Media Vietnam Curiga Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7 Gara-gara Naturalisasi: Mengkhawatirkan
- Kita Garuda
tvOnenews.com - Kekalahan telak Timnas U-17 Indonesia dalam laga uji coba melawan China tak hanya menjadi bahan evaluasi di dalam negeri, tetapi juga memancing perhatian media luar.
Salah satu media Vietnam bahkan menyinggung program naturalisasi sebagai faktor yang dinilai berkontribusi terhadap hasil tersebut.
Sorotan itu muncul setelah pertandingan yang berakhir dengan skor mencolok, yang kemudian disebut bukan sekadar hasil uji coba biasa, melainkan tanda peringatan bagi kawasan Asia Tenggara.
Menurut laporan media tersebut, kekalahan Indonesia menjadi gambaran persoalan yang lebih luas terkait arah pembangunan sepak bola di kawasan.
"Kekalahan Indonesia 0-7 dari China di kandang sendiri bukan hanya kejutan profesional," tulis TheThao247.vn.
"Tetapi juga peringatan mengenai tren yang mengkhawatirkan dalam sepak bola Asia Tenggara."
Dalam pertandingan tersebut, skuad Indonesia memang didominasi pemain yang berasal dari kompetisi domestik.
Hanya satu pemain diaspora yang tampil, yakni Nicholas Indra yang berkarier di Denmark.
Namun media Vietnam menilai kekalahan itu tetap berkaitan dengan ketergantungan jangka panjang terhadap program naturalisasi di level tim nasional.
"Ketergantungan berlebihan pada sumber daya asing. Kesenjangan tingkat keterampilan menjadi jelas terlihat."
"Pertanyaannya bukan lagi tentang satu kekalahan, tetapi tentang konsekuensi dari strategi pembangunan yang tidak berkelanjutan."
Pandangan ini tidak hanya diarahkan kepada Indonesia, tetapi juga kepada negara-negara Asia Tenggara lain yang mengadopsi pendekatan serupa.
Secara faktual, penggunaan pemain diaspora atau naturalisasi memang bukan hal baru dalam sepak bola internasional.
Banyak federasi memanfaatkan regulasi FIFA terkait garis keturunan untuk meningkatkan kualitas tim nasional, termasuk negara di kawasan Asia seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Namun, perdebatan mengenai dampak jangka panjang terhadap pembinaan pemain lokal masih terus berlangsung di kalangan pengamat.
Media tersebut juga mengklaim bahwa kebijakan tersebut dapat berdampak pada ekosistem pembinaan pemain muda.
"Pemain lokal kehilangan kesempatan bermain, dan motivasi mereka menurun."
"Karena pintu menuju tim nasional semakin sempit akibat masuknya pemain kelahiran luar negeri."
"Oleh karena itu, ekosistem pengembangan pemain muda melemah."
Mereka menilai persoalan ini mencakup aspek yang lebih luas, mulai dari kualitas pelatih hingga keberlanjutan regenerasi bakat.
"Mulai dari kualitas pelatih hingga keberlanjutan bakat," tulis TheThao247.vn lagi.
Meski demikian, sejumlah analis sepak bola internasional juga menilai naturalisasi bukan satu-satunya faktor penentu performa tim muda.Â
Perbedaan kualitas infrastruktur, pengalaman kompetisi, hingga level pembinaan usia dini sering menjadi variabel yang lebih dominan dalam hasil pertandingan.
Perbandingan Era Prestasi Timnas Usia Muda
Media Vietnam turut membandingkan kondisi terkini dengan periode sebelumnya ketika tim kelompok umur Indonesia meraih capaian positif.
Contohnya saat Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023 serta lolos ke Piala Asia U-23 2024 dengan mayoritas pemain lokal.
Namun dalam periode berikutnya, hasil yang diraih dinilai menurun, termasuk kegagalan mempertahankan gelar regional dan tidak lolos ke turnamen kontinental tertentu.
Perbandingan ini menjadi bagian dari argumen mereka mengenai perubahan strategi komposisi skuad.
Evaluasi yang Perlu Dilihat Lebih Luas
Terlepas dari kritik tersebut, kekalahan dalam laga uji coba pada dasarnya merupakan bagian dari proses pengembangan tim muda. Dalam sepak bola modern, pertandingan uji coba sering digunakan untuk eksperimen taktik, evaluasi pemain, serta adaptasi level kompetisi internasional.
Federasi sepak bola Indonesia sendiri dalam beberapa tahun terakhir memang menjalankan dua jalur sekaligus: pembinaan pemain lokal melalui kompetisi usia muda serta pemantauan pemain diaspora untuk memperkuat kedalaman skuad.
Pendekatan ganda ini juga dilakukan banyak negara berkembang sepak bolanya, sebagai upaya mempercepat peningkatan daya saing sambil tetap membangun fondasi jangka panjang.
Sorotan yang Jadi Bahan Refleksi
Apa pun sudut pandangnya, komentar media Vietnam menunjukkan bahwa perkembangan sepak bola Indonesia kini mendapat perhatian serius di kawasan.
Kekalahan dari China tidak hanya dipandang sebagai hasil pertandingan semata, tetapi juga dijadikan bahan diskusi mengenai arah strategi pembangunan sepak bola di Asia Tenggara.
Bagi Indonesia sendiri, sorotan eksternal ini bisa menjadi momentum evaluasi sekaligus pengingat bahwa keseimbangan antara pembinaan lokal dan pemanfaatan diaspora tetap menjadi isu krusial dalam perjalanan menuju level kompetitif yang lebih tinggi.
(tsy)
Load more