Iran Mundur, Timnas Indonesia Bisa Gantikan Team Melli di Piala Dunia 2026?
- Dok. PSSI
tvOnenews.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan.
Ketegangan tersebut telah mencapai puncaknya setelah serangan rudal yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
Serangan tersebut membawa dampak fatal, tidak hanya menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga merenggut nyawa warga sipil, seperti anak-anak.
Sebagai bentuk balasan, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran dengan menggempur Tel Aviv, menargetkan bandara di Dubai, serta menghujani pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di berbagai negara Timur Tengah dengan rudal. Situasi ini menciptakan ketidakpastian keamanan global yang luar biasa.
Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026

- instagram iran national football
Konflik bersenjata yang meluas ini mulai merembet ke dunia olahraga, khususnya partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Mengingat kondisi dalam negeri yang darurat perang, eksistensi Team Melli di panggung internasional berada di ujung tanduk.
Melansir laporan dari media China, 163.com, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taji, telah menyampaikan pidato melalui televisi nasional yang menyatakan kemungkinan besar tim nasional Iran akan menarik diri dari ajang bergengsi tersebut.
"Mengingat peristiwa hari ini dan serangan oleh Amerika Serikat, kecil kemungkinan kita (Timnas Iran) dapat mengharapkan Piala Dunia, tetapi pada akhirnya, ini harus diputuskan oleh otoritas olahraga," ujar Mehdi Taji, seperti dikutip dari 163.com pada Selasa (3/3/2026).
Timnas Indonesia bisa gantikan Iran di Piala Dunia 2026?

- AFC
Jika Iran benar-benar mundur atau didiskualifikasi oleh FIFA karena situasi politik, muncul spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi slot kosong tersebut.
Berdasarkan performa kualifikasi di zona Asia (AFC), dua negara yang paling berpotensi untuk menggantikan posisi Iran adalah Uni Emirat Arab (UEA) dan Irak.
UEA saat ini menjadi tim terkuat untuk menggantikan Iran, mengingat mereka punya peringkat tertinggi di kualifikasi Asia.
Sementara Irak mengalahkan UEA di babak play-off regional dan awalnya dijadwalkan untuk berpartisipasi di babak play-off kontinental.

- PSSI
Di sisi lain, banyak harapan dari penggemar sepak bola di tanah air agar Timnas Indonesia bisa masuk sebagai pengganti.
Namun, secara teknis dan regulasi, hal tersebut hampir tidak mungkin terjadi karena beberapa faktor utama.
Pertama, Timnas Indonesia tidak mencapai fase play-off antarkonfederasi. Performa di kualifikasi Asia belum cukup kuat untuk menempatkan Indonesia di urutan teratas daftar tunggu.
Kedua, Tim seperti Irak dan UEA secara matematis berada di posisi yang jauh lebih dekat untuk lolos melalui jalur play-off dibandingkan Indonesia.
Ketiga, FIFA memiliki aturan ketat dalam menentukan tim pengganti. Biasanya, FIFA akan memilih tim yang memiliki prestasi terbaik di babak kualifikasi terakhir atau tim yang kalah di fase play-off final, bukan memilih tim secara acak atau berdasarkan undangan bebas.
Meskipun mimpi melihat Skuad Garuda di Piala Dunia tetap menyala, jalur melalui "pintu belakang" akibat pengunduran diri Iran nampaknya tertutup rapat bagi Timnas Indonesia, karena kendala regulasi dan pencapaian teknis. (ism)
Load more