Indra Sjafri Pusing Tujuh Keliling, 5 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games Malah Terancam Absen, Ada Apa?
- X - Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Media Vietnam, Soha, menyoroti situasi pelik yang tengah dialami Timnas Indonesia menjelang SEA Games ke-33 yang akan digelar pada Desember 2025.
Dalam laporan terbarunya, Soha menyebut bahwa tim asuhan Indra Sjafri kini menghadapi tantangan berat dalam menyusun kekuatan terbaik untuk bersaing di ajang bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Soha membuka laporannya dengan menuliskan bahwa “Tim Indonesia U-22 menghadapi kesulitan dalam persiapan SEA Games ke-33.”
- tvOnenews-Taufik Hidayat
Kalimat itu menggambarkan kondisi nyata yang sedang dihadapi skuad Garuda Muda di mana ambisi besar Indra Sjafri terancam kandas akibat berbagai hambatan dari luar lapangan.
Dalam rencananya, Indra Sjafri ingin membangun tim yang solid dengan memadukan talenta muda lokal dan pemain keturunan yang telah dinaturalisasi.
Ia disebut berencana memanggil empat pemain naturalisasi dan satu pemain yang kini berkarier di luar negeri untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22 di ajang tersebut.
Media Vietnam itu bahkan merinci nama-nama yang menjadi incaran sang pelatih.
- X @timnasindonesia
Keempat pemain naturalisasi tersebut adalah Tim Geypens (FC Emmen – Belanda), Dion Markx (TOP Oss – Belanda), Ivar Jenner (Utrecht – Belanda), dan Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat).
Sementara satu nama lainnya yang sudah lebih dulu dikenal publik adalah Marselino Ferdinan (Trencin – Slovakia).
Namun rencana itu tidak berjalan semulus yang diharapkan. Soha mengungkapkan bahwa tanggapan dari klub-klub pemilik kelima pemain tersebut ternyata kurang positif.
“Tanggapan dari 5 klub pemilik kelima nama yang disebutkan di atas tidak terlalu positif. Kemungkinan besar, timnas U-22 Indonesia tidak akan bisa memasukkan kelompok pemain ini ke dalam daftar peserta SEA Games 33,” kata Soha.
- Instagram/marselinoferdinan10
Penyebab utamanya adalah karena SEA Games tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain mereka.
Situasi ini membuat posisi Indra Sjafri semakin terjepit. Ia harus segera menentukan langkah alternatif, sementara waktu persiapan semakin menipis.
Load more