Profil Nicholas Mjosund, Striker Diaspora Rosenborg yang Kini Dipanggil Timnas Indonesia U-17
- Instagram @n.mjosund
“Sekaligus menjadi bagian dari proses bagi pelatih Timnas Indonesia U-17 nantinya untuk mengobservasi hal-hal yang perlu dievaluasi ke depan.”
Nova juga menegaskan pentingnya jam terbang internasional bagi pemain muda.
“Mereka sangat membutuhkan pengalaman bertanding dengan intensitas yang berbeda. Ini akan menjadi proses belajar yang baik agar pemain muda terus berkembang,” pungkasnya.
Profil Lengkap Nicholas Indra Mjosund
Nicholas Indra Mjosund lahir di Norwegia pada 13 Januari 2010. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.
Karena ibunya masih berstatus Warga Negara Indonesia saat Nicholas lahir, ia berhak memiliki paspor ganda terbatas Indonesia, tanpa perlu menjalani proses naturalisasi.
Di usia yang masih sangat muda, Nicholas sudah memiliki keunggulan fisik mencolok dengan tinggi badan 1,85 meter, postur yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Ia biasa bermain sebagai penyerang sayap, baik di sisi kiri maupun kanan, dengan kaki kanan sebagai andalan.
Nicholas saat ini menimba ilmu di akademi Rosenborg BK U-15, salah satu klub tersukses dan paling bersejarah di Norwegia, yang dikenal memiliki sistem pembinaan usia muda yang kuat dan disiplin.
Statistik dan Data Singkat
Berikut profil Nicholas Mjosund yang dikutip dari Transfermarkt:
Profil Nicholas Indra Mjosund
Nama lengkap: Nicholas Indra Mjosund
Tempat, tanggal lahir: Norwegia, 13 Januari 2010
Usia: 15–16 tahun
Kewarganegaraan: Norwegia & Indonesia
Tinggi badan: 1,85 meter
Posisi: Sayap kiri (LW) / Sayap kanan (RW)
Kaki dominan: Kanan
Klub: Rosenborg BK U-15
Instagram: @n.mjosund
Statistik Musim 2024 (Rosenborg BK U-15)
Penampilan: 4 pertandingan
Gol: 5 gol
Assist: 1 assist
Meski sempat absen di Piala Dunia U-17, Nicholas Mjosund tetap diproyeksikan sebagai salah satu talenta diaspora paling menjanjikan bagi Timnas Indonesia.
Kombinasi postur ideal, pengalaman di Eropa, serta status kewarganegaraan yang tidak bermasalah membuatnya menjadi aset berharga untuk Garuda Asia di masa depan, khususnya menuju Piala Asia U-17 2026 dan jenjang berikutnya.
Jika konsisten berkembang, Nicholas bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan investasi penting bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Load more