Belum Juga Hadapi Myanmar dan Filipina, Media Vietnam Sudah Cemas Lihat Timnas Indonesia Makin Perkasa Jelang SEA Games 2025
- Instagram/ivarjnr
tvOnenews.com - Belum bertanding melawan Myanmar dan Filipina di Grup C, Timnas Indonesia U-22 sudah lebih dulu membuat media Vietnam ketar-ketir.
Laporan terbaru dari Soha.vn bahkan menyebut bahwa ambisi Vietnam di SEA Games 2025 bisa langsung terancam setelah Indonesia mengambil langkah berani dengan memanggil lima pemain naturalisasi keturunan Belanda sekaligus.
Dalam artikel mereka, Soha menulis: “SEA Games 33: Ambisi Vietnam Terancam Saat U22 Indonesia ‘Bermain Besar’ dengan 5 Bintang Naturalisasi.”
- Instagram/ivarjnr
Media tersebut menilai kebijakan PSSI dan pelatih Indra Sjafri sebagai sinyal kuat bahwa Garuda Muda datang bukan hanya untuk sekadar bersaing, tetapi untuk mempertahankan medali emas yang diraih pada edisi 2023.
Soha menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya, Indonesia memanggil lima pemain kelahiran Belanda ke skuad SEA Games: Dion Markx, Ivar Jenner, Rafael Struick, Jens Raven, dan Mauro Zijlstra.
Tiga di antaranya bahkan masih aktif berkompetisi di Belanda, menegaskan bahwa Timnas U-22 datang membawa kualitas Eropa ke turnamen Asia Tenggara.
Media Vietnam itu menilai langkah Indonesia sebagai bentuk “bermain besar”, menunjukkan bahwa PSSI tidak mau setengah-setengah dalam misi mempertahankan gelar.
- Antara
Penambahan para pemain diaspora ini dinilai mampu meningkatkan kualitas teknis, kekuatan fisik, serta kedalaman skuad Garuda Muda.
Tak berhenti di situ, Soha juga menyoroti bahwa Indonesia mengirim pesan tegas kepada para pesaing: Timnas U-22 tidak datang untuk imbang, tetapi untuk merebut puncak klasemen di setiap pertandingan.
Mereka menuliskan bahwa komposisi pemain bertalenta Eropa ini bisa mengubah peta persaingan secara signifikan. Tim-lawan, termasuk tuan rumah Thailand dan rival klasik seperti Vietnam, dinilai harus lebih waspada terhadap kekuatan baru skuad Indra Sjafri.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Menurut Soha, langkah Indonesia memanggil para pemain keturunan Eropa ini bisa menjadi “game changer.”
Dengan hadirnya para pemain yang mereka sebut “bintang-bintang hibrida”, Indonesia disebut dapat menyulitkan tim mana pun yang berani memasang target tinggi.
Load more