News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Amerika Tak Mau Bungkam Soal 'Level' Timnas Indonesia Usai Gagal Lolos Piala Dunia 2026: Indonesia Menjanjikan Banyak Hal baik di lapangan, tapi PSSI...

Media Amerika menyebut situasi ini sebagai “hal yang jauh dari keadaan normal” dan menilai bahwa keputusan PSSI mengganti pelatih Timnas Indonesia adalah langkah
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 21:14 WIB
Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • X @timnasindonesia

tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 menjadi pukulan berat bagi publik sepak bola Tanah Air. 

Di bawah asuhan Patrick Kluivert, skuad Garuda yang sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal justru harus tersingkir pada fase akhir kualifikasi setelah takluk dari Arab Saudi dan Irak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, harapan besar sempat menggelora ketika Indonesia mampu menembus babak keempat, sebuah pencapaian yang sebelumnya nyaris mustahil dibayangkan. 

Namun, asa itu kini kembali pudar, menyisakan tanda tanya besar tentang arah dan strategi PSSI dalam membangun tim nasional. 

Tak lama berselang, federasi mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama bersama Kluivert dan jajaran stafnya, keputusan yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan penggemar.

Meski hasil di lapangan tak sesuai ekspektasi, pandangan dari media internasional justru menghadirkan sudut berbeda. 

ESPN, media olahraga asal Amerika Serikat, menilai bahwa kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan cerminan bahwa Timnas Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi. 

Dalam ulasan panjangnya, ESPN menegaskan bahwa “para penggemar Indonesia yang telah lama menderita berhak mendapatkan penjelasan,” seraya menyoroti bagaimana momentum positif yang dibangun sejak era Shin Tae-yong seakan terhenti akibat pergantian pelatih yang terlalu cepat. 

Media tersebut menyebut situasi ini sebagai “hal yang jauh dari keadaan normal” dan menilai bahwa keputusan mengganti pelatih di tengah proses pembangunan jangka panjang adalah langkah yang kurang bijak.

Skuad Timnas Indonesia saat lawan Arab Saudi
Skuad Timnas Indonesia saat lawan Arab Saudi
Sumber :
  • Instagram/erickthohir

 

Menurut ESPN, jika melihat dari sisi komposisi pemain, Indonesia sebenarnya memiliki modal yang kuat untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030. 

Skuad muda yang telah menembus berbagai kompetisi Asia dinilai punya prospek cerah, asalkan federasi mampu menjaga kontinuitas dan konsistensi arah pembangunan tim. 

“Indonesia tentu harus melihat kampanye kualifikasi Piala Dunia terbaru sebagai sebuah pencapaian,” tulis ESPN, menekankan bahwa perjalanan kali ini seharusnya menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh, bukan alasan untuk memulai dari awal lagi. 

Dengan potensi pemain-pemain yang tersebar di berbagai liga Asia dan Eropa, Indonesia disebut punya kans besar untuk menantang kekuatan besar Asia di masa depan.

Namun demikian, ESPN juga memberikan catatan keras kepada PSSI agar tidak mengulangi kesalahan serupa. 

Mereka menilai bahwa pergantian dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert adalah contoh nyata hilangnya arah strategis federasi. Keputusan itu dinilai “mematikan momentum skuad Garuda” yang sebelumnya tengah berkembang secara stabil. 

Lebih jauh, ESPN menyebut bahwa PSSI perlu memiliki “kesamaan pandangan dan strategi” dalam membangun tim nasional. Menurut mereka, stabilitas dalam kepelatihan menjadi kunci utama jika Indonesia ingin mencapai visi jangka panjang. 

Patrick Kluivert didepak dari Timnas Indonesia
Patrick Kluivert didepak dari Timnas Indonesia
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/am

 

“Hal itu tidak berarti melakukan perubahan mendadak dalam pemilihan pelatih hanya karena perubahan komposisi skuad,” tulis laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa langkah seperti itu justru dapat menghancurkan fondasi yang sudah dibangun.

Sebagai penutup, media Amerika itu menyatakan bahwa Indonesia masih menjanjikan banyak hal baik di lapangan. 

Dukungan publik yang luar biasa, regenerasi pemain yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas individu menjadi sinyal positif untuk masa depan. Namun, semua potensi itu akan sia-sia tanpa arah dan strategi yang konsisten dari federasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini, meskipun Indonesia menjanjikan banyak hal baik di lapangan, semuanya terasa sangat aneh,” tutup ESPN.

Sebuah refleksi bahwa kegagalan menuju Piala Dunia bukanlah akhir, melainkan peringatan keras agar PSSI benar-benar membangun fondasi yang berkelanjutan demi masa depan sepak bola nasional. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT