Comeback ke Timnas Indonesia, Bung Harpa Soroti Keputusan Elkan Baggott Tolak Garuda Calling di Masa Lalu
- Kolase
tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa pernah mengungkapkan pandangannya terkait alasan Elkan Baggott yang dalam beberapa tahun terakhir sempat menolak panggilan Timnas Indonesia.
Kabar kembalinya Elkan Baggott tentu menjadi angin segar bagi para pendukung skuad Garuda. Bek berpostur 194 cm tersebut akhirnya kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah absen hampir dua tahun.
Terakhir kali Baggott tampil bersama Timnas Indonesia adalah saat menghadapi Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023 pada awal 2024.
- Instagram @elkanbaggott
Setelah itu, namanya tak lagi muncul, bahkan ketika Timnas Indonesia menjalani laga-laga penting seperti playoff Olimpiade Paris 2024 hingga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia.
Absennya Baggott sempat memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik, mulai dari dugaan konflik pribadi dengan pelatih Shin Tae-yong hingga isu hubungan dengan PSSI.
Pemain yang berkarier di Ipswich Town tersebut bahkan tidak terlibat saat Timnas Indonesia berada di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Kini, dari 24 pemain yang dipilih John Herdman untuk FIFA Series 2026 setelah melalui seleksi dari 41 nama, Baggott kembali masuk skuad. Ia pun disebut sebagai “anak hilang” yang kembali ke pelukan Timnas Indonesia.
Kembalinya Baggott disebut tak lepas dari peran Herdman, yang memahami gaya bermain sepak bola Inggris sehingga kembali memanggil sang pemain ke skuad Garuda.
Situasi ini kembali mengingatkan publik pada dugaan perselisihan antara Baggott dan Shin Tae-yong saat masih menangani Timnas Indonesia, khususnya di level U-23.
Bung Harpa pun pernah memberikan pandangannya terkait hal tersebut, dengan menilai keputusan Baggott saat itu kurang tepat.
"Menurut gua salah dia sih, kita fair ya, dari London ke Paris itu naik Eurostar, cuman dua jam, langsung sampai ke gardu north stasiunnya namanya, naik kereta lagi ibaratnya hanya ke Bogor lah sejam," tuturnya dilansir dari Youtube Official iNews.
Ia juga membandingkan dengan aturan di negara lain terkait kewajiban memenuhi panggilan tertentu.
"Lu kalau di Amerika ya setahu gue ya, kan itu kadang-kadang warga negara dipanggil untuk menjadi juri, itu kalau lu nolak tanpa ada alasan yang kuat, lu bisa dihukum dipenjara, itu kayak semi wajib militer, kecuali memang lu punya alasan, gua narik Gojek kalau gua datang ke Pengadilan, gua nggak ngasih makan anak gua, itu bisa," ucapnya.
Load more