Kiper Lokal Bersinar, Teja Paku Alam Baru Kebobolan 10 Gol di Liga 1, Tapi Belum Dipanggil Timnas
- Instagram/tejapakualaam
Absennya nama Teja Paku Alam dalam daftar kiper Timnas Indonesia menjadi bahan perbincangan di kalangan pecinta sepak bola.

- Instagram @tejapakualam
Pasalnya, jika melihat statistik musim ini, performa Teja justru lebih menonjol dibanding sejumlah kiper lokal lainnya.
Terbaru, Teja kembali mencatatkan clean sheet ketika Persib Bandung mengalahkan Persik Kediri dengan skor 3-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan data yang beredar di media sosial sepak bola, statistik Teja Paku Alam musim ini cukup impresif.
Teja Paku Alam (Persib Bandung) mencatatkan 15 clean sheet dengan hanya kebobolan 10 gol.
Catatan ini menjadikannya salah satu kiper dengan pertahanan terbaik di kompetisi.
Sebagai perbandingan, beberapa kiper lain yang bermain di liga domestik memiliki statistik yang berbeda.
Nadeo Argawinata yang memperkuat Borneo FC mencatatkan 8 clean sheet dengan 24 kali kebobolan.
Sementara Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta mencatatkan 8 clean sheet dengan 28 gol kebobolan.
Di sisi lain, Ernando Ari yang membela Persebaya mencatatkan 7 clean sheet dengan total 27 gol kebobolan.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Teja Paku Alam memiliki catatan yang jauh lebih solid dibandingkan beberapa kiper yang mendapatkan panggilan Timnas Indonesia.
Penampilan Teja Paku Alam sepanjang musim ini memang menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Persib Bandung dalam menjaga konsistensi di papan atas klasemen liga.
Pengalamannya sebagai kiper senior membuat lini pertahanan Persib terlihat lebih stabil.
Selain itu, refleks cepat dan kemampuan membaca permainan lawan juga menjadi kekuatan utama yang dimilikinya.
Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa Teja merupakan salah satu penjaga gawang lokal paling konsisten di kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir.
Namun hingga saat ini, performa impresif tersebut belum cukup untuk mengantarkannya kembali ke skuad Timnas.
Beberapa pihak menduga faktor usia bisa menjadi salah satu pertimbangan, sementara lainnya menilai bahwa pelatih Timnas mungkin sedang mempersiapkan regenerasi di posisi penjaga gawang. (adk)
Load more