Diserbu Fans Garuda, Hristiyan Petrov Minta Maaf Soal Miliano Jonathans Absen di FIFA Series 2026
- Excelsior
tvOnenews.com - Kabar absennya Miliano Jonathans dalam ajang FIFA Series 2026 menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia.
Pemain muda berbakat tersebut harus menepi akibat cedera serius yang dialaminya saat memperkuat klubnya di kompetisi Eredivisie pada awal Maret 2026.
Insiden tersebut menjadi sorotan luas karena melibatkan bek SC Heerenveen, Hristiyan Petrov, yang melakukan tekel keras hingga menyebabkan cedera pada Jonathans.
Situasi ini pun memicu reaksi besar dari fans Garuda, yang berbondong-bondong menyerbu akun media sosial Petrov.
Cedera yang dialami Miliano Jonathans terjadi dalam pertandingan lanjutan Liga Belanda pada 8 Maret 2026.
Dalam momen tersebut, Jonathans yang tengah berusaha menguasai bola harus menerima tekel keras dari Hristiyan Petrov.
Benturan tersebut berujung fatal. Jonathans didiagnosis mengalami cedera ACL, salah satu cedera paling serius dalam dunia sepak bola.
Kondisi ini membuatnya harus menjalani pemulihan panjang, bahkan diperkirakan absen berbulan-bulan.
- Excelsior Rotterdam
Absennya Jonathans jelas merugikan Timnas Indonesia, mengingat ia merupakan salah satu pemain yang diproyeksikan tampil dalam FIFA Series 2026.
Setelah insiden tersebut, Hristiyan Petrov menjadi sasaran kritik dari para pendukung Timnas Indonesia.
Banyak fans yang meluapkan kekecewaan mereka melalui media sosial, bahkan menyerbu akun pribadi sang pemain.
Meski begitu, Petrov menilai situasi tersebut sebagai hal yang wajar. Ia memahami bahwa fans Indonesia memiliki semangat tinggi dalam mendukung tim nasionalnya.
"Sangat banyak pesan, tapi saya pikir itu normal. Seperti, karena di negara kalian sangat menyukai sepak bola. Kalian sangat bersemangat. Jadi saya pikir ya, itu normal," kata Petrov selepas laga melawan Kepulauan Solomon di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026).
Menanggapi situasi yang terjadi, Hristiyan Petrov akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Miliano Jonathans dan seluruh masyarakat Indonesia.
"Ya, saya merasa tidak enak. Setelah kejadian itu, saya mengirim pesan kepadanya karena saya merasa sangat bersalah," ujarnya.
- Instagram @hr_petrovv
Petrov mengaku sangat menyesal atas insiden tersebut. Bahkan, ia langsung menghubungi Jonathans secara pribadi setelah kejadian untuk menyampaikan permintaan maaf.
"Ya, ini bagian dari sepak bola. Saya tentu saja tidak ingin mencederainya. Jadi ya, saya sudah meminta maaf," sambung Petrov.
Ia menegaskan bahwa tekel tersebut tidak dilakukan dengan niat mencederai. Menurutnya, benturan seperti itu merupakan bagian dari dinamika permainan sepak bola.
Namun demikian, Petrov tetap menunjukkan empati dan rasa tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
Ia menyadari bahwa sebagai pemain profesional, keselamatan sesama pemain harus menjadi prioritas.
Cedera ACL yang dialami Miliano Jonathans bukanlah cedera ringan. Proses pemulihannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Bagi seorang pemain muda, cedera ini bisa menjadi tantangan besar dalam karier.
Selain mengganggu performa, cedera panjang juga dapat memengaruhi kondisi mental pemain.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk fans dan tim, menjadi sangat penting bagi Jonathans untuk bisa bangkit dan kembali ke lapangan.
Di sisi lain, respons publik juga menjadi sorotan. Serangan terhadap pemain melalui media sosial dinilai perlu disikapi dengan bijak.
Kritik memang wajar, namun tetap harus disampaikan secara konstruktif.
Langkah Hristiyan Petrov yang meminta maaf secara terbuka setidaknya menunjukkan sikap profesional dan tanggung jawab sebagai atlet. (adk)
Load more