News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Layu Sebelum Berkembang, Pemain-pemain yang Digadang Bakal jadi Bintang Timnas Indonesia ini Pernah Sampau Ngadu Nasib di Luar Negeri tapi Berujung Melempem

Bermain di kompetisi Eropa adalah mimpi sebagian besar pesepak bola dunia, tak terkecuali para pemain Indonesia. Dengan sistem kompetisi yang tertata, popular-
Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:19 WIB
Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto
Sumber :
  • VIVA/Vanfutbol

Jakarta, tvOnenews.com – Bermain di kompetisi Eropa adalah mimpi sebagian besar pesepak bola dunia, tak terkecuali para pemain Indonesia.

Dengan sistem kompetisi yang tertata, popularitas tinggi, hingga gaji menggiurkan, wajar bila banyak pemain Tanah Air berusaha menembus panggung sepak bola Benua Biru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari era Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas, hingga generasi Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, sejumlah pemain Indonesia sempat merumput di Eropa.

Aksi Egy Maulana Vikri di Dewa United
Aksi Egy Maulana Vikri di Dewa United
Sumber :
  • Dewa United

 

Namun masalah klasik selalu muncul: minimnya menit bermain, yang akhirnya memaksa mereka kembali ke Liga Indonesia.

Lalu apa penyebab utama pemain Indonesia sulit bersaing di klub Eropa?

Menurut agen pemain sepak bola Gabriel Budi, faktor terbesar adalah tuntutan kualitas. Pemain Indonesia yang merantau ke luar negeri otomatis berstatus pemain asing.

Klub Eropa berharap pemain asing harus lebih baik dari pemain lokal. Jika tidak menawarkan kualitas spesial, klub tentu tak memiliki alasan untuk memberi kesempatan tampil.

Skill dasar, pemahaman taktik, hingga kemampuan bekerja dalam sistem tim menjadi hal wajib.

Pemain dengan kemampuan “tanggung” akan cepat tersingkir karena harus bersaing bukan hanya dengan pemain lokal, tapi juga pemain asing dari berbagai negara lain.

Faktor lain yang disorot adalah fisik dan daya tahan. Pertandingan Eropa dikenal memiliki intensitas tinggi. Para pemain mampu berlari tanpa henti selama 90 menit penuh, bahkan hingga perpanjangan waktu.

Sebaliknya, rata-rata pemain Indonesia hanya mampu tampil maksimal 60–70 menit, sebelum mulai kehilangan konsentrasi dan tenaga.

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-20, Kurniawan Dwi Yulianto
Asisten pelatih Timnas Indonesia U-20, Kurniawan Dwi Yulianto
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

 

Perbedaan ini disebabkan oleh pola latihan, nutrisi, dan gaya hidup. Masih ditemukan pemain profesional Tanah Air yang mengonsumsi makanan berminyak dan rendah gizi, sesuatu yang tabu bagi atlet Eropa.

Masalah lain adalah adaptasi budaya, cuaca, dan bahasa. Pemain Indonesia terbiasa bermain di iklim panas, sehingga kesulitan tampil prima di cuaca dingin Eropa.

Belum lagi hambatan komunikasi karena banyak pemain yang tidak menguasai bahasa Inggris atau bahasa lokal.

Sebagai perbandingan, pemain dari Amerika Latin dikenal mudah beradaptasi di berbagai negara, baik yang dingin maupun tropis, sehingga mereka banyak diminati klub Eropa.

Meski saat ini pemain Indonesia masih kesulitan bersaing di Eropa, bukan berarti tak ada harapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pembinaan yang tepat, profesionalisme tinggi, serta mental adaptif, bukan tidak mungkin suatu hari akan lahir pemain Indonesia yang bermain reguler bahkan meraih trofi di klub besar Eropa.

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Percepat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Jatim saat Rakor Percepatan BSPS

Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Percepat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Jatim saat Rakor Percepatan BSPS

Gubernur Khofifah tegaskan komitmen Pemprov Jatim percepat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program Bedah Rumah di Jawa Timur. 
Usai Dicopot dari Menkeu, Purbaya Lempar Pesan Misterius: Udah Siap Belum?

Usai Dicopot dari Menkeu, Purbaya Lempar Pesan Misterius: Udah Siap Belum?

