6 Fakta Menarik Soal Saint Kitts and Nevis, Negara Concacaf Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
- St. Kitts and Nevis Football Association
Sebelumnya, Marcelo Serrano berpengalaman sebagai asisten pelatih di tim nasional Brasil U-17, Amerika Serikat U-17 serta beberapa klub lainnya.
3. Legenda Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs Jadi Top Skor Sepanjang Masa
Penggemar sepak bola Indonesia era 2000-an pasti langsung teringat akan striker Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs jika membahas negara Saint Kitts and Nevis.
Anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Di negaranya, Keith Kayamba Gumbs memang telah dinobatkan sebagai top skor sepanjang masa dengan 24 gol.
Gelontoran gol yang disumbangkan Keith Kayamba Gumbs untuk Saint Kitts and Nevis terjadi dalam kurun waktu 18 tahun, sejak debut pada 1993 hingga 2011.
4. Timnas Indonesia Jadi Lawan dari Benua Asia Pertama
Setelah mengintensifkan perkembangan sepak bola mereka hingga ke luar benua Amerika, Saint Kitts and Nevis lebih sering berkunjung ke Eropa.
Armenia, Georgia hingga Estonia jadi lawannya. Selebihnya, The Sugar Boyz hanya pernah melawat ke negara-negara sekitar dalam turnamen Concacaf.
Oleh karenanya, lawatan ke Jakarta jumpa Timnas Indonesia menjadi yang pertama bagi mereka, meskipun sang legenda Keith Kayamba Gumbs lama berkarier di tanah air.
5. Sang Kapten Berpengalaman di Liga Inggris
Romaine Sawyers, gelandang veteran Saint Kitts and Nevis saat ini memang tanpa klub, namun pengalamannya di Premier League tidak bisa dianggap remeh.
Punya garis keturunan Inggris, Romaine Sawyers pernah menjadi pilar di lini tengah West Bromwich Albion, Stoke City, Cardiff City, Wimbledon, serta Bristol Rovers.
Lulus dari akademi West Bromwich Albion, Romaine Sawyers bahkan tidak sekalipun bermain untuk klub asli dari Saint Kitts and Nevis sepanjang kariernya.
6. Pernah Sampai ke Posisi 73 FIFA
Meski telah berpartisipasi dalam laga resmi FIFA sejak 1938, namun kiprah Saint Kitts and Nevis di level internasional baru mencuat saat jadi runner-up Piala Karibia 1997.
Puncaknya adalah pada 2016 ketika Saint Kitts and Nevis bertengger di urutan 73 FIFA, pencapaian terbaik mereka sampai beberapa tahun kemudian.
Pada 2023, Saint Kitts and Nevis untuk kali pertama lolos ke Piala Emas Concacaf, namun mereka hanya finis sebagai juru kunci usai menelan tiga kekalahan di fase grup.
Load more