Resmi! 1 Pemain Timnas Indonesia Pergi Jelang Debut John Herdman Bersama Garuda di FIFA Series
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Jelang debut John Herdman, Shayne Pattynama resmi dilepas Buriram United. Bek Timnas Indonesia itu kini berstatus tanpa klub menjelang bergulirnya FIFA Series.
Era baru Timnas Indonesia di bawah komando pelatih anyar John Herdman akan segera dimulai dengan ujian perdana yang menantang. Juru taktik yang baru saja diperkenalkan PSSI tersebut langsung tancap gas mempersiapkan Skuad Garuda untuk tampil di ajang bergengsi FIFA Series yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang di Jakarta.
Turnamen ini digadang-gadang menjadi panggung pembuktian awal bagi Herdman dalam meracik strategi terbaik bersama Marselino Ferdinan dan rekan-rekan. Ketua Umum PSSI Erick Thohir bahkan menyebut FIFA Series 2026 sebagai momentum krusial untuk menguji kesiapan mental dan teknis tim di bawah arahan pelatih baru.
FIFA secara resmi telah menunjuk Indonesia sebagai salah satu tuan rumah pertandingan lintas konfederasi. Skuad Garuda dijadwalkan menjamu Bulgaria dari Eropa, Kepulauan Solomon dari Oseania, serta Saint Kitts dan Nevis yang mewakili kawasan Karibia.
“Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberi variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim,” ujar Erick Thohir, dikutip dari laman resmi PSSI. Ia menilai para pemain akan terbiasa secara mental dan teknis menghadapi lawan dengan karakter yang berbeda.
Ujian terberat dipastikan datang dari Bulgaria yang saat ini menempati peringkat ke-88 dunia. Posisi tersebut jauh di atas Indonesia yang berada di peringkat ke-122 dalam ranking FIFA.
Bulgaria juga memiliki sejarah panjang di sepak bola dunia dengan tujuh kali penampilan di Piala Dunia. Negara tersebut pernah melahirkan pemain top seperti Dimitar Berbatov yang dikenal luas di kancah Eropa.
Sementara itu, dua calon lawan lainnya berada di bawah Indonesia dalam ranking FIFA. Kepulauan Solomon menempati posisi ke-152, sedangkan Saint Kitts dan Nevis berada di peringkat ke-155.
Erick Thohir menilai turnamen ini sebagai kesempatan emas untuk membentuk fondasi tim yang lebih tangguh. Ajang tersebut dinilai penting sebelum Indonesia menghadapi agenda padat seperti ASEAN Cup, Piala Asia 2027, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Load more