Usai dicopot dari jabatan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan setelah mengunggah pesan singkat di TikTok yang memicu rasa penasaran
Bukan LC, Pekerjaan Wanita yang Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Laporkan Betrand Peto ke Polisi Terkuak

Bukan LC, Pekerjaan Wanita yang Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Laporkan Betrand Peto ke Polisi Terkuak

Kuasa hukum korban dugaan kekerasan seksual Betrand Peto menyebut pekerjaan wanita inisial ANW bukan sebagai LC, melainkan seorang mahasiswa dan juga bekerja.
Klasemen Liga Italia 2026-2027: AS Roma dan Inter Milan Kembali Kuasai Puncak, Como Menyusul

Klasemen Liga Italia 2026-2027: AS Roma dan Inter Milan Kembali Kuasai Puncak, Como Menyusul

AS Roma dan Inter Milan kembali menguasai puncak klasemen Liga Italia 2026-2027. Sedangkan Como 1907 menyusul di belakang kedua tim tersebut di peringkat ketiga.
Pertalite Rp10.000 Jadi Tameng Inflasi, Ekonom Bongkar Risiko Jika Harga BBM Subsidi Dilepas

Pertalite Rp10.000 Jadi Tameng Inflasi, Ekonom Bongkar Risiko Jika Harga BBM Subsidi Dilepas

Pemerintah memilih menahan harga Pertalite di tengah lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus US$107 per barel.
Netizen Sebut Sosok Perempuan yang Laporkan Betrand Peto terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Seorang LC, Kuasa Hukum Beri Bantahan: Dia Karyawan dan Berkuliah

Netizen Sebut Sosok Perempuan yang Laporkan Betrand Peto terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Seorang LC, Kuasa Hukum Beri Bantahan: Dia Karyawan dan Berkuliah

Sejumlah netizen menyebut sosok perempuan yang melaporkan Betrand Peto terkait kasus dugaan pelecehan seksual adalah seorang lady companion atau LC. Hal ini dibantah kuasa hukum korban.

Trending

Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Purbaya resmi digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Berbagai reaksi pun bermunculan, termasuk dari putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa...
Resmi! Pemain Asing Liga Voli Korea Sudah Gabung Klub Masing-masing, Vanja Bukilic Jadi yang Terakhir

Resmi! Pemain Asing Liga Voli Korea Sudah Gabung Klub Masing-masing, Vanja Bukilic Jadi yang Terakhir

Para pemain asing sudah tiba di Korea Selatan jelang bergulirnya V-League 2026-2027. Vanja Bukilic menjadi pemain terakhir yang bergabung dengan klubnya.
Terpopuler: Aktris JAV Hana Kuraki Meninggal hingga Skandal Biksu Senior Thailand

Terpopuler: Aktris JAV Hana Kuraki Meninggal hingga Skandal Biksu Senior Thailand

Sejumlah berita menarik perhatian pembaca tvOnenews.com, mulai dari kabar meninggalnya Hana Kuraki di Tokyo, video skandal yang diduga melibatkan biksu senior.
Terseret Dugaan TPKS, Begini Pesan Menohok Ruben Onsu untuk Betrand Peto

Terseret Dugaan TPKS, Begini Pesan Menohok Ruben Onsu untuk Betrand Peto

Terseret dugaan TPKS, Betrand Peto buka suara soal tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ruben Onsu beri pesan tegas dan minta Onyo lebih berhati-hati.
Detik-detik Purbaya Terima Telepon dari Prabowo Saat Rapat, Langsung Dicopot dari Jabatan Menkeu

Detik-detik Purbaya Terima Telepon dari Prabowo Saat Rapat, Langsung Dicopot dari Jabatan Menkeu

Purbaya menerima telepon terkait pencopotan jabatan Menkeu dari Presiden Prabowo Subianto ketika sedang mengikuti rapat kerja dengan Komite IV DPD di Jakarta.
Menkeu Suahasil akan Paparkan Data APBN Secepatnya

Menkeu Suahasil akan Paparkan Data APBN Secepatnya

Setelah dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Suahasil Nazara memastikan akan segera memaparkan data realisasi APBN. 
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Betrand Peto, Kuasa Hukum Korban Sebut Sudah Serahkan Bukti dan Dua Saksi Diperiksa

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Betrand Peto, Kuasa Hukum Korban Sebut Sudah Serahkan Bukti dan Dua Saksi Diperiksa

Betrand Peto terseret dalam kasus dugaan pelecehan seksual. Kuasa hukum korban mengatakan kliennya telah menjawab 23 pertanyaan yang diajukan penyidik hingga menyerahkan bukti.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT