Dua Tim Muda Futsal Indonesia Tantang Thailand di Final AFF, Ini Pesan Jujur Hector Souto
- Tim tvOne/Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah gemilang Timnas Futsal Indonesia di level usia muda kembali menyedot perhatian. Dua tim junior Merah Putih sukses menembus partai puncak ajang regional Asia Tenggara.
Capaian tersebut datang dari perjalanan kompetitif yang konsisten dan penuh determinasi. Tim U-16 dan U-19 menunjukkan kematangan permainan sejak fase awal hingga babak gugur.
Keberhasilan itu tercatat di Piala AFF Futsal U-16 dan Piala AFF Futsal U-19. Dua tiket final ini menjadi sinyal positif bagi arah pembinaan futsal nasional.
Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia memandang pencapaian ini sebagai buah dari proses panjang yang mulai menemukan bentuk.
Di dua partai puncak, Indonesia akan menghadapi ujian berat. Lawan yang menanti adalah Thailand, tim dengan tradisi kuat dan pengalaman panjang di kancah futsal kawasan.
Duel final ini bukan hanya soal perebutan trofi. Pertandingan tersebut juga menjadi panggung untuk mengukur kesiapan mental dan kualitas generasi penerus futsal Indonesia.
Souto memberi apresiasi tinggi kepada para pemain yang dinilainya memiliki potensi besar. Ia menilai bakat alami para pemain muda Indonesia patut dijaga dan dikembangkan secara serius.
“Kalian punya talenta yang luar biasa. Semoga sukses dan semoga beruntung di fase akhir, para pemain,” tulis Souto melalui akun Instagram miliknya.
Tak berhenti pada pemain, Souto juga menyoroti peran banyak pihak di balik layar. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari ekosistem futsal yang terus bergerak.
“Saya ingin memberikan pengakuan dan apresiasi kepada seluruh ekosistem futsal Indonesia—federasi, klub, pelatih, keluarga, dan berbagai kompetisi—atas upaya berkelanjutan dalam memberikan kesempatan kepada para pemain muda dari seluruh Indonesia untuk berlatih dan berkembang melalui olahraga ini,” tambahnya.
Ia menilai keberadaan kompetisi usia muda memberi ruang tumbuh yang sangat penting. Dari sana, pemain belajar memahami tekanan, ritme, dan tuntutan permainan sejak dini.
Meski demikian, Souto tetap mengingatkan agar euforia tidak menutup mata dari pekerjaan rumah yang masih ada. Ia menilai sejumlah aspek fundamental masih perlu dibenahi agar perkembangan pemain berjalan optimal.
“Namun demikian, kita harus jujur. Sudah jelas bahwa banyak dari mereka belum mendapatkan latihan dengan kualitas yang memadai dan pemahaman permainan mereka masih rendah untuk usia yang mereka wakili, meskipun mereka cerdas dan belajar dengan sangat cepat,” kata Souto.
“Ini bukan kritik terhadap individu, melainkan realitas struktural di Indonesia,” sambung pelatih asal Spanyol tersebut.
Menurut Souto, persoalan tersebut berakar pada sistem pembinaan yang belum sepenuhnya merata. Tanpa perbaikan struktural, potensi besar para pemain berisiko tidak berkembang secara maksimal.
Ia pun menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan. Konsistensi kompetisi dan tuntutan latihan harian dinilai menjadi fondasi utama untuk mencetak pemain berlevel tinggi.
“Kita membutuhkan kontinuitas kompetisi, tuntutan harian dalam latihan, kondisi latihan yang lebih baik, serta pengembangan pelatih yang melampaui sekadar kepemilikan lisensi,” jelas Souto.
Terlepas dari catatan evaluatif tersebut, peluang Indonesia meraih dua gelar tetap terbuka lebar. Kepercayaan diri tim dinilai tengah berada dalam tren positif jelang laga penentuan.
Final Indonesia kontra Thailand di dua kelompok usia akan digelar pada Senin (29/12). Publik berharap momen ini bukan hanya berakhir dengan gelar, tetapi juga menjadi pijakan kuat bagi masa depan futsal Indonesia.
(igp)
Load more