News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

John Herdman: Asal-Usul Bukan Jaminan, Hanya Pemain Terbaik yang Dipilih ke Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan sikap tegas terkait kriteria pemain yang akan memperkuat skuad Garuda.
Kamis, 15 Januari 2026 - 10:20 WIB
John Herdman Pelatih Timnas Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan sikap tegas terkait kriteria pemain yang akan memperkuat skuad Garuda. Ia menolak anggapan bahwa paspor atau garis keturunan menjadi faktor penentu dalam pemanggilan pemain.

‎Bagi Herdman, sepak bola adalah soal kemampuan, komitmen, dan kesiapan bersaing di level tertinggi. Setiap pemain, siapa pun latar belakangnya, harus membuktikan kualitasnya jika ingin masuk dalam rencana tim nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Pernyataan tersebut dilontarkan Herdman saat berbicara kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/1). Ia menilai perdebatan soal asal-usul pemain kerap mengaburkan tujuan utama membangun tim yang kuat.

‎Menurut pelatih berusia 50 tahun itu, keberagaman justru menjadi realitas yang tak terpisahkan dari sepak bola modern. Tim nasional, kata dia, seharusnya memanfaatkan kondisi tersebut sebagai kekuatan, bukan memandangnya sebagai hambatan.

‎Herdman menegaskan dirinya hanya tertarik pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan. Aspek teknis, kecerdasan bermain, serta mental bertanding menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.

‎"Saya tidak melihat paspor atau latar belakang, saya hanya melihat pemain itu sendiri," kata Herdman.

‎"Keragaman adalah kekuatan. Kalau kita anggap itu kelemahan maka akan tetap jadi kelemahan," sambungnya. 

‎Untuk memperjelas pandangannya, Herdman mengulas pengalaman masa lalunya ketika menangani tim nasional Kanada. Ia menyebut situasi serupa pernah ia hadapi, bahkan dengan spektrum latar belakang yang jauh lebih luas.

‎Di Kanada, banyak pemain berasal dari keluarga imigran dengan budaya berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menghalangi mereka membangun kekompakan di dalam tim.

‎Herdman menilai kunci utamanya adalah menyatukan visi dan identitas di ruang ganti. Ketika semua pemain merasa setara dan memiliki tujuan yang sama, perbedaan akan larut dengan sendirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎"Waktu di Kanada, ada banyak keragaman di sana. Banyak imigran di sana. Tapi kami bersatu di ruang ganti. Ada orang Amerika, Inggris, Skotlandia, mana-mana. Tapi kami bisa bergabung secara kolektif dengan jersi yang sama," ucap Herdman. 

‎Ia berharap prinsip tersebut bisa diterapkan di Timnas Indonesia. Herdman ingin para pemain fokus membawa satu identitas dan satu kebanggaan yang sama.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gervonta Davis Jadi Buronan Polisi Amerika Serikat,  Gara-Gara Terjerat Dugaan Kasus KDRT

Gervonta Davis Jadi Buronan Polisi Amerika Serikat, Gara-Gara Terjerat Dugaan Kasus KDRT

Raja tinju kelas ringan WBA, Gervonta Davis saat ini tengah menjadi buronan kepolisian Amerika Serikat karena diduga kembali terjerat kasus dugaan KDRT.
Sifat Asli Denada Diungkap Mantan ART, Akui Mengenal Ressa Rizky dari Masa Kecil

Sifat Asli Denada Diungkap Mantan ART, Akui Mengenal Ressa Rizky dari Masa Kecil

Sifat asli Denada diungkap oleh mantan asisten rumah tangganya (ART), akui mengenal Ressa Rizky saat masih kecil.
Bursa Transfer Juventus: Ogah Tebus Federico Chiesa, Bianconeri Justru Incar Striker Liga Inggris yang Punya Harga Mahal

Bursa Transfer Juventus: Ogah Tebus Federico Chiesa, Bianconeri Justru Incar Striker Liga Inggris yang Punya Harga Mahal

Juventus kabarnya mengincar striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Padahal, mereka tidak mau memenuhi permintaan harga Liverpool untuk Federico Chiesa.
Debut Alvaro Arbeloa Diledek San Marino, Real Madrid Diajak Sparring Negara Rangking Bawah FIFA

Debut Alvaro Arbeloa Diledek San Marino, Real Madrid Diajak Sparring Negara Rangking Bawah FIFA

Laga perdana Alvaro Arbeloa bersama Real Madrid malah disingkirkan Albacete dari 16 besar Copa Del Rey, tim ranking terbawah FIFA San Marino ajak uji tanding.
5 Pemain Top Eropa ini Ternyata Pernah Bela Persib Bandung, Dari Eks Penggawa Chelsea hingga LaLiga

5 Pemain Top Eropa ini Ternyata Pernah Bela Persib Bandung, Dari Eks Penggawa Chelsea hingga LaLiga

Persib Bandung pernah diperkuat pemain top Eropa. Dari eks penggawa Chelsea hingga LaLiga, simak daftar lengkapnya di sini.
Baru Debut di MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Pilih Fokus Kembangkan Motor Prima Pramac Yamaha

Baru Debut di MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Pilih Fokus Kembangkan Motor Prima Pramac Yamaha

Toprak Razgatlioglu mengaku pilih fokus mengembangkan motor YZR-M1 V4 bersama Prima Pramac Yamaha meski baru debut di MotoGP 2026.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan

Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan

Berikut tema teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk shalat Jumat, dengan judul "Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan".
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Barang-Barang Berceceran di Sekitar Lokasi Penemuan Mulai dari Sepatu hingga Dompet

Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Barang-Barang Berceceran di Sekitar Lokasi Penemuan Mulai dari Sepatu hingga Dompet

Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet yang hilang sejak Senin (29/12/2025) lalu ditemukan tewas pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.22 WIB. Dia diduga mengalami hipotermia. 
Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan aksi Khairun Nisya yang menyamar sebagai pramugari Batik Air.
Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Medsos sempat dihebohkan dengan kabar hilangnya pendaki di gunung Slamet beberapa waktu lalu. Kini pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal.
Bobotoh Kena PHP Penyerang Kroasia, Rumor Transfer Marko Dugandzic ke Persib Bandung Kini Berubah Arah

Bobotoh Kena PHP Penyerang Kroasia, Rumor Transfer Marko Dugandzic ke Persib Bandung Kini Berubah Arah

Menjelang dibukanya bursa transfer, Persib kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok penyerang asal Kroasia, Marko Dugandzic.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT