Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Bakal Naturalisasi 3 Pemain Eropa
- Kolase tvOnenews
tvOnenews.com - Media Vietnam secara mengejutkan menyoroti langkah baru Timnas Indonesia di bawah komando pelatih anyar, John Herdman.
Mereka menilai pernyataan terbuka Herdman soal pemain kelahiran Indonesia di luar negeri sebagai sinyal kuat bahwa Garuda berpotensi menambah tiga pemain naturalisasi berkualitas tinggi dalam proyek besar menuju Piala Dunia 2030.
Sorotan itu muncul tak lama setelah John Herdman diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Herdman menyampaikan pesan tegas bahwa pintu tim nasional tetap terbuka bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri, terutama mereka yang terbiasa bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.
Menurut Herdman, ambisi besar tidak bisa dibangun dengan cara biasa.
Ia menegaskan filosofi yang selalu ia pegang sepanjang karier kepelatihannya.
"Jika Anda ingin melangkah jauh, Anda membutuhkan pemain kelas satu dan dua, yaitu mereka yang terbiasa dengan tekanan liga-liga top."
Pernyataan itu dipandang sebagai fondasi penting dalam mimpi Garuda untuk tampil di Piala Dunia 2030, sekaligus mengindikasikan bahwa jalur naturalisasi masih menjadi bagian strategis dalam rencana jangka panjang Timnas Indonesia.
Media Vietnam Soroti Tiga Nama Potensial
Menanggapi pernyataan tersebut, media Vietnam TheThao247 langsung mengaitkannya dengan tiga nama pemain keturunan yang dinilai bisa menjadi “senjata baru” Timnas Indonesia.
"Indonesia membuka pintunya untuk tiga superstar naturalisasi lagi, termasuk mantan anak didik Mourinho," tulis TheThao247.

- Fenerbahce Official
Nama pertama yang disorot adalah Jayden Oosterwolde. Bek kelahiran 2001 itu saat ini memperkuat Fenerbahce dan dikenal memiliki pengalaman panjang di Eropa.
Oosterwolde mengenyam pendidikan sepak bola di akademi FC Twente, sempat bermain di Italia, lalu berkembang pesat di Liga Turki.
Dengan hampir 90 penampilan bersama Fenerbahce di berbagai kompetisi, Oosterwolde dinilai matang secara fisik dan mental.
Ia memiliki darah Indonesia, Belanda, dan Suriname, serta pernah menyampaikan pernyataan yang kini kembali ramai diperbincangkan.
"Saya tidak pernah menolak Indonesia, hanya saja waktunya belum tepat."
Keunggulan Oosterwolde terletak pada fleksibilitasnya.
Ia mampu bermain sebagai bek kiri, bek tengah bahkan gelandang bertahan—atribut yang sangat cocok dengan sepak bola modern dan kebutuhan taktik tim nasional.
Nama kedua yang disorot media Vietnam adalah Tristan Gooijer.
"Nama kedua adalah Tristan Gooijer, pemain kelahiran 2004 yang saat ini bermain untuk PEC Zwolle dengan status pinjaman dari Ajax," tulis TheThao247.

- peczwolle.nl
Pemain muda ini memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Maluku.
Gooijer dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu mengisi berbagai posisi di lini belakang maupun lini tengah.
Kemampuannya beradaptasi di beberapa peran membuat Gooijer dinilai ideal untuk menambah kedalaman skuad, terutama jika Indonesia mengandalkan formasi tiga atau lima bek, seperti yang kerap digunakan dalam beberapa tahun terakhir.
Nama ketiga yang masuk radar adalah Jenson Seelt.
"Kasus ketiga adalah Jenson Seelt, seorang bek tengah dengan tinggi hampir dua meter yang saat ini dipinjamkan ke Sunderland dan VfL Wolfsburg."

- Instagram/VfL Wolfsburg
Bek muda ini memiliki kakek asal Ambon dan dibesarkan dalam sistem akademi PSV sebelum berkarier di Inggris.
Seelt mulai mencuri perhatian ketika tampil reguler dan menunjukkan performa solid, terutama dalam duel udara dan tekel.
Dengan postur hampir dua meter, Seelt menawarkan keunggulan fisik yang selama ini kerap menjadi kelemahan Timnas Indonesia saat menghadapi lawan-lawan Asia dengan kekuatan udara.
Jika ketiga pemain tersebut benar-benar menyelesaikan proses naturalisasi, Timnas Indonesia akan mendapatkan peningkatan signifikan dari sisi fisik, pengalaman, dan kedalaman skuad.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal jelas bahwa Garuda tak lagi sekadar ingin bersaing di Asia Tenggara, melainkan mulai menatap level Asia bahkan dunia.
Di bawah arahan John Herdman strategi ini menunjukkan bahwa Indonesia serius membangun tim nasional dengan standar internasional.
Kini, publik hanya tinggal menunggu: apakah wacana yang disorot media Vietnam ini akan benar-benar terwujud dalam waktu dekat?
(tsy)
Load more