Terlalu Banyak Pemain Bertahan, John Herdman Blak-blakan soal Kondisi Timnas Indonesia Saat Ini
- Tangkapan layar YouTube Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan segera memasuki babak baru di bawah kepemimpinan John Herdman.
Datang sebagai pengganti Patrick Kluivert, pelatih asal Inggris tersebut langsung memancing rasa penasaran publik Tanah Air mengenai strategi dan pendekatan yang akan ia bawa.
Dengan rekam jejak internasional yang cukup kuat, Herdman bukan sosok asing di level sepak bola dunia.
Ia dikenal sukses membangun Timnas Selandia Baru dan Kanada hingga mampu bersaing di turnamen besar, termasuk Piala Dunia.
Karena itu, penunjukannya oleh PSSI dipandang sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sepak bola nasional.
PSSI sendiri mengontrak Herdman selama dua tahun dengan tanggung jawab ganda: menangani Timnas Indonesia senior sekaligus Timnas U-23.

- Tangkapan layar YouTube Timnas Indonesia
Meski belum menjalani laga debut bersama Skuad Garuda, publik sudah menanti seperti apa racikan taktik dan filosofi yang akan diterapkannya.
Rasa penasaran tersebut mulai terjawab.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, John Herdman secara terbuka mengemukakan pandangannya mengenai komposisi skuad saat ini.
Pelatih berusia 50 tahun itu menyoroti satu hal utama, yakni soal dominasi pemain bertahan di dalam skuad Timnas Indonesia.
Alih-alih melihatnya sebagai masalah, Herdman justru menilai kondisi tersebut sebagai potensi kekuatan.
Menurutnya, banyaknya pemain dengan karakter defensif dapat menjadi fondasi penting untuk membangun tim yang solid dan stabil.
"Mengingat banyak dari para pemain itu pemain defensif sehingga memberi kita fondasi pertahanan yang kuat. Yang menurut saya, pelatih mana pun harus bekerja keras dengan apa yang Anda miliki daripada apa yang Anda pikir," kata John Herdman, dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
Herdman menegaskan bahwa tugas pelatih bukan memaksakan sistem ideal, melainkan mengoptimalkan potensi yang sudah ada.
Jika kekuatan utama tim berada di sektor tertentu, maka tim harus dibangun mengelilingi kekuatan tersebut.
Ia juga menepis anggapan bahwa Timnas Indonesia kekurangan kualitas individu.
Menurut Herdman, isu soal minimnya bakat sudah tidak relevan lagi.
"Anda harus bekerja sama. Jika ini inti dan kekuatan tim kami, maka kami akan membangun tim ini di seputaran hal itu. Jadi, saya pikir sudah jelas. Tidak ada alasan tentang bakat kita lagi," jelasnya.
Lebih jauh, Herdman turut menyinggung kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.
Ia menilai keterbatasan waktu menjadi salah satu faktor utama yang menghambat performa skuad, khususnya dalam menyatukan para pemain diaspora.
"Saya pikir dengan pemain diaspora yang telah kami datangkan, butuh waktu bagi mereka untuk menyatu. Dan saya pikir periode Piala Dunia yang lalu, mereka tidak punya waktu lebih untuk membangunnya. Hubungan sejati itu dibutuhkan untuk melewati saat-saat sulit dengan cara-cara yang tepat," ungkap Herdman.
Kini, dengan waktu persiapan yang lebih panjang di tangannya, Herdman optimistis dapat membangun chemistry tim secara lebih matang.
Ia percaya bahwa dengan hubungan antarpemain yang kuat, potensi dan kualitas skuad akan muncul secara alami di lapangan.
"Namun kami akan punya waktu dan kami akan membawa hubungan itu bersama-sama sehingga bakat akan terlihat di sana. Kesempatannya sekarang," pungkasnya.
Sebagai langkah awal, John Herdman dijadwalkan menjalani debut resminya bersama Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026, Maret mendatang.
Skuad Garuda akan menghadapi tiga lawan uji coba, yakni Saint Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon, dan Bulgaria.
Turnamen tersebut akan menjadi panggung pertama untuk melihat arah permainan, struktur tim, serta implementasi filosofi Herdman bersama Timnas Indonesia.
Publik Tanah Air pun kini menanti, apakah fondasi defensif yang kuat benar-benar bisa menjadi titik awal kebangkitan Garuda di level internasional.
(tsy)
Load more