Media Vietnam Tak Habis Pikir, Padahal Timnas Indonesia Bertabur Naturalisasi tapi 6 Kali Gagal Juara AFF
- Instagram @oleromeny
tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan media Vietnam jelang Piala AFF 2026.
Kali ini bukan soal kekuatan skuad atau strategi, melainkan rekor pahit yang belum pernah terhapus: enam kali masuk final, enam kali pula gagal menjadi juara.
Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996, Garuda memang belum pernah mengangkat trofi Piala AFF.

- Kolase tvOnenews.com | : canadasoccer.com - X @timnasindonesia
Prestasi terbaik yang mampu diraih hanyalah runner-up sebanyak enam kali.
Catatan tersebut membuat Indonesia memegang rekor kekalahan terbanyak di partai final dengan persentase 100 persen.
Media Vietnam seperti Dantri dan TheThao247.vn menyoroti ironi tersebut.
Mereka mengakui bahwa Indonesia saat ini dihuni banyak pemain naturalisasi berkualitas dan menjadi salah satu kandidat kuat di grup.
"Saingan utama untuk posisi pertama di grup ini bersama tim asuhan pelatih Kim Sang Sik adalah Timnas Indonesia, tim dengan banyak pemain naturalisasi berkualitas," tulis media Vietnam, Dantri.

- Instagram @erickthohir
Namun di sisi lain, mereka mempertanyakan mengapa tim dengan materi pemain mentereng itu selalu kandas di laga puncak.
"Timnas Indonesia memegang rekor kekalahan terbanyak di final turnamen regional, kalah 100 persen dari pertandingan tersebut," lanjut Dantri.
Di sisi lain, menjelang AFF 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memilih bersikap realistis.
Ia menyebut Indonesia masih berstatus underdog dan belum menjadi kandidat utama juara.

- PSSI
“Mudah-mudahan kita bisa membawa tim underdog ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ujar Herdman.
Pernyataan itu ditafsirkan media Vietnam sebagai sinyal bahwa Indonesia harus lebih dulu melepaskan bayang-bayang enam kali runner-up sebelum berbicara soal gelar.
Meski demikian, Vietnam tetap menempatkan Indonesia sebagai rival utama. Apalagi kedua tim dijadwalkan langsung berhadapan di fase grup.
Duel ini diprediksi menjadi laga panas sejak awal turnamen. Secara komposisi skuad, Indonesia memang memiliki kedalaman yang menjanjikan.
Kombinasi pemain naturalisasi yang berkarier di Eropa dan talenta lokal membuat tim semakin kompetitif.

Bahkan, Indonesia diperkirakan dapat tampil dengan kekuatan penuh pada edisi kali ini.
Bagi Herdman, AFF 2026 juga menjadi pengalaman baru. Ia belum pernah merasakan atmosfer kompetisi Asia Tenggara dan mengaku sangat menantikan turnamen tersebut.
Tantangan terbesarnya jelas: mengakhiri “kutukan final” yang sudah berlangsung hampir tiga dekade.
Jika berhasil, Herdman tak hanya mencetak sejarah pribadi, tetapi juga mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Indonesia.
Kini sorotan tertuju pada bagaimana Garuda menjawab keraguan tersebut.
Mampukah John Herdman mematahkan rekor buruk dan membawa trofi AFF pertama ke Tanah Air?
Atau bayang-bayang runner-up kembali menghantui? Semua akan terjawab di Piala AFF 2026. (asl)
Load more