13 Pertanyaan dan Jawaban Terkait Kasus Paspor Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Media Belanda Bongkar Nasib Kedua Pemain Timnas Indonesia
- Kolase tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik paspor dua pemain Timnas Indonesia, Dean James dan Nathan Tjoe-A-On menghebohkan publik Belanda. Kasus ini pun membuat Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) turun tangan untuk melakukan investigasi.
Berikut 13 pertanyaan dan jawaban terkait masalah Dean James dan Nathan Tjoe-A-On yang dikutip dari media asal Belanda, BD pada Rabu (25/3/2026).
1. Seperti Apa Awal Masalah Ini?
Kasus ini akhirnya sampai ke perhatian direktur NAC, Remco Oversier, setelah ia menerima potongan video dari De Derde Helft, sebuah podcast sepak bola yang dibawakan tiga penggemar dengan gaya santai dalam membahas Eredivisie.
Dalam potongan tersebut, editor Rogier Jacobs dengan nada santai menceritakan bahwa ia mendapat informasi dari seorang “pengacara spesialis” saat menghadiri sebuah acara santai.
"Jika NAC mengetahui hal ini dan mengajukan gugatan, pertandingan ini dapat dengan mudah berubah menjadi kemenangan bagi NAC," ujar Jacobs.
2. Bagaimana NAC Mengetahuinya?
Peran Jacobs menjadi titik awal terbongkarnya kasus ini. Setelah itu, pihak klub langsung berkonsultasi dengan pengacara spesialis yang kemudian memastikan bahwa NAC memiliki dasar hukum yang kuat untuk melanjutkan perkara tersebut.
3. Lalu, apa penyebab utamanya?
Masalah ini bermula ketika pada 2025 James secara sukarela memilih membela Indonesia. Keputusan itu membuat pemain yang besar di Leiden tersebut resmi berstatus sebagai warga negara Indonesia.
Konsekuensinya, ia kini dikategorikan sebagai pemain non-Uni Eropa. Artinya, ia wajib memiliki izin kerja yang diakui oleh pihak Go Ahead Eagles ternyata tidak dimilikinya.
4. James hanya membela Indonesia, tapi masih warga Belanda?
Secara logika awam, hal itu mungkin terdengar benar. Namun aturan hukum berkata lain.
"Tetapi siapa pun yang secara sukarela memperoleh kewarganegaraan lain secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belandanya," kata pengacara Hermie de Voer dari firma hukum migrasi terkemuka Everaert.
Ada beberapa pengecualian dalam aturan tersebut. Misalnya jika seseorang menikah dengan warga negara lain, lahir dan tinggal di negara tersebut, atau menghabiskan masa kecilnya di sana.
Namun, tidak satu pun dari pengecualian itu berlaku dalam kasus James.
Aturan tersebut sudah ada sejak 1892 dan dinilai sangat ketat. Menurut De Voer, regulasi itu sudah tidak lagi relevan dengan kondisi dunia modern yang semakin terbuka.
"Di dunia yang semakin global ini, saya rasa aturan-aturan itu tidak relevan lagi di zaman sekarang. Ambil contoh Ratu Maxima. Di Argentina, mereka mengatakan: sekali orang Argentina, selamanya orang Argentina. Di Belanda, kebalikannya... Hingga tahun 2003, kami bahkan tidak memiliki pengecualian; begitulah ketatnya aturan di sini."
5. Bagaimana jika James masih memegang paspor Belanda?
Hal tersebut tidak serta-merta berarti ia masih berstatus warga negara Belanda. Paspor dan kewarganegaraan adalah dua hal yang berbeda.
“Anda masih bisa memegang paspor Belanda meskipun telah kehilangan kewarganegaraan Belanda Anda. Biasanya, Anda baru mengetahui bahwa Anda telah kehilangan kewarganegaraan Belanda Anda ketika Anda pergi untuk memperbarui paspor Belanda Anda.”
6. Apakah Go Ahead Eagles sudah mendapat peringatan?
Sinyal peringatan sebenarnya sudah muncul sejak tahun lalu. Media Voetbal International sempat mengulas secara mendalam terkait proyek naturalisasi pemain Indonesia.
"Risiko dan konsekuensinya juga disebutkan di dalamnya,"menurut pengacara hukum olahraga Dolf Segaar.
"Baik Go Ahead maupun KNVB mungkin mengetahuinya."
7. NAC kalah 6-0, apakah protes ini wajar?
Meski kalah telak, langkah NAC tetap dianggap masuk akal dalam konteks profesional. Apalagi situasi kompetisi sangat krusial.
"Itu tidak relevan," kata Segaar.
"Mengingat taruhannya bagi NAC, logis jika mereka memeriksa apakah klub lain mematuhi aturan. Kita tidak sedang membicarakan Divisi C Keempat. Ini hanya tentang peraturan ketenagakerjaan; Anda tidak bisa begitu saja mengabaikannya."
8. Apa dampaknya jika NAC menang gugatan?
Jika terbukti benar, bukan tidak mungkin pertandingan akan dibatalkan. Dalam banyak kasus sebelumnya, laga diulang jika ditemukan pelanggaran serupa.
"Pengulangan pertandingan paling sesuai dengan aturan KNVB."
