Kena Fitnah Kejam Usai Laga Timnas Indonesia, Marc Klok Tak Tahan Lagi Hingga Ungkap Fakta Menohok: Nuhun To The Jak!
- Instagram @marcklok
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya angkat bicara setelah mendapat bully terus-menerus. Gerah dengan kelakuan beberapa oknum, ia akhirnya mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
Klok menjadi salah satu pemain yang mendapat bully setelah Timnas Indonesia gagal lolos dari ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia dinilai tampil buruk dalam laga kontra Arab Saudi.
Dalam beberapa cuplikan video dan foto, Marc Klok dan rekannya di Persib Bandung, Beckham Putra, terlihat sedang berdiskusi dengan Jay Idzes di pertandingan melawan Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Namun, narasi yang beredar menyebutkan bahwa Klok dan Beckham seperti mengajari Jay Idzes bermain. Bahkan, ada yang menyebut bahwa bek Timnas Indonesia itu menolak air pemberian Klok.
Mereka pun menyebut Klok dan Beckham tidak respek kepada Jay Idzes. Sikap keduanya dianggap buruk, sehingga disebut tidak layak berada di level dunia setelah kejadian tersebut.
Jengah terus mendapat bully dan fitnah, pemain naturalisasi asal Belanda ini akhirnya angkat bicara melalui kolom komentar unggahan di akun Instagram @path.persib.
Eks pemain Persija Jakarta ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya, Beckham, dan Jay Idzes. Dalam foto yang viral, terlihat ketiganya memang sedang berdiskusi.
Akan tetapi, narasi yang berkembang justru menyudutkan Klok dan Beckham. Hal ini pun akhirnya diklarifikasi oleh Klok.
"Jadi pada dasarnya, Jay memintaku untuk menerjemahkan sebuah instruksi ke Beckham dalam bahasa Indonesia," buka Klok dikutip dari kolom komentar unggahan akun Instagram Path Persib pada Kamis (26/3/2026).
Namun, Klok menyayangkan hal tersebut menjadi bahan bakar bagi oknum suporter untuk menyebarkan berita negatif. Hal ini, lanjutnya, tidak seharusnya terjadi kepada para pemain Timnas Indonesia.
"Sayangnya, beberapa orang yang mengaku sebagai penggemar timnas sepak bola kita selalu ingin 'menyalahkan' atau mencari alasan untuk menyebarkan pesan negatif," ucapnya.
"Padahal tujuannya seharusnya adalah untuk menyemangati para pemain, staf, dan bangsa ini; bukannya malah mencoba menjatuhkan mentalitas dan narasi yang ada," katanya.
Klok pun berharap hal-hal negatif seperti itu tidak terjadi lagi di masa depan karena bisa memengaruhi mental pemain muda.
"Semoga suatu hari nanti mereka bisa belajar, karena ini sangat penting terutama bagi generasi mendatang. Mengingat tekanan mental bisa menjadi beban batin bagi para pemain muda. Nuhun," pungkas Klok.
Load more