News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suporter Timnas Indonesia Berbondong-bondong 'Geruduk' Klub Liga Italia, Sassuolo, Bak Ketiban Durian Runtuh Usai Kontrak Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes?

Efek kehadiran Jaya Idzes langsung terasa meski belum main di Klub Liga Italia, Sassuolo. Efek kehadiran Idzes langsung terasa di dunia maya, media sosial resmi Sassuolo
Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:28 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes
Sumber :
  • Facebook - Sassuolo

tvOnenews.com - Kedatangan Jay Idzes ke Sassuolo bukan hanya menjadi kabar besar di dunia sepak bola Italia, tetapi juga membawa dampak signifikan bagi citra klub di mata publik internasional, khususnya para penggemar sepak bola Indonesia. 

Bek tengah sekaligus kapten Timnas Indonesia itu resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Sassuolo pada Sabtu (8/9), usai diboyong dari Venezia dengan mahar transfer 8 juta euro atau sekitar Rp151 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Efek kehadiran Idzes langsung terasa di dunia maya. Media sosial resmi Sassuolo, terutama Instagram, mengalami lonjakan pengikut dalam hitungan hari. 

Sebelum Idzes diumumkan, akun Instagram klub yang bermarkas di Mapei Stadium tersebut memiliki sekitar 360 ribu followers. 

Namun, hingga Selasa (12/8) pagi, jumlahnya sudah menembus 416 ribu. Artinya, terjadi penambahan sekitar 56 ribu followers hanya dalam kurun waktu beberapa hari.

Efek Popularitas Pemain Timnas Indonesia di Mata Die Hard Fans?

Fenomena ini menunjukkan bagaimana pengaruh seorang pemain Timnas Indonesia bisa menjangkau pasar global. 

Bang Jay bukan sekadar rekrutan baru di lapangan, tetapi juga aset penting dalam meningkatkan engagement klub di media sosial. 

Apalagi, pendukung sepak bola Indonesia dikenal sebagai salah satu basis suporter paling militan di dunia. 

Dukungan mereka kerap membuat akun media sosial klub yang merekrut pemain Indonesia melonjak drastis.

Seperti yang sebelumnya terjadi pada klub luar negeri yang menggaet Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, atau Marselino Ferdinan.

Sassuolo jelas berpotensi memanfaatkan momentum ini. Popularitas Idzes di mata publik Indonesia dapat membuka peluang pemasaran baru.

Mulai dari penjualan merchandise resmi hingga kerja sama komersial di pasar Asia Tenggara. Jika Idzes rutin tampil sebagai starter, bukan tidak mungkin angka followers Sassuolo akan terus meningkat secara signifikan.

Berapa Nilai Kontrak Jay Idzes di Sassuolo?

Dari sisi kontrak, Idzes menandatangani kesepakatan jangka panjang selama empat tahun, yang akan mengikatnya di Sassuolo hingga Juni 2029. 

Lompatan karier ini juga diikuti peningkatan gaji yang cukup besar. Berdasarkan laporan media Italia, Idzes akan menerima bayaran 1,1 juta euro atau sekitar Rp20,8 miliar per tahun.

Nilai itu jauh lebih tinggi dibanding saat membela Venezia, di mana ia disebut hanya mendapat sekitar 300 ribu euro atau Rp5,6 miliar per tahun.

Performa Idzes musim lalu bersama Venezia menjadi salah satu alasan Sassuolo berani menggelontorkan dana besar. Sebagai bek tengah, Idzes tampil solid dan konsisten. 

Dalam 38 pertandingan Serie A, gawang Venezia hanya kebobolan 56 kali, angka yang lebih baik dibandingkan beberapa tim yang berhasil lolos dari degradasi seperti Lecce, Parma, dan Hellas Verona. Statistik ini menegaskan perannya sebagai pilar pertahanan yang tangguh.

Bagi Sassuolo, transfer ini adalah kombinasi ideal antara peningkatan kualitas tim di lapangan dan dampak positif di luar lapangan. 

Kehadiran Idzes memperkuat lini pertahanan sekaligus membawa gelombang dukungan baru dari jutaan penggemar di Indonesia. 

Bagi para die hard suporter Garuda, melihat kapten Timnas bermain di Serie A bersama Sassuolo adalah kebanggaan tersendiri, dan mereka akan mengikuti setiap langkahnya—baik di stadion maupun di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan performa yang konsisten dan dukungan fanbase internasional yang masif, Jay Idzes berpotensi menjadi salah satu transfer paling berpengaruh dalam sejarah modern Sassuolo.

Bukan hanya dari segi teknis, tetapi juga dalam memperluas jangkauan global klub di era sepak bola digital. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Warga di Ciputat Geger Temukan Sosok Mayat Pria di Kios, Polisi Bilang Begini

Warga di Ciputat Geger Temukan Sosok Mayat Pria di Kios, Polisi Bilang Begini

Warga di kawasan Jalan Cirendeu Raya, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) geger adanya temuan jasad seroang pria yang tergeletak di halaman kios pada Sabtu (11/4/2026).
Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus

Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus

Cak Imin menilai efektivitas kebijakan war tiket haji masih sangat diragukan, apalagi menyangkut nasib calon jemaah yang telah bertahun-tahun menunggu giliran berangkat.
Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Electric PLN kalah dengan skor 1-3 (21-25, 22-25, 25-17, 19-25) dari Popsivo Polwan pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sritex Arena Solo, Jumat 19 April 2026 kemarin.
Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Sejumlah lembaga secara kolektif mempertanyakan transparansi distribusi royalti yang dinilai tidak sesuai dengan amanat UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Jumlah pengguna LRT Jabodebek alami penurunan 10 persen hari pertama kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat hukum Fajar Trio menilai maraknya konten yang seolah mengambil peran sebagai hakim di luar persidangan kasus Nadiem menjadi fenomena yang perlu diwaspadai.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT