News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Perang Thailand-Kamboja, Timnas Indonesia Bisa Gagal Juara Piala AFF U-23 2025? Begini Penjelasannya

Jika perang regional antara Thailand dan Kamboja semakin memanas, maka peluang Timnas Indonesia hingga negara lainnya untuk juara Piala AFF U-23 bisa sirna?
Jumat, 25 Juli 2025 - 16:41 WIB
Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-23
Sumber :
  • tvOnenews/Taufik Hidayat

tvOnenews.com - Timnas Indonesia bisa gagal juara Piala AFF U-23 2025 jika konflik regional Asia Tenggara antara Thailand dan Kamboja terus memanas.

Padahal, Timnas Indonesia selangkah lagi hampir merengkuh gelar juara Piala AFF U-23 2025 jika mengalahkan Thailand di semifinal dan lolos ke babak final.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Malam ini, Jumat (25/7/2025), Timnas Indonesia besutan Gerald Vanenburg akan menghadapi Thailand di babak semifinal Piala AFF U-23 2025.

Timnas Indonesia sukses lolos ke semifinal Piala AFF U-23 setelah berturut-turut mengalahkan Brunei dan Filipina serta imbang atas Malaysia di grup A.

Sementara itu, Thailand berhasil finis sebagai pemuncak klasemen grup C Piala AFF U-23 2025 setelah menang atas Timor Leste dan seri melawan Myanmar.

Hingga akhirnya, Timnas Indonesia sebagai juara grup A bakal menghadapi Thailand selaku pemuncak klasemen grup C di semifinal Piala AFF U-23 2025.

Lolos ke semifinal bukanlah hal baru bagi Timnas Indonesia. Di edisi Piala AFF U-23 2023 lalu, Garuda Muda bahkan bisa sampai ke final, namun kalah dari Vietnam.

tvonenews

Kini, Timnas Indonesia bertekad merengkuh gelar Piala AFF U-23 pertama mereka setelah enam tahun. Terakhir kali juara ialah pada edisi 2019 di Kamboja.

Kendati demikian, ambisi Timnas Indonesia untuk menjuarai Piala AFF U-23 2025 tampaknya bisa sirna. Ini karena situasi perang negara ASEAN Thailand-Kamboja.

Sebagai informasi, friksi antara Kamboja dan Thailand sebetulnya sudah lama terjadi khususnya di perbatasan antar kedua negara. Namun, belakangan situasi itu semakin pelik.

Puncaknya ialah pada Mei silam. Ketika itu, seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat dengan pasukan Thailand di wilayah sengketa di perbatasan.

Bahkan pada Rabu lalu (16/7/2025), ledakan ranjau menyebabkan satu orang tentara Thailand kehilangan kakinya sedangkan lima lainnya terluka.

Jika kondisi peperangan Thailand dan Kamboja semakin memanas, bukan tidak mungkin jika otoritas terkait membatalkan Piala AFF U-23 2025.

Apabila hal ini terjadi, jelas Timnas Indonesia akan mengalami kerugian lantaran Garuda Muda selangkah lagi bisa merengkuh gelar Piala AFF U-23 2025.

Apalagi jika merujuk kepada situasi serupa, FIFA ternyata pernah membatalkan Piala Dunia sebanyak dua edisi yakni pada 1942 dan 1948 gara-gara perang dunia ke-2. 

Pun halnya ajang olahraga SEA Games 2025 Desember nanti, Thailand selaku penyelenggara punya hak untuk mencoret Kamboja dari keikutsertaan karena konflik itu.

Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-23
Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-23
Sumber :
  • tvOnenews/Taufik Hidayat

 

Namun, Timnas Indonesia juga akan ketiban untung besar kalau AFF selaku penyelenggara memutuskan untuk mendiskualifikasi Thailand dari semifinal kejuaraan ASEAN tersebut.

Itu artinya, pasukan Gerald Vanenburg akan dengan mulus melaju ke final Piala AFF U-23 tanpa harus melawan Thailand yang berpeluang didiskualifikasi.

Walau begitu, AFF maupun negara ASEAN belum mencapai konsensus tertentu yang membahas seputar nasib Piala AFF U-23 2025 di tengah konflik Thailand-Kamboja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat kondisi yang ada sekarang, gelaran Piala AFF U-23 2025 masih terus berlanjut karena Indonesia selaku tuan rumah terletak jauh dari lokasi konflik Thailand-Kamboja.

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga minyak berpotensi tertekan seiring target Indonesia stop impor BBM. Prabowo genjot listrik 100 GW dan tutup PLTD demi efisiensi energi.
Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Ladislao Camara, akhirnya Nathalie Holscher sudah siap membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru bernama Aripat
FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

Indonesia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni persoalan sampah, pencemaran air, dan perubahan iklim.
Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya dibayangi krisis kebugaran jelang lawan Persija di GBK. Bernardo Tavares akui banyak pemain bermasalah, tapi Bajul Ijo tetap optimistis.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT