News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Jujur Eks Pelatih Persija Saat Pimpin Timnas Indonesia, Anti Pemain Naturalisasi

Ivan Kolev menyambut baik kehadiran Bulgaria di ajang FIFA Series dengan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah. FIFA Series akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 31 Maret 2026. 
Jumat, 20 Maret 2026 - 15:49 WIB
Mantan pelatih Timnas Indonesia Ivan Kolev bersama Maman Abdurahman
Sumber :
  • Persija

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Persija sekaligus Timnas Indonesia, Ivan Kolev mengomentari era tim nasional dari segi pemain naturalisasi setelah hampir dua dekade kepemimpinannya. 

Ivan Kolev menyambut baik kehadiran Bulgaria di ajang FIFA Series dengan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah. FIFA Series akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 31 Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ivan Kolev terakhir memimpin Timnas Indonesia pada 2027 lalu, dengan memainkan tiga pertandingan di Piala Asia dan dua laga uji coba. Setelah itu, dia lebih banyak memimpin klub Indonesia seperti Sriwijaya FC, PS TNI, dan terakhir Persija Jakarta pada musim 2019. 

Dengan pengalamannya di level tim nasional dan klub, Ivan Kolev paham betul kualitas pemain Indonesia. Bahkan dia mengungkapkan secara jujur bahwa dia adalah pelatih yang anti pemain naturalisasi. 

Dia mengaku punya alasan khusus menolak tawaran yang datang padanya untuk memainkan pemain naturalisasi dalam Skuad Garuda di masa kepemimpinannya. 

"Perbandingan dengan zaman saya dulu sulit di lakukan, pada zaman saya, atas keinginan saya sendiri, saat masih di tim nasional saya sangat peduli dengan pemain lokal dan menentang naturalisasi lebih banyak pemain asing," kata Ivan Kolev dikutip dari laman DSport, Jumat (20/3/2026). 

Sebut saja di Piala Asia 2007 yang dipimpinnya, Ivan Kolev lebih memilih untuk menurunkan duet Bambang Pamungkas dengan Budi Sudarsono. Bahkan nama legenda sepak bola saat ini seperti Maman Abdurahman dan Ponaryo Astaman pun dipilihnya untuk tampil di ajang paling bergengsi di Asia tersebut. 

Ivan Kolev membandingkan bagaimana pemain naturalisasi sudah banyak memenuhi klub dan tim nasional. Menurutnya, walau banyak pemain naturalisasi hasilnya justru tak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia. 

"Saya sudah melihat ada 5-6 pemain asing di klub-klub. Tim nasional juga sudah penuh dengan pemain asing. Mereka berpikir ini berhasil bagi mereka, hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia," kata pelatih asal Bulgaria ini. 

Walau tidak menggunakan pemain naturalisasi di ajang Piala Asia 2007, Ivan Kolev mengaku antusiasme di Stadion Gelora Bung Karno sangat tinggi. Dia masih mengingat lebih dari 60 ribu penonton hadir langsung untuk menyaksikan aksi Budi Sudarsono cs kala itu. 

"Selama saya menjadi pelatih tim nasional, tidak pernah ada pertandingan yang saya pimpin di hadapan kurang dari 60-70 ribu penonton," kenang Ivan Kolev. 

Dia pun berharap penonton akan kembali memenuhi stadion agar Bulgaria, tim nasional negara asalnya bisa turut merasakan atmosfer serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semoga minatnya tetap terjaga dan para pemain nasional kita akan merasakan atmosfer yang berbeda," katanya.

"Di zaman saya, satu setengah atau dua jam sebelum pertandingan, stadion hampir penuh. Nyanyian, tarian, sorakan, suasana yang luar biasa," tutupnya.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

empat orang sempat terjebak di dalam bangunan dan satu di antaranya mengalami luka ringan setelah tertimpa material bangunan akibat billboard roboh di Bandung.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT