Lama Tak Muncul, Sang "Mutiara Hitam" Timnas Indonesia Ini Sekarang Nikmati Hidup Jadi PNS di Bumi Cendrawasih
- Antara
tvOnenews.com - Nama Boaz Solossa tentu sudah tak asing lagi di telinga pecinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia.
Sebagai penyerang yang dikenal dengan kecepatan, akurasi kaki kiri yang mematikan, dan jiwa kepemimpinan yang karismatik, pria yang akrab disapa "Bochi" ini adalah simbol kejayaan Persipura Jayapura dan sosok disegani di Timnas Indonesia.
Namun, kini sang "mutiara hitam" itu tak hanya dikenal sebagai legenda. Pasalnya, Boaz Solossa juga punya rutinitas lain di usia yang kini sudah menginjak kepala empat.
Legenda Timnas Indonesia yang kini mengabdi sebagai PNS
- Instagram/boazsolossa
Boaz Solossa tak hanya fokus untuk bertanding di dalam lapangan, tapi juga menjalani hari-harinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
Jabatan tersebut bukanlah hal baru yang didapatnya secara instan, melainkan buah dari pendidikan dan statusnya yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.
Meski berstatus sebagai pesepak bola profesional, tapi Boaz Solossa punya background pendidikan yang mentereng.
Boaz diketahui menyelesaikan studi S1 dan S2 di Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua.
- Instagram/@boazsolossa
Kini, Bochi diketahui bertugas di Kantor Otonom Provinsi Papua. Di sana, ia menjalankan fungsi administratif dan kedinasan layaknya pegawai pemerintah lainnya.
Meski demikian, Boaz Solossa tetap diperbolehkan untuk melanjutkan karier sebagai pemain sepak bola profesional.
Pengabdian sebagai PNS tampaknya bukan hal baru bagi Boaz Solossa. Sebab, darah birokrat sepertinya memang telah mengalir deras dalam nadinya.
Diketahui, bahwa tak sedikit keluarga Boaz yang juga berkecimpung di dunia pemerintahan. Salah satu sosok paling ikonik adalah mendiang pamannya, yang pernah memegang tongkat komando sebagai Gubernur Papua pada periode 2000-2005.
Pernah dapat tawaran klub Belanda, Boaz Solossa tetap setia di Persipura Jayapura
- Antara
Dikenal memiliki kecepatan yang sulit dikejar, kontrol bola sehalus sutra, dan insting membunuh di depan gawang, nama Boaz tidak hanya bergema di Indonesia, tetapi sudah menyeberangi samudera menuju Benua Biru.
Load more