News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pundit Sepak Bola Sebut Timnas Indonesia U-22 Alami Kemunduran Usai Gagal Total di SEA Games 2025: Lebih Meyakinkan Ketika Ditangani Gerald Vanenburg

Kegagalan di SEA Games 2025 pil pahit, tidak hanya bagi Timnas Indonesia U-22, tetapi juga bagi karier Indra di lingkungan PSSI. Pundit bilang Garuda Muda alami
Sabtu, 20 Desember 2025 - 15:34 WIB
Pundit Sepak Bola Sebut Timnas Indonesia U-22 Alami Kemunduran Usai Gagal Total di SEA Games 2025 Lebih Meyakinkan Ketika Ditangani Gerald Vanenburg
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 Thailand meninggalkan kekecewaan mendalam bagi publik sepak bola nasional. 

Digadang-gadang sebagai salah satu unggulan peraih emas, Garuda Muda justru tersingkir lebih awal dan gagal menembus babak semifinal. Hasil ini menjadi sorotan tajam karena Indonesia dinilai memiliki materi pemain yang cukup kompetitif untuk bersaing di level Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil buruk tersebut juga langsung menyeret nama Indra Sjafri ke pusaran kritik. Pelatih yang sebelumnya dikenal sukses di level usia muda itu harus menanggung konsekuensi besar atas performa tim yang dianggap tidak memenuhi ekspektasi. 

SEA Games 2025 pun menjadi titik balik yang pahit, tidak hanya bagi Timnas U-22, tetapi juga bagi karier Indra di lingkungan PSSI.

Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menilai penampilan Indonesia pada SEA Games 2025 justru menunjukkan kemunduran jika dibandingkan dengan era kepelatihan Gerald Vanenburg. Menurutnya, secara permainan, tim sebelumnya terlihat lebih solid dan meyakinkan. 

“Cara bermainnya lebih meyakinkan ketika ditangani Gerald Vanenburg. Tim bisa menguasai permainan,” kata Erwin, dikutip dari ANTARA.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri
Sumber :
  • Kitagaruda.id

Erwin menyoroti bahwa sebagian besar komposisi pemain yang tampil di SEA Games 2025 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan skuad sebelumnya. 

Namun, perbedaan mencolok terlihat pada tingkat kreativitas, semangat juang, hingga konsistensi dalam menjalankan skema permainan. Hal inilah yang menurutnya membuat performa tim terasa menurun di turnamen dua tahunan tersebut.

Ia pun berharap proses pemilihan pelatih tim nasional yang saat ini sedang dilakukan PSSI dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan besar-besaran. Dengan dua nama kandidat yang mengerucut, yakni Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman, Erwin menilai federasi harus berpikir lebih strategis dan jangka panjang.

“Kembali, tugas utama siapa pun pelatih timnas yang akan dipilih PSSI adalah menyiapkan struktur kepelatihan yang terintegrasi dari U-17, U-20, U-23 hingga timnas senior. Bukan model terpisah per tim,” ujar Erwin.

Ia menegaskan bahwa integrasi tersebut penting agar proses transisi pemain berjalan mulus dan filosofi permainan tetap selaras di semua level.

Menurut Erwin, konsistensi filosofi, strategi, dan taktik merupakan kunci agar Indonesia tidak hanya kompetitif di Asia Tenggara, tetapi juga mampu bersaing di level Asia hingga dunia. Tanpa fondasi yang kuat dan berkesinambungan, prestasi Timnas Indonesia akan sulit berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, medali emas sepak bola SEA Games 2025 akhirnya diraih Vietnam usai menundukkan tuan rumah Thailand dengan skor 3-2 pada laga final di Stadion Nasional Rajamangala, Rabu (18/12). Kemenangan tersebut memperpanjang dominasi Vietnam di kawasan, setelah sebelumnya juga menjuarai Piala AFF 2025.

Prestasi Vietnam menjadi cermin bagi Indonesia. Pada final Piala AFF 2025, Timnas Indonesia yang saat itu dilatih Gerald Vanenburg sejatinya tampil dominan, namun tetap harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor tipis 0-1. Perbandingan ini semakin menegaskan adanya penurunan performa di SEA Games 2025.

Kegagalan lolos ke semifinal SEA Games 2025 pun berujung pada keputusan tegas dari PSSI. Indra Sjafri resmi didepak dari seluruh jabatannya, baik sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 maupun sebagai direktur teknik PSSI. 

Keputusan tersebut disampaikan oleh anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, Selasa (16/12) malam WIB.

“Yang pertama, pengakhiran hubungan kerja antara coach Indra Sjafri dengan PSSI, dengan federasi. Berkaitan dengan pengakhiran kerja sama dengan federasi, itu secara keseluruhan,” ujar Sumardji. 

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kegagalan di SEA Games.

Sumardji juga memaparkan bahwa BTN sejatinya telah menyiapkan tim dengan matang, mulai dari pemusatan latihan, uji coba, hingga training camp di Chiangmai. 

Namun, hasil di lapangan tidak sesuai harapan. “Untuk pelaksanaan kita tahu hasilnya sangat tidak menguntungkan, kita tidak bisa lolos,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Sumardji menegaskan bahwa Indra Sjafri menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. 

“Coach Indra Sjafri menerima itu dengan lapang dada, dengan ikhlas,” tuturnya. BTN juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola nasional atas kegagalan di SEA Games 2025 dan berjanji melakukan perbaikan ke depan. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Tak Habis Pikir, PSSI Siapkan Laga Kelas Dunia untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Media Vietnam Tak Habis Pikir, PSSI Siapkan Laga Kelas Dunia untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Media Vietnam kembali menyoroti manuver besar Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday. Rencana ambisius PSSI mengundang tim raksasa Eropa bikin tak habis pikir.
Ekonomi RI Sulit Tembus 5%, Tapi Bisa Kalahkan Ramalan Bank Dunia

Ekonomi RI Sulit Tembus 5%, Tapi Bisa Kalahkan Ramalan Bank Dunia

Bank Dunia merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7 persen, lebih rendah dari estimasi sebelumnya 4,8 persen.
Polisi Buru Pembunuh Sadis Bos Tenda Hajatan di Bekasi

Polisi Buru Pembunuh Sadis Bos Tenda Hajatan di Bekasi

Polres Metro Bekasi buru pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang pengusaha tenda hajatan Eem (60) di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Bernardo Tavares Terang-terangan Jagokan Persib Bandung Jadi Juara Super League Musim Ini

Bernardo Tavares Terang-terangan Jagokan Persib Bandung Jadi Juara Super League Musim Ini

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan pandangannya terkait persaingan menuju gelar juara Super League 2025/2026. Ia secara terbuka menjagokan Persib.
Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo akhirnya dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Sabtu (11/4/2026).
Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski dinilai unggul dari Timnas Thailand dan Timnas Vietnam, media Vietnam meragukan Timnas Indonesia mampu bersaing dan meraih hasil besar di Piala Asia 2027.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT