rabu (13/5/2026) sore.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Momen unik saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui seorang anak laki-laki asal Tasikmalaya yang viral guling-guling di kamar gegara ingin foto dengan KDM.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram

Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram

Warganet naik darah ketika menemukan akun medsos diduga milik juri LCC MPR Indri Wahyuni yang minta maaf hanya melalui bio serta foto profil Instagram-nya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT