Susah Payah Naturalisasi Pemain Eropa, Timnas Indonesia Disebut Mustahil Jadi Juara Piala AFF 2026
- AFC
tvOnenews.com - Kepercayaan diri Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 justru mendapat respons sinis dari media Vietnam.
Meski skuad Garuda diperkuat banyak pemain naturalisasi dari Eropa, mereka menilai hal itu belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi juara.
Media Vietnam, BTV, secara terang-terangan meragukan kekuatan Indonesia di turnamen yang akan berlangsung Juli–Agustus 2026 tersebut.

- Kolase tvOnenews.com | : canadasoccer.com - X @timnasindonesia
"Sekalipun Timnas Indonesia dapat menurunkan sejumlah pemain naturalisasi yang kembali dari Eropa di ASEAN Cup (AFF) pada bulan Juli dan Agustus, mereka belum tentu dianggap lebih kuat daripada Vietnam," tulis media Vietnam, BTV.
BTV mengakui Vietnam sempat kalah tiga kali dari Indonesia pada periode akhir 2023 hingga awal 2024, yakni di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan Piala Asia 2023.
Namun mereka menilai situasi kini sudah jauh berbeda.
"Ini sangat kontras dengan situasi pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024, ketika Vietnam kalah dalam ketiga pertandingan melawan Indonesia di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan Piala Asia 2023," lanjut laporan tersebut.

- Facebook - VFF
Menurut mereka, Vietnam saat ini lebih stabil dan matang, terutama setelah pergantian pelatih ke Kim Sang-sik.
Di bawah arahannya, Vietnam disebut lebih seimbang dan percaya diri berkat sejumlah gelar regional dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi Indonesia, situasinya memang tidak sepenuhnya ideal.
Pelatih John Herdman memberi sinyal bahwa tidak semua pemain diaspora di Eropa bisa dipanggil untuk ASEAN Cup 2026 karena turnamen tersebut berada di luar kalender resmi FIFA.
Herdman bahkan menegaskan dirinya tidak ingin memaksakan negosiasi dengan klub-klub Eropa demi memanggil pemain di luar agenda internasional resmi.

- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Sebaliknya, ia melihat turnamen ini sebagai kesempatan untuk menguji kedalaman skuad dan memberi ruang bagi pemain Liga 1.
Meski begitu, peluang tetap terbuka bagi diaspora yang bermain di kawasan Asia Tenggara karena akses pemanggilan lebih realistis.
Load more