Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Langsung Ditunggu Agenda 'Seabrek' di Tahun 2026
- Reuters/Gareth Bumstead
Jakarta, tvOnenews.com - John Herdman dikabarkan langsung ditunggu banyak agenda penting sepanjang tahun 2026. Hal itu bakal ia alami setelah resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
PSSI akhirnya menjawab penantian publik sepak bola nasional dengan mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru skuad Garuda. Keputusan ini diumumkan melalui laman resmi Federasi pada Sabtu (3/1/2026) pukul 15.00 WIB.
Penunjukan Herdman bukan sekadar pergantian pelatih biasa. PSSI ingin menghadirkan figur dengan rekam jejak global dan pengalaman membawa tim nasional bersaing di level tertinggi dunia.
- Instagram/Timnas Indonesia
Nama Herdman dikenal luas sebagai pelatih yang memiliki pendekatan modern dan kepemimpinan kuat. Ia dianggap sebagai sosok arsitek yang mampu membangun fondasi jangka panjang, bukan hanya mengejar hasil instan.
Hal ini tentunya sejalan dengan banyaknya agenda internasional yang telah menanti eks pelatih Kanada tersebut. Berbagai ajang itu juga menjadi langkah awal dalam menyusun kerangka Timnas Indonesia yang baru.
Terdekat, Timnas Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang FIFA Series 2026. Gelaran tersebut nantinya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 23 hingga 31 Maret mendatang.
Setelah itu, Timnas Indonesia masih akan menghadapi agenda FIFA Match Day. Mulai dari Juni, September, Oktober, dan November sudah menunggu racikan Herdman bersama skuad Garuda.
Kemudian, Timnas Indonesia asuhan John Herdman juga akan tampil di kawasan regional Asia Tenggara. Bersama Jay Idzes cs, ia akan tampil di Piala AFF 2026.
- ANTARA
Turnamen sepak bola kawasan Asia Tenggara itu dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026. Turnamen ini sekaligus menjadi target awal bagi Herdman untuk mempersembahkan prestasi.
Sebagai informasi, pelatih asal Inggris tersebut dikenal memiliki pendekatan permainan agresif. Formasi 3-4-2-1 menjadi pakem utama yang menuntut pressing tinggi, intensitas, serta kolektivitas antar lini.
Skema itu dinilai sejalan dengan karakter pemain Indonesia yang mengandalkan kecepatan dan mobilitas. Selain itu, pendekatan tersebut juga menuntut fisik prima dan konsentrasi penuh sepanjang laga.
Load more