Tepis Isu Pemain Diaspora Ramai Berkarier ke Super League Demi Tampil di Piala AFF 2026, Arya Sinulingga: Terlalu Banyak Teori Konspirasi!
- tvOnenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga secara tegas menepis isu terkait banyaknya pemain diaspora yang memilih berkarier ke Super League demi bisa tampil di Piala AFF 2026. Ia menyebut jika rumor yang beredar hanya sebatas teori konspirasi.
Seperti yang diketahui, sejumlah klub di Super League melakukan berbagai pergerakan dalam bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026. Salah satu langkah berani yang diambil adalah merekrut sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri atau diaspora.
Salah satu klub yang cukup aktif adalah Persija Jakarta. Tim asal ibu kota itu resmi mendatangkan sejumlah nama, mulai dari Shayne Pattynama hingga terbaru, yakni Cyrus Margono.
Tak hanya itu, ada Persib Bandung yang juga memiliki banyak pemain diaspora, bahkan sejak awal musim ini. Sebut saja Thom Haye hingga Eliano Reijnders menjadi nama-nama yang direkrut Maung Bandung.
Akibat adanya fenoma tersebut, banyak pihak yang beranggapan jika hal itu dilakukan demi memuluskan jalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026. Rumor menyebut bahwa ini menjadi langkah PSSI demi bisa memanggil para pemain keturunan ke skuad Garuda.
Apalagi, Timnas Indonesia berambisi meraih gelar juara pada edisi tahun ini. Hal itu semakin menggebu-gebu setelah melihat kegagalan di Piala AFF 2024 yang gagal lolos dari babak penyisihan grup.
Saat disinggung hal itu, Arya Sinulingga selaku Exco PSSI secara tegas menepis kabar tersebut. Menurutnya, itu kabar tak benar dan menjadi teori konspirasi.
"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan gitu. Yang ngasih isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang," ujar Arya Sinulingga di GBK Arena, Jakarta pada Senin (9/2/2026).
"Menyangkut duit, yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub? Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit, tawar menawar, yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan bayar ssitu Bayar-bayar enggak ada urusan PSSI," tambahnya.
Lebih lanjut, tangan kanan Erick Thohir menjelaskan bahwa fenomena banyaknya pemain diaspora yang datang ke Super League semata-mata berhubungan dengan gaji. Ia menilai bahwa sejumlah nama yang direkrut karena ditawarkan dengan gaji besar oleh sejumlah klub kasta tertinggi Liga Indonesia tersebut.
Dirinya menegaskan jika fenomena tersebut tidak ada sangkutannya dengan PSSI. Ia secara gamblang mengatakan bahwa pihak federasi tidak ikut campur, bahkan membantu klub untuk membayarkan gaji kepada pemain diaspora yang berkarier di Super League.
"Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini, klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi," kata Arya.
"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub untuk enggak ada lah, mana ada, enggak pernah terjadi seperti itu," lanjutnya.
Arya pun meminta kepada masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam menyerap informasi yang beredar. Menurutnya, PSSI yang ikut campur dalam urusan perekrutan pemain diaspora ke Super League merupakan sesuatu yang mustahil.
"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain," ucap Arya.
"Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas. Kalau enggak cerdas, nanti malu," tutupnya.
(igp)
Load more