Kasus serupa pernah terjadi pada 2018 dalam laga Jong Ajax vs NEC. Saat itu, pertandingan diulang setelah ditemukan pelanggaran, dan NEC kembali menang.
NAC sendiri juga pernah mengalami kasus serupa pada 2015. Saat itu, mereka didenda 7.500 euro karena memainkan pemain tanpa izin kerja.
Para klub lawan saat itu diberikan opsi untuk mengulang pertandingan. Namun, tiga tim Eredivisie yang tidak mengalami kekalahan dari NAC memilih menolak tawaran tersebut.
Hanya Brabant United, yang menghadapi Jong NAC, yang bersedia menerima opsi pertandingan ulang tersebut.
9. Bagaimana dengan hasil kemenangan Go Ahead lainnya?
Sesuai regulasi, klub yang merasa dirugikan memiliki waktu delapan hari untuk mengajukan keberatan. Selain NAC, tercatat ada lima tim lain yang kalah dari Go Ahead saat James tampil, sementara enam tim lainnya meraih hasil imbang.
Sekilas, batas waktu bagi klub-klub tersebut tampak sudah lewat. Namun, situasinya tidak sesederhana itu.
"Delapan hari itu berlaku ketika Anda mengetahui fakta yang dituduhkan. Apakah klub-klub tersebut mengetahuinya sekarang harus diperiksa. Itu juga tergantung pada sejauh mana Anda mempertimbangkan, misalnya, pasal VI itu."
10. Bagaimana respons klub lain terhadap langkah NAC?
Reaksi yang muncul cukup beragam. Meski begitu, ada sejumlah pihak yang memahami langkah yang diambil direktur NAC, Remco Oversier, terutama jika melihat posisi klub di klasemen.
Selain itu, para petinggi klub juga memiliki tanggung jawab administratif. Jika tidak bertindak demi kepentingan klub, mereka bisa dianggap lalai.
11. Apakah kasus “passportgate” berdampak lebih luas?
Dampaknya masih belum sepenuhnya jelas hingga saat ini. Pihak terkait pun masih enggan mengungkap jumlah pasti pemain yang berpotensi terdampak.
Namun, indikasi efek domino mulai terlihat. Klub Top Oss diketahui telah menghubungi KNVB untuk mengajukan protes serupa.
Mereka meminta laga melawan Willem II yang berakhir 1-3 dinyatakan tidak sah. Alasannya, adanya dugaan pelanggaran terkait pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On.
“Kita perlu sangat teliti dalam hal ini untuk masa depan,” kata direktur Eredivisie Jan de Jong usai pertemuan pada Selasa. “Saya berbicara tentang klub, tetapi juga tentang pemain. Ini menyangkut kewarganegaraannya. Dan juga tanggung jawabnya.”
Pada hari yang sama, seluruh klub diminta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap skuad mereka. Fokusnya adalah memastikan status kewarganegaraan setiap pemain benar-benar sesuai aturan.
“Aturannya rumit. Misalnya, untuk dua pemain internasional Tanjung Verde, situasinya bisa berbeda. Hal yang sama berlaku untuk Suriname atau Indonesia. Ini membutuhkan pendekatan yang disesuaikan.”
Izin kerja bagi pemain non-Uni Eropa juga bukan proses sederhana. Selain administrasi, terdapat ketentuan gaji minimum yang harus dipenuhi oleh klub.
Untuk pemain berusia 21 tahun ke atas, gaji minimal yang diwajibkan mencapai 150 persen dari rata-rata Eredivisie atau sekitar €600.000 bruto. Sementara untuk pemain yang lebih muda, angkanya sekitar setengah dari jumlah tersebut, yang tentu menjadi beban besar bagi banyak klub.
12. Bagaimana perkembangan terbaru?
Saat ini, pihak dewan kompetisi masih melakukan investigasi. Mereka menegaskan belum akan mengambil langkah untuk membatalkan atau mengulang pertandingan dalam waktu dekat.
Proses penyelidikan dilakukan oleh jaksa independen di sepak bola profesional. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan dewan kompetisi.
“Memang benar bahwa dewan kompetisi yang membuat keputusan itu, tetapi posisi dewan kompetisi—bahwa mereka tidak bermaksud untuk mengadakan pertandingan ulang—bertentangan dengan aturan permainan sebagaimana ditentukan oleh Komite Aturan. Keputusan yang mengikat telah dikeluarkan mengenai hal ini pada tahun 2016, yang menetapkan bahwa dewan kompetisi tidak boleh membuat keputusan untuk tidak mengadakan pertandingan ulang ketika klub-klub berjuang melawan degradasi atau bermain untuk memperebutkan tempat di kompetisi Eropa.”
13. Bagaimana nasib Dean James?
Pemain berusia 25 tahun itu masih berada dalam situasi yang tidak pasti. Dengan statusnya saat ini, ia kemungkinan besar tetap membutuhkan izin kerja untuk bisa bermain.
“Mungkin hanya ada satu pilihan tersisa,” kata pengacara Hermie de Voer. “Ada skema di mana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda terkena dampak yang tidak proporsional akibat kehilangan kewarganegaraan Belanda, misalnya karena Anda tidak dapat lagi melakukan pekerjaan Anda. Tetapi kasus-kasus tersebut juga dinilai secara ketat. Peluang untuk menang? Hanya 4 persen.”
(fan)
Load more