News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Penyebab Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Zambia di Piala Dunia U-17 2025, Nomor 4 Bikin Nova Arianto Emosi

Unggul duluan tapi malah kalah 1-3! Ini 5 penyebab mengapa Timnas Indonesia U-17 tumbang dari Zambia di Piala Dunia U-17 2025.
Rabu, 5 November 2025 - 08:00 WIB
Dikalahkan Zambia, Timnas Indonesia U-17 Justru Dapat Dukungan Tak Terduga dari Fans Asia Tenggara
Sumber :
  • Istimewa/@timnasindonesia

tvOnenews.com - Timnas Indonesia U-17 harus memulai perjalanan mereka di Piala Dunia U-17 2025 dengan hasil yang kurang menggembirakan.

Dalam laga perdana Grup H yang digelar di Lapangan 7 Aspire Zone, Qatar, Selasa (4/11) malam WIB, Garuda Muda takluk 1-3 dari Zambia U-17.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, pasukan Nova Arianto sempat unggul lebih dulu lewat gol indah Zahaby Goly setelah menerima umpan matang dari Evandra Florasta.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan sebentar. Zambia membalikkan keadaan dengan tiga gol cepat dalam rentang tujuh menit, dua di antaranya diciptakan Abel Nyirongo dan satu gol dari Lukonde Mwale.

Lalu, apa yang membuat Indonesia harus tumbang di laga pembuka ini?

Berikut tiga faktor utama yang jadi penyebab kekalahan Garuda Muda dari Zambia.

1. Sisi Kiri Pertahanan Jadi Titik Lemah

Sejak menit awal, Zambia sudah mengincar sektor kiri pertahanan Indonesia yang dijaga Fabio Azkairawan.

Beberapa kali pemain sayap Zambia, Kelvin Chipelu, mampu menembus area tersebut dan melepas umpan silang berbahaya.

Dua dari tiga gol Zambia bahkan berawal dari sisi ini. Kombinasi umpan silang akurat dan pergerakan cepat para pemain depan Zambia membuat lini belakang Indonesia kewalahan.

Baru di babak kedua, Nova Arianto melakukan perubahan dengan menarik Fabio dan memasukkan Fadly Alberto untuk mengisi pos bek kiri.

Pergantian ini sedikit memperkuat pertahanan, tapi kerusakan sudah terjadi di paruh pertama.

2. Kewalahan Hadapi Pressing Agresif Zambia

Salah satu keunggulan Zambia yang paling mencolok adalah intensitas pressing mereka. 

Setiap pemain Indonesia yang memegang bola langsung dikepung dua hingga tiga pemain lawan.

Tekanan semacam ini membuat Garuda Muda kesulitan mengalirkan bola dengan rapi.

Beberapa kali kesalahan sendiri di area tengah berujung fatal.

Nazriel Alvaro dan Matthew Baker kehilangan bola di area berbahaya yang akhirnya berujung gol untuk Zambia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih harus belajar mengatasi pressing tinggi dengan distribusi bola yang lebih cepat dan pengambilan keputusan yang lebih tenang.

3. Lini Depan Kurang Efektif

Meski kalah, Indonesia sejatinya memiliki sejumlah peluang emas, terutama di babak kedua.

Evandra Florasta tampil menonjol dengan dribelnya, namun penyelesaian akhir tim belum optimal.

Mierza Firjatullah sempat memiliki kesempatan emas dalam situasi satu lawan satu dengan kiper, tapi gagal memanfaatkannya.

Begitu pula dengan sepakan keras Rafi Rasyiq yang hanya membentur tiang gawang.

Dari sisi permainan, serangan Indonesia terlalu bergantung pada kemampuan individu, terutama Evandra.

Padahal, untuk menghadapi tim sekuat Zambia, serangan kolektif dengan kombinasi umpan cepat lebih dibutuhkan agar peluang bisa dikonversi menjadi gol.

Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran penting bagi anak asuh Nova Arianto sebelum menghadapi laga berat berikutnya melawan Brasil di matchday kedua Grup H.

