Nova Arianto Dicoret dari Timnas Indonesia Senior, Tak Masuk Kriteria John Herdman?
- Kitagaruda.id
tvOnenews.com - Keputusan mencoret nama Nova Arianto dari jajaran Timnas Indonesia senior menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Sosok yang selama ini dikenal sebagai penerus filosofi Shin Tae-yong itu dipastikan tidak masuk dalam struktur staf pelatih timnas level senior, meskipun namanya sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat asisten pelatih lokal.
Situasi ini terjadi bertepatan dengan dimulainya era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman, pelatih asal Inggris yang ditunjuk PSSI sebagai pengganti Patrick Kluivert.
Pergantian kepemimpinan tersebut membawa arah dan pendekatan baru, termasuk dalam penyusunan tim kepelatihan yang kini menjadi sorotan utama publik.
Komitmen John Herdman Libatkan Pelatih Lokal
Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pengembangan pelatih di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji pada 5 Januari 2025, yang menyebut Herdman ingin melibatkan pelatih lokal dalam struktur kepelatihan yang ia bangun.
Sejumlah nama pun mulai mencuat sebagai kandidat asisten pelatih lokal. Tiga di antaranya adalah Zulkifli Syukur, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Nova Arianto.
Ketiganya dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni, baik sebagai mantan pemain tim nasional maupun pelatih di berbagai level.
- Canadian Olympic Committee
Dari sisi pengalaman, ketiga nama tersebut memang sulit dipandang sebelah mata. Mereka telah lama berkecimpung di lingkungan Timnas Indonesia dan memahami dinamika sepak bola nasional.
Namun, muncul pandangan bahwa Nova Arianto justru sebaiknya tidak ditarik ke tim senior karena peran strategis yang telah ia emban saat ini.
Alasan Nova Arianto Tak Dipilih Dampingi Herdman
Nova Arianto dikenal sebagai pelatih yang telah matang dalam membentuk karakter permainan tim. Di mata publik, ia dianggap sukses menerjemahkan filosofi Shin Tae-yong ke dalam tim-tim usia muda.
Meski telah berpisah dengan STY sejak Januari 2025, pendekatan permainan ala Shin Tae-yong-isme masih sangat kental dalam tim asuhan Nova.
Prestasinya pun nyata. Saat menangani Timnas Indonesia U-16 dan U-17, Nova berhasil membawa Garuda Muda meraih hasil positif, termasuk lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2025.
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilannya dalam membangun sistem dan karakter permainan.
Kekhawatiran pun muncul jika Nova harus bergeser menjadi asisten pelatih John Herdman. Gaya dan filosofi permainan yang sudah mengakar dikhawatirkan akan terkikis karena ia harus menyesuaikan diri dengan pendekatan khas sang pelatih kepala.
Padahal, tim-tim asuhan Nova selama ini dinilai atraktif dan menghibur bagi penikmat sepak bola nasional.
Fokus U-20 dan Peluang Pelatih Lokal Lain
Akhirnya, PSSI memastikan Nova Arianto tidak masuk dalam kandidat asisten pelatih lokal Timnas Indonesia senior. Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Sumardji, yang menyebut Nova akan fokus penuh menangani Timnas Indonesia U-20.
“Nova sudah kami plot kan jadi pelatih Timnas Indonesia U-20. Karena kan dia punya tanggung jawab yang cukup besar, karena kan agendanya U-20 ini kan ke depan juga banyak, sehingga dia lebih fokus ke searah sana,” kata Sumardji pada awak media, Rabu (7/1/2026).
John Herdman sendiri telah resmi ditetapkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dan akan didampingi oleh asisten pelatih asing. Di sisi lain, PSSI tetap menyediakan slot khusus bagi pelatih lokal sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya kepelatihan nasional.
Sumardji menegaskan bahwa peluang bagi pelatih lokal tetap terbuka luas, termasuk mereka yang saat ini aktif menangani klub di Super League maupun Championship.
“Ya tadi saya bilang bukan hanya dua namanya, itu banyak sekali yang akan kita. Saya juga dapat masukan dari beberapa teman-teman yang memang sudah punya lisensi di kepelatihan,” ujarnya.
“Nanti biar kembali lagi, biar dipilih sendiri oleh John mau pilih siapa,” jelasnya.
BTN menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan John Herdman. PSSI hanya menyodorkan nama-nama potensial tanpa mencampuri kebijakan teknis pelatih kepala.
Federasi pun menegaskan ingin menciptakan komposisi staf pelatih yang lebih seimbang, tidak melulu diisi oleh pelatih asing, demi memastikan transfer ilmu berjalan optimal. (udn)
Load more