Garuda Muda harus memperbaiki koordinasi pertahanan, mengasah ketenangan dalam menghadapi pressing lawan, dan yang paling penting, meningkatkan efektivitas di lini depan jika ingin menjaga asa di Piala Dunia U-17 2025.

4. Masih Grogi

Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-17 tampak belum sepenuhnya lepas dari rasa gugup saat menjalani laga pembuka Piala Dunia U-17 2025. 

Tekanan pertandingan perdana di level dunia membuat mereka terlihat ragu dan bermain kurang lepas, terutama di babak kedua.

Kondisi tersebut membuat pelatih Nova Arianto sempat geram karena anak asuhnya tidak tampil dengan kepercayaan diri penuh.

Ia menegaskan bahwa rasa takut hanya akan membuat tim terus berada di bawah tekanan.

“Di ruang ganti saya sampaikan, ‘Sekali lagi kalau kalian sebagai pemain takut di lapangan, takut untuk benturan, takut dalam menguasai bola ya situasinya kita akan selalu tertekan’,” ujar Nova usai pertandingan, Rabu (5/11/2025).

5. Hilang Fokus Sejak Pertengahan Babak Pertama

Dampak dari rasa gugup itu mulai terlihat ketika Timnas Indonesia U-17 kebobolan gol penyeimbang dari Abel Nyirongo di menit ke-35. 

Setelah momen tersebut, konsentrasi para pemain langsung menurun drastis.

Dalam kurun waktu hanya tujuh menit, Zambia berhasil mencetak tiga gol dan membalikkan keadaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fokus permainan Garuda Muda benar-benar buyar di pertengahan babak pertama, membuat mereka sulit kembali mengendalikan situasi hingga akhir laga.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Masih Abu-Abu, Taspen Tegaskan Belum Ada Rapel Cair

Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Masih Abu-Abu, Taspen Tegaskan Belum Ada Rapel Cair

Kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 belum pasti. Taspen pastikan belum ada rapel cair dan imbau masyarakat waspada hoaks.
Reaksi Warga Jabar Tahu Gubernur KDM Tinjau Kondisi Jembatan Cirahong, Imbas Dugaan Dijaga Pungli Viral

Reaksi Warga Jabar Tahu Gubernur KDM Tinjau Kondisi Jembatan Cirahong, Imbas Dugaan Dijaga Pungli Viral

Warga Jawa Barat mengomentari kunjungan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) pastikan kondisi Jembatan Cirahong, Ciamis aman untuk kendaraan motor dari dua arah.
Dari Pegawai Terbaik ke Kursi Dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi: Prestasi Ida Hamidah Tersorot, Harta Rp5,4 Miliar Ikut Jadi Sorotan

Dari Pegawai Terbaik ke Kursi Dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi: Prestasi Ida Hamidah Tersorot, Harta Rp5,4 Miliar Ikut Jadi Sorotan

Profil Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta Bandung yang dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi. Dari prestasi gemilang hingga sorotan harta kekayaan miliaran rupiah.
Banyak Kejanggalan di Laga Kontra Atletico Madrid, Barcelona Dikabarkan Siap Lapor UEFA

Banyak Kejanggalan di Laga Kontra Atletico Madrid, Barcelona Dikabarkan Siap Lapor UEFA

Barcelona dikabarkan siap protes ke UEFA usai kalah 0-2 dari Atletico. Hansi Flick murka soal keputusan wasit dan VAR yang dinilai rugikan Blaugrana.
Haji Her Dipanggil KPK, Bantah Terlibat Kasus Bea Cukai: “Saya Tidak Tahu Apa-Apa”

Haji Her Dipanggil KPK, Bantah Terlibat Kasus Bea Cukai: “Saya Tidak Tahu Apa-Apa”

Haji Her penuhi panggilan KPK terkait kasus Bea Cukai. Pengusaha tembakau asal Madura mengaku tidak tahu soal perkara yang diselidiki.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT